IDAI: Kasus Covid-19 pada Anak di Indonesia Masih Tinggi

Vania Rossa, Frieda Isyana Putri

Senin, 01 Juni 2020 | 16:00 WIB
IDAI: Kasus Covid-19 pada Anak di Indonesia Masih Tinggi
Ilustrasi anak memakai masker. (Pixabay)

Suara.com - Terkait rencana pemerintah yang akan membuka sekolah pada bulan Juli 2020 nanti, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan anjuran yang salah satunya berbunyi untuk tidak membuka sekolah sampai bulan Desember 2020. Sebab, ditemukan kasus Covid-19 pada anak di Indonesia masih cukup tinggi, yakni 7,5 persen.

"Angka persentasi Covid-19 anak di kita itu kalau dari data Kemkes itu 7,5 persen secara keseluruhan. Itu relatif lebih tinggi kalau dibandingkan negara lain yang sekitar 1 sampai 5 persen," kata Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), konsultan respirologi anak dari Satgas Covid-19 IDAI kepada Suara.com, Senin (1/6/2020).

Dr. Nastiti melanjutkan, angka yang meninggal juga cukup tinggi dibandingkan negara lain jika dilihat per usia. Di negara lain, hampir tidak terdeteksi, sementara di Indonesia ada yang 1,8 persen atau 3,8 persen menurut kelompok usia.

Salah satu faktor yang menyebabkan angka kematian anak akibat Covid-19 cukup tinggi adalah parameter kesehatan umum Indonesia yang banyak tertinggal dari negara lain.

Yakni seperti cakupan imunisasi yang lebih rendah dan angka stunting yang lebih tinggi.

"Artinya, parameter kesehatan kita tidak lebih baik dari negara-negara lain seperti Singapura, Malaysia, maupun Italia, maka wajar kalau angka kematian anak kita lebih tinggi," imbuhnya.

Selain itu, adanya anggapan yang salah tentang kelompok anak tidak termasuk kelompok yang rentan atau bahkan tidak mudah terserang Covid-19 dibandingkan dengan orang dewasa atau usia lanjut.

Apabila nanti sekolah bisa dibuka setelah bulan Desember, tugas yang harus dikerjakan masih banyak. Bukan hanya sekadar memberikan edukasi jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan, namun lebih kompleks dari itu.

Menurut dr. Nastiti, skrining atau penapisan yang memadai jugua perlu dilakukan, baik bagi anak, orangtua, dan guru yang terlibat dalam proses belajar mengajar di sekolah.

baca juga

Hal ini merujuk pada kejadian di Perancis dan Korea Selatan yang kembali menutup sekolah karena dijumpai kasus positif usai membuka sekolah.

Ia menyayangkan, kapasitas tes di Indonesia sendiri masih rendah. Sehingga IDAI melihat kesiapan untuk membuka sekolah kembali belum ada.

"Dan yang paling penting dan melihat tren epidemiologisnya belum aman dibuka sekolah seperti negara-negara lain yang mulai memberlakukan new normal," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Sekolah Dibuka Saat Pandemi Covid-19, Begini Tahapannya Menurut IDAI

Jika Sekolah Dibuka Saat Pandemi Covid-19, Begini Tahapannya Menurut IDAI

Health | Senin, 01 Juni 2020 | 12:45 WIB

Sekolah Dibuka Kembali, IDAI Khawatir Terjadi Gelombang Kedua Pandemi

Sekolah Dibuka Kembali, IDAI Khawatir Terjadi Gelombang Kedua Pandemi

Health | Senin, 01 Juni 2020 | 12:33 WIB

IDAI Keluarkan Anjuran untuk Tetap Menutup Sekolah hingga Desember 2020

IDAI Keluarkan Anjuran untuk Tetap Menutup Sekolah hingga Desember 2020

Video | Minggu, 31 Mei 2020 | 20:25 WIB

Terkini

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Epidemiolog: Bukan Berarti Influenza A Melonjak

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Epidemiolog: Bukan Berarti Influenza A Melonjak

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:40 WIB

Isu Ambang Batas 5 Persen Dinilai Cek Ombak Parpol di Parlemen

Isu Ambang Batas 5 Persen Dinilai Cek Ombak Parpol di Parlemen

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:40 WIB

4 Shio Ini Mulai Keluar dari Masa Sulit pada 24 September 2026

4 Shio Ini Mulai Keluar dari Masa Sulit pada 24 September 2026

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 19:38 WIB

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:35 WIB

Suahasil Klaim Coretax Bikin Mudah Bayar Pajak, Lapor SPT Tak Perlu Cari Bukti Potong

Suahasil Klaim Coretax Bikin Mudah Bayar Pajak, Lapor SPT Tak Perlu Cari Bukti Potong

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:31 WIB

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:29 WIB

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:28 WIB

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 19:22 WIB

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 19:20 WIB

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:19 WIB

×