Pakai Minyak Zaitun untuk Masak, Ini Manfaatnya pada Penderita Diabetes!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 20 Juni 2020 | 09:21 WIB
Pakai Minyak Zaitun untuk Masak, Ini Manfaatnya pada Penderita Diabetes!
Ilustrasi minyak zaitun (Pixabay/stevepb)

Suara.com - Diabetes tipe 2 bukan termasuk penyakit menular, tetapi masalah kesehatan ini bisa mengancam jiwa bila tak dikelola dengan benar.

Salah satu bentuk ancaman bagi penderita diabetes tipe 2 adalah kadar gula darah tinggi yang bisa diperburuk oleh jenis makanan dan minuman tertentu serta minyak.

"Untuk memastikan kualitas lemak yang optimal, penggunaan kombinasi minyak nabati adalah penting," kata Dr Shika Sharma dikutip dari Express.

Menurut Shika Sharma, seseorang bisa mengganti antara mentega, ghee, minyak zaitun, minyak kedelai, wijen hingga minyang kacang pada makanan yang berbeda. Pada penderita diabetes tipe 2, lebih baik bergantung pada minyak yang tidak dimurnikan daripada minyak yang disuling.

"Minyak zaitun ekstra virgin mengurangi gula darah dan kolesterol lebih dari jenis lemak lainnya," jelas website kesehatan Diabetes.co.uk.

Temuan penelitian dari Universitas Sapienza di Romen, sebelumnya telah mengaitkan minyak zaitun ekstra virgin dengan kadar insulin tinggi, lebih bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2.

Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

"Satu hal yang paling mengejutkan dari penggunaan minyak zaitun adalah berkurangnya kadar low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol" buruk," jelasnya.

Dalam studi dengan Perpustakaan Nasional Obat-Obatanan Nasional Institut Kesehatan AS, pun menganalisis efek konsumsi harian minyak zaitun ekstra virgin terhadap glukosa darah di antara pasien diabetes.

Studi tersebut mencatat bahwa Arab Saudi memiliki prevalensi diabetes mellitus tipe 2 tertinggi di antara negara-negara modern di dunia. Selain itu, sebagian besar pasien diabetes Saudi tidak dapat mengontrol glukosa darahnya.

baca juga

Data menunjukkan bahwa diet yang menggunakan minyak zaitun dan kacang-kacangan bisa mengurangi glukosa plasma puasa dan hemoglobin terglikasi secara signifikan.

"Minyak zaitun telah dikaitkan dengan penurunan berat badan serta peningkatan profil lipid," jelasnya.

Dalam penelitian lain dengan Perpustakaan Nasional Kedokteran Amerika Serikat, Institut Kesehatan Nasional, menganalisis penggunaan minyak zaitun dalam pencegahan dan pengelolaan diabetes mellitus tipe 2.

"Kami melakukan meta-analisis untuk menggambarkan dampak makanan ini pada diabetes tipe 2 dengan menyelidiki hubungan antara minyak zaitun dan risiko diabetes tipe 2 serta efek asupan minyak terhadap manajemen diabetes tipe 2," jelas penelitian tersebut.

Hasilnya, studi menyimpulkan bahwa minyak zaitun bisa bermanfaat untuk pencegahan dan mengontrol diabetes tipe 2.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Anak Usia 8 Tahun dengan Pola Makan Buruk Berisiko Idap Diabetes

Studi: Anak Usia 8 Tahun dengan Pola Makan Buruk Berisiko Idap Diabetes

Health | Sabtu, 20 Juni 2020 | 08:25 WIB

Waspada, Tidur Berlebihan Dapat Memengaruhi Metabolisme Tubuh!

Waspada, Tidur Berlebihan Dapat Memengaruhi Metabolisme Tubuh!

Health | Rabu, 17 Juni 2020 | 14:34 WIB

Jangan Abaikan Rasa Haus Berlebih, Bisa Jadi Tanda Awal Diabetes Tipe 2

Jangan Abaikan Rasa Haus Berlebih, Bisa Jadi Tanda Awal Diabetes Tipe 2

Health | Rabu, 17 Juni 2020 | 08:45 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×