Isolasi Meningkatkan Angka Perceraian di China, Psikolog Ungkap Alasannya

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Jum'at, 03 April 2020 | 17:24 WIB
Isolasi Meningkatkan Angka Perceraian di China, Psikolog Ungkap Alasannya
Ilustrasi pasangan bertengkar. (sumber: Visualphotos)

Suara.com - Dalam hitungan bulan, pandemi global Covid-19 telah mengubah hubungan percintaan. Banyak pernikahan ditunda, sementara tingkat perceraian dilaporkan telah melonjak di China karena krisis tersebut.

Dilansir dari New York Times, krisis telah melahirkan leksikon baru tentang banyak pasangan yang perkawinannya terkoyak di bawah tekanan isolasi, kemudian disibut "Covidivorce".

Sean Safford, seorang profesor sosiologi di Sciences Po di Paris menyatakan krisis akibat corona telah membuat keinginan untuk bersentuhan secara langsung menjadi terlarang.

"Dalam krisis sebelumnya seperti serangan teroris di Perancis atau 9/11 di AS, jutaan orang berkumpul dalam solidaritas. Tapi sekarang kita diperintahkan untuk mengisolasi diri sebagai cara heroik dalam krisis," kata Sean pada New York Times.

Dr. Lucy Atcheson, seorang psikolog yang berbasis di London, mengatakan bahwa isolasi menimbulkan kebersamaan baru bagi beberapa orang. Sementara di sisi lain, isolasi juga memperkuat gesekan dan konflik.

"Ini seperti menempatkan semua masalah kita ke dalam wajan dan benar-benar memanaskannya," kata Dr. Atcheson.

"Sesuatu seperti ini juga membuatmu sadar betapa singkatnya hidup. Jadi, jika Anda berada dalam hubungan yang buruk, Anda akan memutuskan berpisah karena menyadari hidup terlalu singkat untuk menderita," tambahnya.

Ilustrasi pasangan romantis. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan romantis. (Shutterstock)

Di China, negara pertama wabah corona bersarang membuat jumlah perceraian melonjak bulan Maret. Setidaknya dua provinsi di China, Sichuan dan Shanxi melaporkan bahwa para pasangan mengaku sering bertengkar saat isolasi.

Di Dazhou sebuah kota di Provinsi Sichuan, menerima hampir 100 pengajuan perceraian dalam waktu kurang dari tiga minggu.

baca juga

Sedangkan mengutip Business Insider, Pejabat Kesehatan China mengatakan kenaikan perceraian akibat isolasi bisa dijelaskan oleh dua faktor.

Pertama, kantor telah ditutup selama sebulan, sehingga kemungkinan akan terkena gelombang permintaan perceraian yang tertunda.

Kedua, banyak orang telah dikarantina dalam jarak dekat, menciptakan lingkungan yang sangat rawan untuk perselisihan perkawinan.

Ilustrasi perceraian. (Rex/ Mirror)
Ilustrasi perceraian. (Rex/ Mirror)

"Sebagai akibat dari epidemi, banyak pasangan telah terikat satu sama lain di rumah selama lebih dari sebulan, itu membangkitkan konflik yang mendasarinya," kata seorang pejabat kesejatan bermara Wang kepada Global Times.

Ini memberikan teka-teki yang menarik bagi para peneliti untuk menentukan apakah waktu yang dihabiskan bersama dalam jarak dekat adalah hal yang baik atau buruk bagi pasangan.

Pada akhirnya keseimbangan adalah kunci awetnya pasangan. Hal tersebut dinyatakan psikolog Rob Pascale dan Lou Primavera PhD penulis Making Marriage Work.

"Perpaduan waktu dengan teman dan keluarga, waktu bersama sebagai pasangan dan waktu terpisah untuk masing-masing pasangan menambah kualitas perkawinan," kata mereka.

Sayangnya isolasi lebih dari sebulan menghancurkan keseimbangan yang berimbas pada kualitas perkawinan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musim Pancaroba, Jangan Sampai DBD Memperburuk Covid-19 di Indonesia

Musim Pancaroba, Jangan Sampai DBD Memperburuk Covid-19 di Indonesia

Health | Jum'at, 03 April 2020 | 17:21 WIB

Update Corona 3 April 2020 di Jogja: 31 Positif, 13 Meninggal

Update Corona 3 April 2020 di Jogja: 31 Positif, 13 Meninggal

Jogja | Jum'at, 03 April 2020 | 17:07 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Rakyat Italia Buang Uang ke Jalan Akibat Covid-19?

CEK FAKTA: Benarkah Rakyat Italia Buang Uang ke Jalan Akibat Covid-19?

News | Jum'at, 03 April 2020 | 17:10 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×