Pasien Covid-19 Parah Rentan Alami Stres Setelah Sembuh

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 29 Mei 2020 | 12:06 WIB
Pasien Covid-19 Parah Rentan Alami Stres Setelah Sembuh
Ilustrasi: pasien Covid-19 bisa alami depresi setelah sembuh. (Shutterstock)

Suara.com - Pasien Covid-19 yang sakit parah dan berhasil sembuh rentan mengalami Post Traumatic Stess Disorder (PTSD) atau gangguan stres pasca trauma. Ya, meski sembuh, para pasien masih bisa terluka secara emosional akibat waktu yang dihabiskan di ICU dan mereka berisiko lebih besar mengalami masalah psikologis.

"Hampir setiap pandemi yang telah dipelajari, ada masalah kesehatan perilaku terkait yang tidak hanya jangka pendek, tetapi jangka panjang dan yang ini tidak berbeda," kata Dr. David Shulkin, mantan sekretaris Urusan Veteran dan mantan presiden dan CEO Beth Israel Medical Center di New York City, dilansir dari WebMd.

Shulkin mencatat satu penelitian dari Wuhan, China, di mana lebih dari 700 pasien Covid-19 diberi tes standar untuk gejala PTSD. Hasilnya menunjukan, lebih dari 96 persen pasien menunjukan gejala PTSD.

"Saya pikir ini adalah sesuatu yang harus kami evaluasi serius dan pastikan kami mengatasi masalah ini," katanya.

Pasien Covid-19 yang sakit parah sering membutuhkan ventilator untuk membantu pernapasannya ketika virus merusak paru-paru mereka. Alat itu membuat mereka tetap hidup, tetapi juga memberikan pengalaman yang mengerikan.

Pasien yang menggunakan ventilator tidak dapat berbicara atau makan. Alat bantu yang dimasukan melalui tenggorokan mereka menyebabkan batuk atau tersedak. Akhirnya banyak pasien yang harus dibius agar tetap tenang dan mencegah mereka melepas ventilator, menurut American Thoracic Society.

Seorang ahli paru Rumah Sakit Mount Sinai di New York City, Dr. Udit Chaddha, mengatakan sekitar seperempat pasien yang menggunakan ventilator mengalami PTSD. Sedangkan setengahnya mengalami gejala depresi. Diakuinya, penggunaan ventilator memang memiliki banyak efek samping bagi pasien.

Angka-angka yang disebutkan Chaddha mirip dengan hasil dari penelitian di Inggris pada tahun 2018 tentang 5.000 pasien yang pernah dirawat di ruangan ICU.

Sekitar 46 persen pasien mengalami gejala kecemasan, 40 persen melaporkan depresi, dan 22 persen memiliki masalah yang berkaitan dengan PTSD dalam waktu satu tahun setelah mereka dikeluarkan dari ICU, menurut temuan yang diterbitkan dalam jurnal Critical Care. Hampir satu dari lima pasien tampaknya menderita dari ketiga kondisi psikologis tersebut.

Studi di Inggris juga menemukan bahwa pasien yang telah keluar dari ICU kemudian mengalami depresi, berisiko 47 persen meninggal dalam waktu dua tahun dibandingkan mereka yang tidak mengalami masalah kejiwaan.

Lebih lanjut, tingkat infeksi Covid-19 yang tinggi dan tuntutan menjaga jarak, membuat pasien sulit mendapat dukungan emosional dari orang terdekat.

Anggota keluarga dilarang mengunjungi pasien Covid-19 yang sakit parah. Bahkan selama pemulihan, mereka juga diminta untuk mengisolasi diri.

"Kita tahu bahwa keterhubungan sosial adalah salah satu hal paling protektif yang dimiliki orang terhadap dampak trauma," kata Dr. Joshua Morganstein, ketua Komite Asosiasi Psikiatri Amerika tentang Dimensi Bencana Psikiatri.

"Ketika tubuh dan pikiran seseorang berusaha merespons dan mengelola infeksi parah, ini bisa membingungkan dan melelahkan. Petugas kesehatan harus meluangkan waktu ketika mereka berbicara untuk mengartikulasikan dengan jelas dan berbicara dengan lembut tetapi terdengar kepada pasien, untuk membantu memastikan pasien memahami apa yang terjadi," paparnya.

Petugas kesehatan dan anggota keluarga harus mengawasi pemulihan pasien Covid-19 untuk tanda-tanda depresi, kecemasan atau PTSD, kata Shulkin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik, Pasien Covid-19 Usia 111 Tahun di Chili Berhasil Sembuh

Kabar Baik, Pasien Covid-19 Usia 111 Tahun di Chili Berhasil Sembuh

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 09:22 WIB

Dokter Anak: Separuh Pasien Covid-19 Anak Mengalami Gejala Demam dan Batuk

Dokter Anak: Separuh Pasien Covid-19 Anak Mengalami Gejala Demam dan Batuk

Health | Jum'at, 29 Mei 2020 | 07:55 WIB

Harus ke Rumah Sakit saat Pandemi Covid-19? Ingatlah Hal Ini

Harus ke Rumah Sakit saat Pandemi Covid-19? Ingatlah Hal Ini

Health | Jum'at, 29 Mei 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB