Pakar: Asal Virus Corona Covid-19 Mungkin Bukan dari China

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 28 Mei 2020 | 17:30 WIB
Pakar: Asal Virus Corona Covid-19 Mungkin Bukan dari China
Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok. (Shutterstock)

Suara.com - Zhong Nashan, pakar pernapasan yang dikenal berperan dalam memerangi SARS menyatakan, bahwa virus corona mungkin pertama kali bukan dari Wuhan, China. Namun bisa saja Amerika Serikat atau Prancis.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Pasar Grosir Makanan Laut Huanan Wuhan awalnya diyakini sebagai sumber infeksi. Tetapi para ahli epidemiologi hanya menemukan jejak virus dalam sampel yang diambil di pasar.

Zhong menyatakan, bahwa kasus pertama di Wuhan, serta sebagian besar dari 1.099 kasus yang dirawat di kota itu tidak memiliki hubungan ke pasar sama sekali.

Dengan begitu, Zhong menegaskan penyelidikan terhadap asal-usul virus corona masih penting untuk dilakukan. "Kita perlu mencari tahu persis bagaimana virus ditransmisikan," kata Zhong.

"Ini adalah proses evolusi dan itu bisa terjadi di mana saja. Data menunjukkan hal itu terjadi di China, Prancis, dan Amerika Serikat. Kami benar-benar perlu mencari tahu bagaimana ini terjadi," tambahnya.

Zhong mengatakan sekarang telah ditetapkan bahwa kasus paling awal telah terjadi pada bulan September dan November.

"Itu terjadi pada bulan November di AS, Prancis, dan Italia. Jadi itu adalah masalah dunia bahwa virus itu mungkin sudah ada jauh sebelum dilaporkan di China," katanya.

Pasar Huanan di Wuhan, China., tempat virus corona jenis baru dilaporkan muncul pertama kali. Pasar seluas tujuh kali lapangan bola itu menjual hasil laut, unggas, ular, kelelawar, binatang ternak, dan binatang liar. (ANTARA/HO-yehuoqingnian/mii)
Pasar Huanan di Wuhan, China., tempat virus corona jenis baru dilaporkan muncul pertama kali. Pasar seluas tujuh kali lapangan bola itu menjual hasil laut, unggas, ular, kelelawar, binatang ternak, dan binatang liar. (ANTARA/HO-yehuoqingnian/mii)

Zhong mengatakan, bahwa meskipun hewan di pasar telah dibuang sebagai bagian dari tanggapan awal pemerintah Wuhan untuk mengekang penyebaran virus, penyelidikan masih bisa mengetahui perannya dalam pandemi jika para ilmuwan bekerja sama.

Shao Yiming, kepala pakar AIDS di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan kepada jurnal Science bahwa, meskipun pasar telah didesinfeksi dan hewan-hewan dibuang, masih ada cara-cara lain untuk menyelidiki asal virus.

baca juga

Shao menegaskan, bahwa catatan dari mana hewan-hewan itu berasal masih tersedia dan dapat digunakan untuk melacak hewan yang dijual di pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Pimpinan KPK Ingatkan Potensi Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada

Eks Pimpinan KPK Ingatkan Potensi Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 15:39 WIB

Imbas Pasar di Jember Ditutup, Pedagang: Kami Tak Mau Mati Kelaparan!

Imbas Pasar di Jember Ditutup, Pedagang: Kami Tak Mau Mati Kelaparan!

Jatim | Kamis, 28 Mei 2020 | 15:27 WIB

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Kamis, 28 Mei 2020

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Kamis, 28 Mei 2020

Video | Kamis, 28 Mei 2020 | 15:29 WIB

Terkini

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

×