- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjadi salah satu dari enam kandidat direktur jenderal WHO atas penugasan Presiden Prabowo Subianto.
- Seleksi tahap berikutnya dijadwalkan mengerucut menjadi tiga kandidat pada Januari, sedangkan pemilihan resmi berlangsung Mei tahun depan.
- Direktur Jenderal WHO yang baru nantinya akan resmi mulai menjabat pada tanggal 16 Agustus 2027 mendatang.
Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta doa, menyusul namanya masuk menjadi satu dari enam kandidat direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Budi enggan berkomentar banyak mengenai persaingan memperebutkan jabatan tersebut.
Ia hanya meminta doa dan menegaskan hal tersebut atas tugas dari Presiden Prabowo Subianto.
“Ya, doain aja deh. Ini kan udah ditugaskan oleh Bapak,” kata Budi usai rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/9/2026).
Sementara itu ditanya, apakah akan mundur dari Menteri Kesehatan bila takdir mengantarkan Budi menjabat Dirjen WHO, Budi belum memberikan jawaban.
“Ah, ntar, nanti Januari kan ada diturunin jadi 3. Kemudian di bulan Mei pemilihannya, baru di bulan Mei tahun depan,” kata Budi.
Diketahui, sedikitnya lima kandidat masuk dalam bursa pemilihan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin.
kelima kandidat tersebut adalah Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, Hans Henri P. Kluge dari Belgia, Maria P. Neira dari Spanyol, dan Budi Gunadi Sadikin dari Indonesia.
Masa pencalonan ditutup pada Kamis (24/9). Namun, WHO baru akan merilis daftar kandidat resmi setelah seluruh kantor regional menyelesaikan pertemuan musim gugur pada awal November.
Direktur Jenderal WHO terpilih akan menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus dan mulai menjabat pada 16 Agustus 2027.