Emosi Berubah, Ini 5 Perilaku yang Menandakan Stres pada Anak

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 08 April 2020 | 14:43 WIB
Emosi Berubah, Ini 5 Perilaku yang Menandakan Stres pada Anak
Ilustrasi anak dan orang tua

Suara.com - Ketidakpastian dalam krisis pandemi corona Covid-19 membuat banyak ketegangan mental. Para orangtua pun kewalahan karena krisis global yang panjang akan ikut memengaruhi mental anak-anak.

"Tidak ada di antara kita yang berhasil dengan ketidakpastian dan krisis, banyak yang harus diproses oleh anak-anak. Sama seperti orang deaasa, anak-anak mengalami banyak kehilangan kehidupan normal mereka saat ini," kata Genevieve von Lob, seorang psikolog dan penulis pada Huffpost.

Atas kehilangan kebiasaan itu, anak-anak juga akan mengalami stres yang kemudian ditunjukkan melalui perubahan fisiologis dan perilaku.

"Ketika anak-anak stres, itu sering dinyatakan dalam perubahan fisiologis, perubahan suasana hati, dan perilaku," kata Robin Gurwitch, seorang profesor psikiatri Universitas Duke pada Huffpost.

Sayangnya, anak-anak tidak bisa secara gamblang mengutarakan kegelisahannya. HuffPost berbicara dengan Gurwitch, von Lob, dan para ahli lainnya untuk mempelajari beberapa indikator yang menunjukkan tanda stres pada anak.

1. Perilaku Regresif

"Secara umum, kita semua akan mengalami sedikit kemunduran selama masa transisi besar ini," kata psikoterapis Noel McDermott.

"Anak-anak akan mengalami kemunduran lebih dari orang dewasa, semakin muda semakin besar kemundurannya," tambahnya.

Perilaku yang Anda pikir anak telah hilangkan tiba-tiba muncul kembali. Misalnya kembali mengisap jempol, membutuhkan mainan khusus untuk kenyamanan, mengompol, dan lain sebagainya.

baca juga

"Perilaku regresi normal selama periode stres dan ketidakpastian," kata von Lob.

2. Perubahan Nafsu Makan

"Nafsu makan dan tidur anak sering kali merupakan tanda pertama ketika ada sesuatu yang tidak beres," kata Natasha Daniels, seorang terapis anak.

"Seringkali seorang anak akan menunjukkan peningkatan tajam atau penurunan nafsu makan saat stres," tambahnya pada Huffpost.

3. Masalah Tidur

Melansir dari Huffpost, gangguan tidur sering terjadi pada masa-masa sulit, sehingga anak-anak dapat mengalami insomnia, mimpi buruk, terbangun di malam hari atau ketidakteraturan lainnya.

Ilustrasi kompetisi untuk anak-anak. (Shutterstock)
Ilustrasi anak-anak. (Shutterstock)

4.Pergeseran Suasana Hati

Anak-anak yang mengalami kegelisahan biasanya akan mengalami perubahan suasana hati yang signifikan. Menurut psikolog klinis John Mayer, beberapa perilaku yang harus diwaspadai adalah ledakan kemarahan, menangis tiba-tiba, murung, hingga kehilangan minat pada kegiatan favorit.

5. Lebih Banyak Bertanya

Menurut psikolog Genevieve von Lob, anak-anak yang cemas akan lebih banyak bertanya sebagai tanda meminta kepastian.

"Orang tua juga mungkin menemukan bahwa anak-anak mereka lebih gelisah pada waktu tidur dan takut ditinggal sendirian," kata von Lob.

Apa pun perubahan suasana hati atau perilaku yang terjadi, penting bagi orangtua untuk memahami anak dengan membuat dialog yang terbuka. Perlu juga untuk melatih kesabaran, membangun rutinitas baru, hingga lakukan komunikasi virtual dengan teman.

"Meskipun perubahan perilaku ini biasa terjadi pada peristiwa yang membuat stres seperti Covid-19, ini tidak berarti bahwa tidak ada yang harus dilakukan," kata Gurwitch.

"Orang tua dan pengasuh memiliki peran penting untuk membantu anak-anak beradaptasi dengan kebiasaan baru," tambahnya.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Hal Utama dalam PSBB di  Jakarta

6 Hal Utama dalam PSBB di Jakarta

Video | Rabu, 08 April 2020 | 14:01 WIB

Kisah Rosul Meninggal di Masjid Dicurigai karena Virus Corona

Kisah Rosul Meninggal di Masjid Dicurigai karena Virus Corona

Jatim | Rabu, 08 April 2020 | 13:57 WIB

Simpel! Trik agar Kacamata Tidak Berembun saat Mengenakan Masker

Simpel! Trik agar Kacamata Tidak Berembun saat Mengenakan Masker

Health | Rabu, 08 April 2020 | 13:57 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×