Tingkat KDRT di Beberapa Negara Meningkat saat Pandemi Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Senin, 13 April 2020 | 16:06 WIB
Tingkat KDRT di Beberapa Negara Meningkat saat Pandemi Corona Covid-19
Ilustrasi korban KDRT. (Shutterstock)

Suara.com - CEO dari jaringan nasional anti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Amerika Serikat, Deborah Vagins menyatakan tingkat KDRT naik selama masa isolasi terkait pandemi corona Covid-19.

Melansir dari Huffpost, Vagins mencatat bahwa negara-negara di Amerika Serikat, Prancis, China, Australia, dan Greenland, melaporkan peningkatan KDRT setelah imbauan untuk tingal di rumah. The Straits Times juga melaporkan kejadian serupa terjadi di Jepang. 

"Para korban KDRT tidak memiliki tempat lain untuk menghindari kekerasan selama krisis virus corona," kata Allison Randall, wakil presiden untuk kebijakan dan isu-isu yang muncul di Jaringan Nasional untuk Anti KDRT.

Saat penerapan jarak sosial, rumah teman atau keluarga besar tidak memungkinkan untuk dikunjungi. Korban mungkin tidak ingin pergi ke tempat penampungan kekerasan dalam rumah tangga dan tinggal bersama orang asing selama krisis.

Randall mengatakan para advokat telah mendengar banyak cerita korban KDRT di mana para pelaku menggunakan isolasi dan ketakutan tentang virus corona untuk mengendalikan dan mengintimidasi para korban.

Ilustrasi korban kekerasan seksual, kdrt. (Shutterstock)
Ilustrasi korban kekerasan seksual, kdrt. (Shutterstock)

"Mereka (pelaku) akan mengancam dengan berkata, 'jika kamu pergi, kamu akan terkena virus' atau membakar kartu asuransi mereka dan mencegah mereka pergi ke dokter untuk tes Covid-19," kata Randall.

Para ahli KDRT yang diwawancarai oleh HuffPost juga melaporkan adanya peningkatan penjualan senjata dan amunisi selama krisis Covid-19.

"Banyak pembelian senjata dimotivasi oleh rasa takut," kata Susan B. Sorenson, seorang profesor di Universitas Pennsylvania dan direktur Ortner Center on Violence & Abuse.

"Tetapi sementara masyarakat dapat membeli senjata untuk melindungi keluarga mereka, penelitian menunjukkan bahwa senjata jauh lebih mungkin digunakan untuk mengintimidasi atau mengancam anggota keluarga," kata Sorenson pada Huffpost.

baca juga
Ilustrasi kekerasan rumah tangga (visualphotos.com)
Ilustrasi kekerasan rumah tangga (visualphotos.com)

Kristen Rand, direktur legislatif untuk Pusat Kebijakan Kekerasan mengingatkan bahwa masih terlalu dini untuk mengetahui apakah pembunuhan-bunuh diri telah meningkat selama krisis virus corona.

"Biasanya, jumlah insiden berfluktuasi dari minggu ke minggu," kata Rand.

"Saya berharap para peneliti akan melakukan studi peer-review tentang apa yang terjadi dengan kekerasan dalam rumah tangga selama periode ini," tambahnya.

Menurut Casey Gwinn, seorang pakar nasional dalam kekerasan dalam rumah tangga dan presiden Alliance for Hope International. Virus corona memang tidak secara langsung menimbulkan sikap kekerasan, melainkan kondisi di balik situasi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wali Kota Tanjungpinang Kritis Dirawat di Ruangan Isolasi Virus Corona

Wali Kota Tanjungpinang Kritis Dirawat di Ruangan Isolasi Virus Corona

News | Senin, 13 April 2020 | 15:17 WIB

Kelanjutan Liga Premier Inggris Jadi Perdebatan, FA Tawarkan Solusi

Kelanjutan Liga Premier Inggris Jadi Perdebatan, FA Tawarkan Solusi

Bola | Senin, 13 April 2020 | 15:15 WIB

Aktivitas Warga Masih Padat Saat PSBB DKI, Pangdam Jaya: Tak Ada Perubahan

Aktivitas Warga Masih Padat Saat PSBB DKI, Pangdam Jaya: Tak Ada Perubahan

News | Senin, 13 April 2020 | 15:12 WIB

Terkini

Hari Ketujuh Pencarian ASN Bogor yang Jatuh: Penyelam Diterjunkan, Keberadaan Bayu Masih Misteri

Hari Ketujuh Pencarian ASN Bogor yang Jatuh: Penyelam Diterjunkan, Keberadaan Bayu Masih Misteri

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Naik Hercules TNI AU, 30 Ton Bantuan Pemprov Sulsel Meluncur ke Titik Gempa NTT

Naik Hercules TNI AU, 30 Ton Bantuan Pemprov Sulsel Meluncur ke Titik Gempa NTT

Sulsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Apa Itu Bilangan Prima? Ini Pengertian, Sifat, Contoh, dan Cara Menentukannya

Apa Itu Bilangan Prima? Ini Pengertian, Sifat, Contoh, dan Cara Menentukannya

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:54 WIB

Praktis! 2 Produk Ini Bisa Hapus Makeup sekaligus Membersihkan Wajah

Praktis! 2 Produk Ini Bisa Hapus Makeup sekaligus Membersihkan Wajah

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Lindas Pria di Kolong Truk, Sopir Ini Santai Pindahkan Jasad Lalu Isi BBM ke SPBU

Lindas Pria di Kolong Truk, Sopir Ini Santai Pindahkan Jasad Lalu Isi BBM ke SPBU

Lampung | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Timnas Indonesia Tanpa Rizky Ridho di FIFA ASEAN Cup 2026?

Timnas Indonesia Tanpa Rizky Ridho di FIFA ASEAN Cup 2026?

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Tutorial Membuat Winged Eyeliner yang Rapi untuk Pemula, Ikuti 8 Langkahnya

Tutorial Membuat Winged Eyeliner yang Rapi untuk Pemula, Ikuti 8 Langkahnya

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Diduga Rugikan Negara Rp38 M Kasus Batu Bara, Manajer PT PPA dan Petinggi PT BAS Sidang Perdana

Diduga Rugikan Negara Rp38 M Kasus Batu Bara, Manajer PT PPA dan Petinggi PT BAS Sidang Perdana

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Tak Cuma Rp1 Miliar, Pemda DIY Desak Kampus Ringankan UKT Mahasiswa NTT

Tak Cuma Rp1 Miliar, Pemda DIY Desak Kampus Ringankan UKT Mahasiswa NTT

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:43 WIB

×