Layanan Bayi Tabung di Indonesia Jadi Unggulan Dibanding Negara Tetangga

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 09 Juni 2020 | 14:05 WIB
Layanan Bayi Tabung di Indonesia Jadi Unggulan Dibanding Negara Tetangga
Ilustrasi layanan bayi tabung. (Shutterstock)

Suara.com - Seperti halnya negara tetangga, Indonesia juga memiliki potensi menjadi pusat destinasi medical tourism. Tapi sayangnya, masih banyak pasien dalam negeri yang justru lebih memilih berobat ke negara tetangga, termasuk untuk layanan bayi tabung.

Padahal faktanya, layanan bayi tabung di Indonesia saat ini telah sangat meningkat. Hal ini diungkap oleh dr. Ivan R. Sini, SpOG, President Director PT Morula Indonesia yang selama ini fokus melayani program bayi tabung di Indonesia.

"(Terjadi) peningkatan jumlah pasien yang biasa berobat ke luar negeri saat ini. Layanan kesehatan terjadi penurunan di Indonesia, tapi di Morula terjadi peningkatan (layanan) signifikan, sekitar 20 persen," ujar dr. Ivan dalam press conference, Selasa (9/6/2020).

Dr. Ivan menyoroti, kebanyakan pasien yang berobat dan mencari layanan ke luar negeri menganggap tidak adanya akses pengobatan di Indonesia, padahal bisa jadi pengobatan itu sudah ada. Terbukti saat ini banyak pasangan yang mengikuti program bayi tabung di Morula, dan mereka bukan pasangan suami istri baru.

"Kita juga punya pasien ekspatriat yang tinggal di Indonesia, dan ada komentar malah lebih nyaman. Ini contoh produk medis yang bisa dipakai di Indonesia," papar dr. Ivan.

Menjalani program bayi tabung di dalam negeri juga lebih unggul, karena pasien tidak perlu ongkos pesawat ke luar negeri, tidak makan waktu dan biaya di perjalanan. Di tambah kultur dan budaya di Indonesia yang sesuai untuk pasien dalam negeri.

Kita boleh bangga, karena di layanan bayi tabung, kita punya teknologi pertama yakni egg banking atau penyimpanan sel telur, sperma, hingga embrio untuk nanti bisa digunakan di masa mendatang.

Embrio, sel telur, dan sperma disimpan pada suhu minus 160 derajat Celcius, yang membuat metabolisme tidak bisa berkembang, tapi juga tidak mati.

Egg banking ini biasanya dilakukan para pasien kanker, di mana metode pengobatan yang mereka lakukan bisa merusak sel telur ataupun sperma, sehingga tidak memungkinkan terjadinya pembuahan.

baca juga

Penyimpanan embrio (sel telur yang telah dibuahi sperma) juga bisa dilakukan oleh pasangan suami istri yang tinggal berjauhan. Atau bisa juga pada pasangan yang hendak merencanakan kehamilan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayi Tabung Tidak Mudah, Begini Proses yang Harus Dijalani Perempuan

Bayi Tabung Tidak Mudah, Begini Proses yang Harus Dijalani Perempuan

Health | Senin, 08 Juni 2020 | 12:36 WIB

Studi Ungkap Penyebab Pasien Mampu Indonesia Pilih Berobat ke Luar Negeri

Studi Ungkap Penyebab Pasien Mampu Indonesia Pilih Berobat ke Luar Negeri

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 18:10 WIB

Program Bayi Tabung, Zaskia Sungkar Bersiap Operasi Transfer Embrio

Program Bayi Tabung, Zaskia Sungkar Bersiap Operasi Transfer Embrio

Entertainment | Rabu, 22 April 2020 | 15:40 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB