Array

Peneliti: Kelelawar dan Virus Corona Sudah Terkait Selama Jutaan Tahun

Senin, 27 April 2020 | 21:15 WIB
Peneliti: Kelelawar dan Virus Corona Sudah Terkait Selama Jutaan Tahun
Ilustrasi kelelawar buah. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan membandingkan berbagai jenis virus corona yang hidup dalam 36 spesies kelelawar dari Samudera Hindia bagian barat dan daerah terdekat Afrika. Mereka menemukan bahwa kelompok kelelawar yang berbeda pada genus dan dalam beberapa kasus memiliki jenis virus corona masing-masing.

Melansir dari Science Daily, penelitian yang diterbitkan pada jurnal Scientific Reports tersebut mengungkapkan bahwa kelelawar dan virus corona telah berevolusi bersama selama jutaan tahun.

"Kami menemukan bahwa ada sejarah evolusi yang mendalam antara kelelawar dan virus corona," kata Steve Goodman, MacArthur Field Biologist di Chicago's Field Museum dan salah satu penulis penelitian.

"Mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana coronavirus berkembang dapat membantu kita membangun program kesehatan masyarakat di masa depan," tambahnya.

Studi ini dipimpin oleh ilmuwan Université La La Réunion Léa Joffrin dan Camille Lebarbenchon yang melakukan analisis genetik di laboratorium Processus infectieux en milieu insulaire tropical (PIMIT) di Pulau Réunion. Mereka berfokus pada penyakit menular yang muncul di pulau-pulau di barat Samudera Hindia.

Ilustrasi kelelawar (Shutterstock)
Ilustrasi kelelawar (Shutterstock)

Banyak orang menggunakan virus corona sebagai sinonim untuk Covid-19. Padahal ada sejumlah besar jenis virus corona yang berbeda sebanyak spesies kelelawar yang ada.

Virus corona yang dibawa oleh kelelawar yang dipelajari dalam makalah ini berbeda dari yang menyebabkan Covid-19. Namun, dengan mempelajari tentang virus corona pada kelelawar secara umum, maka dapat lebih memahami virus penyebab Covid-19.

Goodman dan rekan-rekannya selama beberapa dekade mengambil swab dan beberapa kasus sampel darah dari lebih dari seribu kelelawar yang mewakili 36 spesies yang ditemukan di pulau-pulau di Samudra Hindia bagian barat. Delapan persen dari kelelawar yang mereka teliti membawa virus corona.

"Kami menemukan bahwa sebagian besar, masing-masing genera yang berbeda dari keluarga kelelawar memiliki sekuens virus corona turunannya sendiri," kata Goodman.

Baca Juga: Kabar Baik Hari Ini, Pemerintah: Kasus Corona di Jakarta Sudah Melambat

Ilustrasi Covid-19. (Pexels)
Ilustrasi Covid-19. (Pexels)

"Selain itu, berdasarkan sejarah evolusi dari kelompok kelelawar yang berbeda, jelas bahwa ada koeksistensi yang mendalam antara kelelawar dan virus corona yang terkait," tambahnya.

Goodman juga mencatat, terlepas dari kenyataan bahwa kelelawar membawa virus corona, manusia tidak seharusnya merespons dengan melukai atau memusnahkan kelelawar atas nama kesehatan masyarakat.

"Ada banyak bukti bahwa kelelawar penting untuk berfungsinya ekosistem, apakah itu untuk penyerbukan bunga, penyebaran buah-buahan, atau mengontrol serangga," ujar Goodman. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI