Kasus Baru di Korea dan China, Gelombang Kedua Virus Corona Semakin Nyata?

M. Reza Sulaiman

Senin, 11 Mei 2020 | 18:20 WIB
Kasus Baru di Korea dan China, Gelombang Kedua Virus Corona Semakin Nyata?
Sekolah di China yang dibuka kembali setelah kasus Covid-19 menurun. [AFP/Greg Baker]

Suara.com - Kasus Baru di Korea dan China, Gelombang Kedua Virus Corona Semakin Nyata?

Gelombang kedua wabah virus Corona Covid-19 diprediksi jatuh pada awal musim dingin mendatang. Namun, munculnya kasus baru di China dan Korea Selatan wajib diwaspadai sebagai tanda awal gelombang kedua.

Dilansir Anadolu Agency, kasus-kasus Covid-19 baru di China dan Korea Selatan telah memicu kekhawatiran adanya gelombang kedua wabah. Menurut Komisi Kesehatan Nasional (NHC), sekitar 17 kasus baru dilaporkan di daratan China pada Senin.

Kota Wuhan, tempat virus korona pertama kali terdeteksi, melaporkan nol kasus selama berminggu-minggu. Hingga saat ini, sedikitnya 4.633 orang tewas karena terpapar Covid-19, sementara 78.144 pasien sudah dinyatakan pulih dan dipulangkan dari rumah sakit.

Pada Senin, otoritas di Kota Shulan kembali memberlakukan karantina wilayah setelah cluster baru dilaporkan.

"Kota ini bersiaga perang melawan virus. Pemerintah setempat akan mengambil langkah-langkah ketat mengendalikan penyebaran virus," kata Wali Kota Jin Hua.

Sementara itu, Korea Selatan melaporkan 35 kasus Covid-19 baru, yang merupakan lonjakan harian tertinggi sejak 9 April. Kantor Berita Yonhap menyebutkan puluhan kasus baru berkaitan dengan pengunjung bar akhir pekan lalu setelah Korsel melonggarkan aturan pembatasan sosialnya baru-baru ini.

Akibatnya, Korsel pun kini menutup lebih dari 2.100 bar dan tempat hiburan malam lainnya. Sebagai antisipasi, mereka juga mengubah sistem pelayanan di rumah sakit.

Virus corona baru dari China (2019-nCoV) berpotensi mengancam kesehatan global. (Shutterstock)
Virus corona baru dari China (2019-nCoV) berpotensi mengancam kesehatan global. (Shutterstock)

Melansir dari Korea Herald, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea mengatakan dalam jumpa pers bahwa perawatan medis jarak jauh dan fasilitas kesehatan khusus pernafasan akan segera dibentuk.

baca juga

Sistem tersebut diterapkan untuk mengatasi kemungkinan kenaikan permintaan perawatan penyakit pernapasan di musim gugur dan musim dingin.

"Dengan mengisolasi pasien bergejala pernapasan atau demam dari pasien lainnya, risiko penularan yang disebabkan dengan kunjungan rumah sakit diperkirakan bisa turun," kata Wakil Menteri Kesehatan, Kim Gang-lip.

Pada sistem online tersebut, resep dokter akan diberikan melalui telepon.

Pada awal Mei, biaya layanan medis untuk resep khusus telepon akan dihargai 30 persen lebih tinggi daripada kunjungan langsung ke kantor dokter. Namun biaya tersebut akan ditanggung negara melalui Layanan Asuransi Kesehatan Nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik! Kondisi Berangsur Membaik, Sekolah di 5 Negara Ini Dibuka Lagi

Kabar Baik! Kondisi Berangsur Membaik, Sekolah di 5 Negara Ini Dibuka Lagi

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 20:50 WIB

Tentara China dan India Adu Jotos di Perbatasan yang Dipersengketakan

Tentara China dan India Adu Jotos di Perbatasan yang Dipersengketakan

News | Senin, 11 Mei 2020 | 16:08 WIB

Homofobia Jadi Hambatan Korea Selatan Perangi Covid-19

Homofobia Jadi Hambatan Korea Selatan Perangi Covid-19

News | Senin, 11 Mei 2020 | 16:04 WIB

Terkini

Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes di Lombok Bertambah Jadi 16 Orang, Ini Modusnya

Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes di Lombok Bertambah Jadi 16 Orang, Ini Modusnya

Bali | Senin, 28 September 2026 | 16:08 WIB

Dari Sepeda hingga Cita-Cita, BRI Peduli Temani Perjalanan Mahesa Meraih Mimpi

Dari Sepeda hingga Cita-Cita, BRI Peduli Temani Perjalanan Mahesa Meraih Mimpi

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 16:07 WIB

Dana Asing Kabur dari Indonesia, Rupiah Melemah

Dana Asing Kabur dari Indonesia, Rupiah Melemah

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:07 WIB

Soba Otentik Jepang Ini Diskon Jadi Rp50.000 Khusus Nasabah BRI

Soba Otentik Jepang Ini Diskon Jadi Rp50.000 Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 28 September 2026 | 16:06 WIB

BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda

BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda

Kalbar | Senin, 28 September 2026 | 16:05 WIB

5 Eye Cream Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Samarkan Kerutan dan Mata Panda

5 Eye Cream Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Samarkan Kerutan dan Mata Panda

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 16:05 WIB

Kecelakaan Mobil Damkar di Jakut Bikin 3 Orang Luka, Polisi Beberkan Kronologinya

Kecelakaan Mobil Damkar di Jakut Bikin 3 Orang Luka, Polisi Beberkan Kronologinya

News | Senin, 28 September 2026 | 16:04 WIB

Dari Somasi sampai ke Dewan Pers, Gus Ipul Adukan Forum Keadilan soal Aliran Dana ke Muktamar NU

Dari Somasi sampai ke Dewan Pers, Gus Ipul Adukan Forum Keadilan soal Aliran Dana ke Muktamar NU

News | Senin, 28 September 2026 | 16:04 WIB

Kritik Keras Paradoks Industrialisasi: Bangun Pabrik Bertebaran, tapi Teknologinya Tetap Milik Asing

Kritik Keras Paradoks Industrialisasi: Bangun Pabrik Bertebaran, tapi Teknologinya Tetap Milik Asing

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 16:04 WIB

Tabrakan Beruntun di Jakut Libatkan Truk Damkar hingga Bus Transjakarta, 3 Orang Luka-luka

Tabrakan Beruntun di Jakut Libatkan Truk Damkar hingga Bus Transjakarta, 3 Orang Luka-luka

News | Senin, 28 September 2026 | 16:01 WIB

×