Terungkap, Ini Penyebab Utama Anak Jadi Perokok Aktif

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Minggu, 31 Mei 2020 | 17:43 WIB
Terungkap, Ini Penyebab Utama Anak Jadi Perokok Aktif
Dampak merokok pada keluarga. (Shutterstock)

Suara.com - Jumlah perokok di Indonesia masih sangat mengkhawatirkan.

Dalam catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),dari 70 juta anak di Indonesia, 37 persen atau 25,9 juta anak diantaranya merokok.

Sebanyak 43 juta anak usia hingga 18 tahun terancam penyakit mematikan.

Di balik angka yang masih terbilang tinggi tersebut, iklan rokok melalui spanduk di warung-warung atau pun baliho di pinggir jalan dapat mudah ditemukan di ternyata jadi sebab munculnya perokok anak.

Rokok. (Shutterstock)
Ilustrasi Penyebab Utama Anak Jadi Perokok Aktif. (Shutterstock)

Meski iklan tersebut tidak menunjukan langsung orang yang sedang merokok, namun ternyata menjadi faktor eksternal utama yang menyebabkan anak-anak menjadi perokok aktif.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang mengungkapkan bahwa 74,2 anak-anak merokok disebabkan adanya plang atau iklan di toko yang menjual rokok.

Data itu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (TCSC IAKMI).

"Berbagai penelitian membuktikan iklan promosi dan unsur rokok menimbulkan rasa ingin merokok, mendorong anak-anak untuk terus merokok bahkan mendorong anak yang sudah tidak merokok jadi merokok lagi. Untuk itu iklan promosi dan sponsor rokok dilarang keras didekatkan dari paparan anak," kata Bintang dalam Webinar perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Minggu (31/5/2020).

Selain iklan, lanjutnya, acara olahraga (46,6 persen), logo merchandise (39,1 persen), acara musik (39 persen), sampel gratis (14,7 persen), harga diskon (12,3 persen), dan hadiah gratis (8,7 persen) juga jadi penyebab anak usia 10-18 tahun menjadi perokok aktif.

baca juga

Diakui Bintang, Indonesia hingga saat ini masih mengalami berbagai permasalahan terkait rokok.

Salah satunya, harga rokok yang masih tergolong murah karena biaya cukai yang rendah.

Meski begitu pelarangan merokok, menurut Bintang, sangat dilematis sebab industri rokok sendiri memberikan pemasukan yang besar bagi keuangan negara.

"Pada 2016, Indonesia termasuk dalam 10 besar produsen juga pasar rokok terbesar di dunia," katanya.

Selain menjaga anak-anak agar tak menjadi perokok aktif, Bintang mengatakan mereka juga perlu dilindungi dari paparan asap rokok di lingkungannya. Sebab, menurutnya, penerapan kawasan tanpa rokok di Indonesia masih sangat rendah.

"Ini PR kita bersama tidak hanya mencegah anak jadi perokok pemula tapi juga bagaimana melindungi mereka dari paparan rokok," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Begini Taktik Industri Rokok Menarik Remaja

Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Begini Taktik Industri Rokok Menarik Remaja

Health | Minggu, 31 Mei 2020 | 10:11 WIB

Fenomena Perokok Anak, Kegagalan Pola Asuh atau Manipulasi Industri?

Fenomena Perokok Anak, Kegagalan Pola Asuh atau Manipulasi Industri?

Health | Minggu, 31 Mei 2020 | 08:15 WIB

Tidak Lebih Baik dari Rokok, Vape Juga Memiliki Risiko Tinggi Bagi Mulut!

Tidak Lebih Baik dari Rokok, Vape Juga Memiliki Risiko Tinggi Bagi Mulut!

Health | Kamis, 28 Mei 2020 | 15:30 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×