Peneliti: Virus Corona Menular pada Akhir Tahun Lalu di Seluruh Dunia

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 06 Mei 2020 | 15:17 WIB
Peneliti: Virus Corona Menular pada Akhir Tahun Lalu di Seluruh Dunia
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Suara.com - Sebuah analisis genetik baru dari virus penyebab Covid-19 disebut telah beredar pada manusia sejak akhir tahun 2019. Analisis genetik itu dilakukan pada 7.600 pasien di seluruh dunia.

Dilansir dari CNN, Francois Balloux dari Universitas College London Genetics Institute dan rekannya menarik rangkaian virus dari basis data global yang digunakan para ilmuwan di seluruh dunia untuk berbagi data. Mereka melihat sampel yang diambil pada waktu dan tempat yang berbeda.

Sampel-sampel itu menunjukkan, bahwa virus corona penyebab Covid-19 pertama kali menginfeksi orang pada akhir tahun lalu. Penemuan ini jelas menunjukkan, betapa cepatnya virus corona menyebar di seluruh dunia.

"Ini mengesampingkan setiap skenario yang mengasumsikan SARS-CoV-2 telah beredar jauh sebelum diidentifikasi sehingga menginfeksi sebagian besar populasi," tulis tim Balloux dalam jurnal Infection, Genetics and Evolution.

Beberapa dokter berharap virus itu beredar selama berbulan-bulan dan mungkin telah secara diam-diam menginfeksi lebih banyak orang dari pertama kasus yang dikonfirmasi. Itu akan menawarkan harapan bahwa mungkin ada kekebalan yang sudah dibangun di beberapa populasi.

Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

Sayangnya penelitian baru ini menunjukkan, bahwa virus corona baru melompat pada manusia di akhir tahun lalu. "Semua orang berharap untuk itu. Saya juga," kata Balloux.

"Hasil kami sesuai dengan perkiraan sebelumnya dan menunjukkan semua sekuens berbagi leluhur bersama menjelang akhir 2019, itu periode ketika SARS-CoV-2 melompat ke host manusia," tulis tim penelitian itu.

"Kami benar-benar yakin bahwa lompatan dari inang terjadi pada akhir tahun lalu, (bukan berbulan-bulan sebelum kasus dikonfirmasi)," tambahnya.

Mereka juga menemukan bukti genetik yang mendukung kecurigaan bahwa virus tersebut menginfeksi orang di Eropa, AS dan di tempat lain berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan sebelum kasus resmi pertama dilaporkan pada Januari dan Februari.

baca juga
Update virus corona Covid-19 global (Dok. Pixabay/Congerdesign)
Update virus corona Covid-19 global (Dok. Pixabay/Congerdesign)

Lane Warmbrod, seorang analis di Johns Hopkins Center for Health Security telah melacak laporan tentang genetika tersebut. Dia mengatakan lebih banyak penelitian diperlukan pada hewan untuk menunjukkan bagaimana perubahan genetika virus.

Laporan tentang mutasi dapat menjadi penting bagi tim yang bekerja pada obat-obatan dan vaksin untuk melawan virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peti Mati untuk Jenazah Covid-19 Gratis, Pemprov DKI: Kami Beli, Tak Buat

Peti Mati untuk Jenazah Covid-19 Gratis, Pemprov DKI: Kami Beli, Tak Buat

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 14:13 WIB

Pasien Positif Corona Kabur sampai Meninggal, Satu Desa di Garut Diisolasi

Pasien Positif Corona Kabur sampai Meninggal, Satu Desa di Garut Diisolasi

Jabar | Rabu, 06 Mei 2020 | 14:10 WIB

Pakar Inggris: Isolasi adalah Kesempatan Emas untuk Lakukan Tes IMS

Pakar Inggris: Isolasi adalah Kesempatan Emas untuk Lakukan Tes IMS

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 14:12 WIB

Terkini

Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi

Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi

Foto | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Wangi Pastry Hangat! Ini 5 Parfum Lokal Aroma Butter yang Creamy dan Gurih

Wangi Pastry Hangat! Ini 5 Parfum Lokal Aroma Butter yang Creamy dan Gurih

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Ngeri! Macan Kumbang Nyelonong Masuk Permukiman di Batang, Ternak Warga Jadi Korban

Ngeri! Macan Kumbang Nyelonong Masuk Permukiman di Batang, Ternak Warga Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Cegah Anggota Dewan 'Joget-Joget' Lagi, Musik Sidang Tahunan MPR 2026 Diatur Ulang

Cegah Anggota Dewan 'Joget-Joget' Lagi, Musik Sidang Tahunan MPR 2026 Diatur Ulang

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Temukan 36 Selongsong Peluru, Komanas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Kembru

Temukan 36 Selongsong Peluru, Komanas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Kembru

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Puan Maharani Ungkap 4 Nama Calon Petinggi BI Pilihan Presiden

Puan Maharani Ungkap 4 Nama Calon Petinggi BI Pilihan Presiden

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Kepala KUA Pulau Beringin Tewas Ditikam, Cekcok Berawal dari Jemuran Kopi

Kepala KUA Pulau Beringin Tewas Ditikam, Cekcok Berawal dari Jemuran Kopi

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Jokowi Tantang dr Tifa, Kalau Yakin 100 Persen Ijazahnya Palsu: Buktikan di Persidangan!

Jokowi Tantang dr Tifa, Kalau Yakin 100 Persen Ijazahnya Palsu: Buktikan di Persidangan!

Surakarta | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Cegah Kriminal, BRI Hadirkan Fitur Notifikasi Real-Time WhatsApp dan SMS di BRImo

Cegah Kriminal, BRI Hadirkan Fitur Notifikasi Real-Time WhatsApp dan SMS di BRImo

Bri | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Singgung Soal Transaksi Rp 809 Miliar, Nadiem Makarim Optimistis Vonis 10 Tahun Bisa Dikoreksi

Singgung Soal Transaksi Rp 809 Miliar, Nadiem Makarim Optimistis Vonis 10 Tahun Bisa Dikoreksi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:11 WIB

×