Maksimalkan Tumbuh Kembang, Stimulus Wajib Diberikan Pada Anak di Usia Emas

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Senin, 08 Juni 2020 | 20:21 WIB
Maksimalkan Tumbuh Kembang, Stimulus Wajib Diberikan Pada Anak di Usia Emas
Ilustrasi stimulus tumbuh kembang anak. (Shutterstock)

Suara.com - Usia 0 sampai 6 tahun disebut sebagai masa emas anak-anak. Karena saat usia tersebut, tumbuh kembang anak terjadi sangat pesat baik secara fisik maupun kecerdasannya.

Masa awal tumbuh kembang anak menjadi periode yang sensitif dan terjadi hanya sekali orangtua diharapkan dapat mengoptimalkan periode ini dengan mengombinasikan stimulasi dan nutrisi yang tepat.

"Orang tua harus rajin memberikan stimulasi kepada anak, namun harus menunggu kesiapan anak sehingga tidak overstimulation," kata Psikolog Dr. Rose Mini A.P, MPsi dalam siaran pers 'Jangan Terlambat, Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Pada Masa Emasnya!' yang diterima suara.com, Senin (8/6/2020).

Di samping itu, tambah Rose, orangtua jangan membanding-bandingkan kemampuan setiap anak. Karena masing-masing mereka memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Rose mengamini bahwa setiap orangtua tentu menginginkan anaknya tumbuh aktif dan cerdas. Tetapi terkadang, makna kecerdasan sebatas pencapaian akademis di sekolah. Hal tersebut membuat anak terbatas pada jenis kecerdasan yang sangat sempit.

"Padahal, dalam diri anak, ada banyak potensi yang bisa dikembangkan karena pada dasarnya terdapat kecerdasan majemuk. Jika dipersiapkan dengan matang, generasi yang disebut ‘Gen Alpha’ ini akan unggul dengan kecerdasan majemuk,” jelasnya.

Dalam meningkatkan kualitas tumbuh kembang dan kecerdasan anak, kebanyakan orangtua terkadang terlalu fokus pada organ otaknya saja.

Tumbuh kembang anak. (Shutterstock)
Tumbuh kembang anak. (Shutterstock)

Padahal, organ lain juga berpengaruh, dalam hal ini adalah saluran pencernaan di mana para ahli sering menyebutnya dengan the second brain.

Konsep yang menggabungkan antara pengaruh saluran cerna proses perkembangan fungsi otak disebut sebagai gut-brain axis. Keterkaitan antara sistem saluran cerna dan otak ini diperankan penting oleh mikrobiota dalam saluran cerna, di mana bisa menghubungkan pusat kognisi dan emosi pada otak dengan aktivasi imun.

baca juga

Anak yang mempunyai saluran cerna yang baik dan sehat akan mampu menyerap nutrisi dengan baik dan menyuplai kebutuhan nutrisi ke seluruh tubuh, termasuk otak.

Bakteri baik di usus, yang sering disebut sebagai mikroflora, besar pengaruhnya terhadap perilaku anak sehingga perlu dijaga keseimbangannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Coronawati, Rekomendasi Nama Bayi Terpopuler selama Pandemi Covid-19

Bukan Coronawati, Rekomendasi Nama Bayi Terpopuler selama Pandemi Covid-19

Health | Senin, 08 Juni 2020 | 19:40 WIB

Bantah saat Dinasehati, Remaja 12 Tahun Dibakar Ayahnya Hidup-hidup

Bantah saat Dinasehati, Remaja 12 Tahun Dibakar Ayahnya Hidup-hidup

News | Senin, 08 Juni 2020 | 17:45 WIB

Individualisme Tinggi Bikin Anak Muda Cenderung Kesepian, Memang Iya?

Individualisme Tinggi Bikin Anak Muda Cenderung Kesepian, Memang Iya?

Lifestyle | Senin, 08 Juni 2020 | 17:29 WIB

Terkini

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:10 WIB

×