Terungkap! Alasan Indonesia Bisa Mengalami Gelombang Kedua Covid-19

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 28 Mei 2020 | 17:54 WIB
Terungkap! Alasan Indonesia Bisa Mengalami Gelombang Kedua Covid-19
Pos Pantau PSBB di kawasan Cawang, Jakarta Timur. (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).

Suara.com - Terungkap! Alasan Indonesia Bisa Mengalami Gelombang Kedua Covid-19

Banyak pakar dan ahli yang memprediksi gelombang kedua pandemi virus corona atau Covid-19 bakal lebih besar dibanding gelombang pertama.

Risiko meningkat seiring menguatnya pembahasan soal new normal di Indonesia dan beberapa daerah yang sudah menyatakan mencabut pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

New normal yang dianggap belum waktunya dan pencabutan PSBB dipandang Pakar Epidemiologi FKM Unhas Prof. Ridwan Amiruddun, bisa memicu lahirnya gelombang kedua Covid-19.

"Jadi kalau intervensi (PSBB) ini dilonggarkan, maka memberi kesempatan untuk lahirnya gelombang-gelombang kedua, ketiga setelah pandemi," ujar Prof. Ridwan dalam diskusi publik online, Kamis (28/5/2020).

Pencabutan PSBB kata Prof. Ridwan dianggap oleh sebagian masyarakat pertanda pandemi telah usai, lalu masyarakat jadi gegabah. Padahal perlu dilanjutkan dengan tetap patuh memakai masker, menjaga jarak, hingga rajin mencuci tangan dengan sabun.

Perilaku-perilaku inilah yang harus tetap diintervensi oleh pemerintah, tidak hanya berlaku saat PSBB saja. Tapi bisa berlanjut dan dilakukan meski PSBB dicabut.

"Artinya yang kita harapkan program intervensi yang ada PSBB tadi, bisa berlanjut setelah PSBB, konsekuensinya adalah bagi sebagian masyarakat bahwa pandemi telah usai, karena bebas berinteraksi kemana-mana tanpa menggunakan masker, tanpa jaga jarak dan seterusnya, karena itu bisa melahirkan gelombang kedua pandemi," paparnya.

Gelombang kedua disebutkan Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Sulawesi Selatan itu, adalah sesuatu yang pasti terjadi saat pandemi penyakit menular melanda. Tidak hanya gelombang kedua, gelombang ketiga, keempat dan seterusnya bisa terjadi.

baca juga
Ilustrasi New Normal. [Shutterstock]
Ilustrasi New Normal. [Shutterstock]

Tapi yang menentukan seberapa parah gelombang selanjutnya ini dilihat dari intervensi dan kebijakan pemerintah, juga perilaku masyarakat itu sendiri. Karena gelombang kedua dan seterusnya penularan sudah terjadi pada transmisi lokal.

"Transmisi lokal ini berpotensi menyebabkan ledakan atau gelombang kedua pandemi, dan itu bisa lebih tinggi. Kalau kita mengacu Virus Spanyol gelombang keduanya itu jauh lebih besar, dibanding gelombang pertama. Pada beberapa penyakit yang lain gelombang pertama lebih besar dibanding virus yang kedua," ungkapnya.

Tapi alih-alih gelombang kedua, saat ini di Indonesia gelombang pertama saja belum usai dan kasus masih terus mengalami kenaikan menuju puncak kurva. Prof. Ridwan memprediksi puncak kasus bisa terjadi di Juni 2020 mendatang.

"Ini baru pada lembah menuju puncak, jadi kalau estimasi puncak bisa nanti di pertengahan Juni baru bisa sampai puncak, setelah itu turun, kemudian naik kembali," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Wishnutama Sebut Pariwisata di Bali Berpotensi Dibuka Kembali

Menteri Wishnutama Sebut Pariwisata di Bali Berpotensi Dibuka Kembali

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 17:49 WIB

New Normal Belum akan Diterapkan di Jateng dalam Waktu Dekat

New Normal Belum akan Diterapkan di Jateng dalam Waktu Dekat

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 17:45 WIB

Ngeluh Tak Mampu Beli Susu, Pria Bermobil Serahkan Anaknya ke Petugas PSBB

Ngeluh Tak Mampu Beli Susu, Pria Bermobil Serahkan Anaknya ke Petugas PSBB

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 17:29 WIB

Terkini

Blibli Buka PO iPhone 18 Pro di 5 Kawasan Perkantoran Jakarta

Blibli Buka PO iPhone 18 Pro di 5 Kawasan Perkantoran Jakarta

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Kalbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Sulsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:39 WIB

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:22 WIB

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Kode Voucher Belanja 10.10 di Shopee dari BRI, Ada Diskon Tambahan!

Kode Voucher Belanja 10.10 di Shopee dari BRI, Ada Diskon Tambahan!

Bri | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:07 WIB

BRI Gandeng Eastspring Indonesia, Tambah Pilihan Investasi bagi Nasabah

BRI Gandeng Eastspring Indonesia, Tambah Pilihan Investasi bagi Nasabah

Sumbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:06 WIB

BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000

BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000

Sumsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:00 WIB

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×