Beda dengan di Indonesia, Wanita di Amerika Justru Ingin Menunda Kehamilan

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 25 Juni 2020 | 20:14 WIB
Beda dengan di Indonesia, Wanita di Amerika Justru Ingin Menunda Kehamilan
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak wanita di Amerika Serikat memutuskan untuk 'mengambil kebijakan' dengan menunda kehamilan selama pandemi virus corona Covid-19.

Dalam sebuah survei terhadap 2.000 wanita yang aktif secara seksual yang dilakukan pada awal Mei, organisasi hak-hak reproduksi Institut Guttmacher menemukan 34% responden ingin menunda kehamilan atau menambah anak karena pandemi.

Survei juga menemukan sepertiga wanita mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan atau alat kontrasepsi. Presentase ini lebih tinggi di antara komunitras minoritas dan berpenghasilan rendah.

"Gangguan mengakses perawatan yang dibutuhkan ini dapat mengakibatkan hambatan berkelanjutan untuk mendapatkan kontrasepsi yang diinginkan, peningkatan kehamilan di antara wanita yang ingin menghindarinya serta menunda pemeriksaan dan pengobatan kanker serviks dan IMS," kata penulis studi ini.

"Semua hasil ini membawa konsekuensi kesehatan, sosial dan ekonomi yang negatif," sambung mereka, dikutip dari Insider.

Ibu hamil belanja perlengkapan bayi. (Shutterstock)
Ibu hamil  (Shutterstock)

Keinginan untuk menunda kehamilan atau menambah anak dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti kehilangan pekerjaan, klinik kesehatan yang ditutup, kekhawatiran paparan virus corona di klinik atau rumah sakit, dan ketidaktahuan pengaruh virus corona pada wanita hamil dan calon buah hati mereka.

Haley Neidich, seorang terapis di Florida, mengatakan bahwa ia dan suaminya berhenti berusaha menambah anak sejak akhir Maret karena kurangnya dukungan langsung (dari segala aspek) yang ia miliki jika hamil.

"Kehamilan itu sulit, terutama trimester pertama, dan saya membutuhkan sistem pendukung saya di sini dengan fisik saya untuk bisa melewatinya dan masih menjadi ibu yang baik bagi putri saya," katanya.

Berbeda dengan di Amerika, menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) ada lebih dari 400.000 kehamilan tak direncanakan di Indonesia selama pandemi virus corona Covid-19 ini.

baca juga
Ibu hamil gadget. (shutterstock)
Ibu hamil  (shutterstock)

Tidak hanya itu, penggunaan alat kontrasepsi juga berkurang.

"Beberapa angka yang kita amati kalau kita bandingkan dengan tahun 2019 Januari sampai April 2020 ini menurun. Kalau dilihat tahun 2019 itu 13,3 juta, sekarang 2020 hanya 12,1 juta yang terjadi karena adanya Covid-19 ini, sangat signifikan bagi BKKN ini," ujar dr. Hasto Wardoyo, SP, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKN).

Putusnya penggunaan alat kontrasepsi inilah yang memicu kehamilan. Masing-masing alat kontrasepsi memiliki peluang kehamilan jika terputus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala BKKBN Minta Pengantin Baru Tunda Kehamilan 3 Bulan, Apa Pasal?

Kepala BKKBN Minta Pengantin Baru Tunda Kehamilan 3 Bulan, Apa Pasal?

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 16:19 WIB

Banyak Pasangan Putus KB Selama Pandemi, Angka Kehamilan Naik Tajam

Banyak Pasangan Putus KB Selama Pandemi, Angka Kehamilan Naik Tajam

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 15:15 WIB

Imbau Tunda Kehamilan, Gubernur Babel Minta IRT Gunakan Alat Kontrasepsi

Imbau Tunda Kehamilan, Gubernur Babel Minta IRT Gunakan Alat Kontrasepsi

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 02:55 WIB

Terkini

HUT ke-81 RI, BRI Perluas Dampak Ekonomi Lewat 8 Kontribusi bagi Negeri

HUT ke-81 RI, BRI Perluas Dampak Ekonomi Lewat 8 Kontribusi bagi Negeri

Bogor | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Wajah Berubah Jadi Kusam? Ini 6 Cara Memilih Shade Skin Tint yang Tidak Gampang Oksidasi

Wajah Berubah Jadi Kusam? Ini 6 Cara Memilih Shade Skin Tint yang Tidak Gampang Oksidasi

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Pertanian RI Paling Produktif, Nomor Dua di Dunia

Pertanian RI Paling Produktif, Nomor Dua di Dunia

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia

Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia

Surakarta | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Senin 17 Agustus, Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah 68 Orang, 213 Terluka

Senin 17 Agustus, Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah 68 Orang, 213 Terluka

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri

Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri

Sulsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:40 WIB

SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS

SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:38 WIB

81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat 8 Kontribusi Utama

81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat 8 Kontribusi Utama

Sumut | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Rupiah Lagi Berotot di HUT RI, Bergerak di Level Rp17.798

Rupiah Lagi Berotot di HUT RI, Bergerak di Level Rp17.798

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia

Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia

Kalbar | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:34 WIB

×