Ilmuwan Uji Coba Obat untuk Atasi Gumpalan Darah akibat Virus Corona

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 16 Juni 2020 | 15:34 WIB
Ilmuwan Uji Coba Obat untuk Atasi Gumpalan Darah akibat Virus Corona
Ilustrasi obat. (Pixabay)

Suara.com - British Heart Foundation sedang mengerjakan uji coba untuk mengeksplorasi asumsi bahwa gumpalan darah akibat ketidakseimbangan hormon bisa jadi berkaitan dengan virus corona Covid-19.

Obat tersebut akan menjadi salah satu dari beberapa yang akan diuji untuk melawan gejala virus corona Covid-19 paling parah.

Sebelumnya dilansir oleh Express, ada sepertiga dari penderita virus corona Covid-19 yang dirawat di rumah sakit memiliki gumpalan darah berbahaya.

Sementara obat yang sedang diuji coba ini adalag TRV027 yang membantu menyeimbangkan kembali hormon dalam tekanan darah, air dan garam.

Para ilmuwan dari Imperial College London yang melakukan tes percaya bahwa saat patogen menyerang tubuh, maka patogen akan menggunakan enzim sebagai pegangan untuk memasuki sel.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Obat yang diuji coba ini pun berfungsi melumpuhkan enzim, yang membantu menyeimbangkan hormon utama. Saat tidak ada keseimbangan hormon, maka darah bisa menjadi kental dan menghadirkan risiko pembekuan darah.

Para peneliti berpikir bahwa obat TRV027, yang penemunya dianugerahi Nobel pada tahun 2012 bisa membantu menyeimbangkan kembali hormon.

Namun, ketidakseimbangan hormon adalah masalah yang sangat berbeda. Dr David Owen mengatakan ketidakseimbangan hormon bisa menjelaskan beberapa pasien sakit parah dan lainnya tidak.

Selain itu, gumpalan darah yang terbentuk juga bisa menjadi alasan mengapa virus corona sangat memengaruhi pasien dengan penyakit kardiovaskular.

baca juga

Terlepas dari hubungan antara gumpalan darah dengan sistem pernapasan, British Heart Foundation mengatakan virus corona Covid-19 adalah masalah kesehatan kompleks yang menyerang banyak sistem tubuh.

"Obat ini juga bisa digunakan bersamaan dengan perawatan lain," kata Dr Kat Pollock, pemimpin penelitian.

Obat ini telah terbukti aman dikonsumsi pasien gagal jantung akut, tetapi tidak berfungsi untuk mengobati kondisi lain. Rencananya, sekitar 60 orang akan diberikan obat ini untuk melawan virus corona Covid-19 pada bulan depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Menggunakan Obat Tetes Telinga dengan Benar dan Aman

Cara Menggunakan Obat Tetes Telinga dengan Benar dan Aman

Health | Selasa, 16 Juni 2020 | 15:24 WIB

Jangan Panik, Ini 5 Obat Sakit Perut yang Mudah Ditemukan di Dapur

Jangan Panik, Ini 5 Obat Sakit Perut yang Mudah Ditemukan di Dapur

Health | Selasa, 16 Juni 2020 | 13:48 WIB

Ada Kasus Baru Virus Corona, Ilmuwan China Klaim Strain Covid-19 dari Eropa

Ada Kasus Baru Virus Corona, Ilmuwan China Klaim Strain Covid-19 dari Eropa

Health | Selasa, 16 Juni 2020 | 12:55 WIB

Terkini

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

News | Senin, 14 September 2026 | 12:07 WIB

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 12:03 WIB

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

News | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Riau | Senin, 14 September 2026 | 11:58 WIB

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:56 WIB

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 11:54 WIB

Apakah Parfum Melati Viva Bagus dan Tahan Lama? Cek Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Parfum Melati Viva Bagus dan Tahan Lama? Cek Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:52 WIB

Apakah Serum PDRN DNA Salmon Bisa Membantu Meratakan Tekstur Bekas Jerawat Bopeng?

Apakah Serum PDRN DNA Salmon Bisa Membantu Meratakan Tekstur Bekas Jerawat Bopeng?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:52 WIB

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:48 WIB

×