Banyak Warga Ragu dengan Covid-19, Ini Jawaban Jubir Reisa Broto Asmoro

Risna Halidi

Selasa, 16 Juni 2020 | 16:57 WIB
Banyak Warga Ragu dengan Covid-19, Ini Jawaban Jubir Reisa Broto Asmoro
Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro berpose di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Minggu (14/6/2020). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga]

Suara.com - Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan virus corona penyebab sakit Covid-19 benar-benar ada di Indonesia.

Pernyataan tersebut keluar saat Reisa menyampaikan informasi terkini terkait perkembangan Covid-19 di Indonesia jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diikuti melalui akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Ia sadar banyak orang Indonesia yang meragukan kebenaran dari Covid-19.

"Banyak yang bertanya baik melalui website maupun media sosial, termasuk menanyakan apakah Covid-19 benar-benar ada," kata Reisa seperti yang Suara.com kutip di Antara.

Reisa menjawab Covid-19 adalah singkatan dari Coronavirus Disease 2019 yang merupakan penyakit menular disebabkan oleh virus corona tipe SARS-CoV-2.

Virus tersebut masuk ke dalam tubuh manusia dan menggandakan diri di saluran pernafasan bagian bawah sehingga mengganggu kekebalan tubuh dan dapat berakibat fatal bagi seseorang yang memiliki penyakit penyerta seperti ginjal, diabetes melitus, dan darah tinggi.

Virus corona penyebab Covid-19 kemudian menular melalui percikan yang ke luar dari mulut dan hidung orang yang terjangkit ketika batuk, bersin, dan berbicara baik secara langsung maupun melalui perantara permukaan yang kerap dipegang.

"Karena itu, penggunaan masker dengan baik dan benar sangat dianjurkan bahkan diwajibkan saat pandemi Covid-19. Selain itu, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan cairan pembersih tangan dan menjaga jarak juga bisa memutus rantai penularan COVID-19," tuturnya.

Reisa mengatakan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman telah berhasil memetakan identitas virus corona penyebab Covid-19 yang ada di Indonesia.

baca juga

Hal itu dapat digunakan untuk meneliti faktor epidemi lebih lanjut sekaligus untuk mencari obat antivirusnya.

"Dengan tahu virus yang beredar di Indonesia, maka akan bisa didesain vaksinnya. Saat ini, sudah ada 15 ribu lebih saudara-saudara kita yang berhasil sembuh dari Covid-19, membuktikan bahwa penyakit ini bisa disembuhkan," katanya.

Reisa mengatakan kerja sama seluruh pihak akan dapat memutus rantai penularan dan membuat pandemi Covid-19 cepat berakhir dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisakah Vaksin Polio Lindungi Seorang dari Covid-19? Ini Kata Peneliti

Bisakah Vaksin Polio Lindungi Seorang dari Covid-19? Ini Kata Peneliti

Health | Selasa, 16 Juni 2020 | 15:44 WIB

BPOM AS: Pemakaian Hidroksiklorokuin Bisa Melemahkan Efektivitas Remdesivir

BPOM AS: Pemakaian Hidroksiklorokuin Bisa Melemahkan Efektivitas Remdesivir

Health | Selasa, 16 Juni 2020 | 15:43 WIB

Ilmuwan Uji Coba Obat untuk Atasi Gumpalan Darah akibat Virus Corona

Ilmuwan Uji Coba Obat untuk Atasi Gumpalan Darah akibat Virus Corona

Health | Selasa, 16 Juni 2020 | 15:34 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB