CDC: Tes Antibodi untuk Deteksi Covid-19 di Tubuh Kebanyakan Hasilnya Salah

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 27 Mei 2020 | 21:00 WIB
CDC: Tes Antibodi untuk Deteksi Covid-19 di Tubuh Kebanyakan Hasilnya Salah
Ilustrasi tes antibodi (Shutterstock)

Suara.com - Tes antibodi yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang pernah terinfeksi Covid-19 kemungkinan banyak menunjukkan hasil yang salah, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Tes serologis atau tes antibodi ini bertujuan untuk mencari bukti respon imun terhadap infeksi.

"Antibodi pada beberapa orang dapat dideteksi dalam minggu pertama onset penyakit," kata CDC, dilansir dari CNN Internasional.

CDC menilai tes antobodi ini tidak cukup akurat untuk dijadikan pedoman dalam membuat keputusan kebijakan penting.

"Hasil tes serologis tidak boleh digunakan untuk membuat keputusan tentang pengelompokan orang yang berada atau diterima untuk berkumpul di tempat seperti sekolah atau asrama."

Ilustrasi tes darah. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi tes darah. (Sumber: Shutterstock)

Badan kesehatan ini juga menilai hasil tes serologi tidak boleh digunakan untuk membuat keputusan tentang pengembalian orang-orang ke tempat kerja.

CDC mengimbau kepada pejabat kesehatan atau penyedia layanan kesehatan yang melakukan tes antibodi perlu menggunakan tes paling akurat yang dapat mereka temukan dan mungkin perlu menguji orang sebanyak dua kali.

"Di sebagian besar negara, termasuk daerah yang paling terkena dampak, prevalensi antibodi SARS-CoV-2 diperkirakan rendah, kurang dari 5% hingga 25%, sehingga pengujian pada titik ini mungkin menghasilkan, relatif lebih banyak, positif palsu dan lebih sedikit menghasilkan negatif palsu."

Semakin tinggi sensitivitas, semakin sedikit negatif palsu yang akan dihasilkan. Semakin tinggi spesifisitas, semakin sedikit positif palsu.

Di seluruh populasi, tes memberikan hasil yang lebih akurat jika penyakit yang diuji adalah umum pada populasi tersebut.

Ilustrasi tes antibodi. [Greg Baker/AFP]
Ilustrasi tes antibodi. [Greg Baker/AFP]

Jika infeksi hanya memengaruhi sebagian kecil orang yang diuji, bahkan margin kesalahan yang sangat kecil dalam tes akan membesar.

Jika hanya ada 5% dari populasi yang diuji memiliki virus corona, tes dengan akurasi lebih dari 90% masih bisa tidak mendeteksi setengah dari kasus.

Hasil positif palsu akan membuat seseorang percaya bahwa mereka telah terinfeksi padahal sebenarnya belum terinfeksi.

Ada sedikit bukti bahwa orang yang sudah pernah terinfeksi akan memiliki kekebalan terhadap infeksi kemudian hari, tetapi dokter khawatir orang-orang akan berperilaku seolah-olah mereka kebal dari Covid-19 jika mereka mendapatkan tes antibodi positif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tes Antibodi dan Pelacakan Kontak, Cara Jerman Cegah Gelombang Kedua Corona

Tes Antibodi dan Pelacakan Kontak, Cara Jerman Cegah Gelombang Kedua Corona

Video | Senin, 18 Mei 2020 | 18:52 WIB

Ada Perkembangan Positif pada Tes Antibodi Virus Corona di Inggris

Ada Perkembangan Positif pada Tes Antibodi Virus Corona di Inggris

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 16:40 WIB

Diklaim 100 Persen Akurat, Tes Antibodi Covid-19 Ini Siap Dirilis 2 Minggu

Diklaim 100 Persen Akurat, Tes Antibodi Covid-19 Ini Siap Dirilis 2 Minggu

Tekno | Selasa, 05 Mei 2020 | 11:30 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB