alexametrics

Studi: Ketahanan Antibodi Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh hanya Sementara

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Studi: Ketahanan Antibodi Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh hanya Sementara
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Dengan ketahanan antibodi orang yang pernah terinfeksi Covid-19 terhitung sebentar, maka kekebalan kawanan (herd immunity) mungkin tidak terwujud.

Suara.com - Pasien Covid-19 yang sudah sembuh bisa mengalami kehilangan kekebalan tubuh terhadap virus corona. Hal ini disebabkan karena virus bisa merekayasa ulang dirinya sendiri bagi orang yang pernah mengalaminya, mirip seperti flu biasa. 

Dilansir dari Independent, sebuah studi di Inggris menemukan bahwa 60 persen orang mempertahankan tingkat antibodi yang kuat untuk melawan infeksi di masa depan dalam dua minggu.

Tetapi menurut para peneliti dari King's College London, proporsi itu turun menjadi kurang dari 17 persen setelah tiga bulan.

Para ahli mengatakan temuan itu menempatkan kekebalan kawanan atau herd immunity menjadi bukan harapan yang tepat. Padahal banyak orang telah mengantisipasi masyarakat bisa membangun perlawanan melalui paparan yang luas terhadap Covid-19.

Baca Juga: Ahli: Kurangi Penyebaran Virus Corona, Pakai AC Tetap Buka Jendela!

Studi ini juga dapat memiliki implikasi bagi efektivitas beberapa kandidat vaksin. "Satu hal yang kita ketahui tentang virus corona adalah bahwa orang dapat cukup sering terinfeksi ulang," kata Prof Stuart Neil, penulis utama penelitian.

"Ini bahwa kekebalan-kekebalan yang dihasilkan orang tidak bertahan lama," imbuhnya.

Sementara penelitian King's College London belum ditinjau oleh rekan sejawat, penelitian ini menggemakan temuan dalam penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Universitas Kedokteran Chongqing China.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]


Penelitian China mempelajari 37 pasien bergejala dan 37 pasien tanpa gejala, menemukan bahwa di antara mereka yang dites positif terhadap keberadaan antibodi IgG, salah satu jenis utama antibodi yang diinduksi setelah infeksi.

Lebih dari 90 persen menunjukkan penurunan tajam pada dua hingga tiga bulan. Persentase penurunan rata-rata adalah lebih dari 70 persen untuk pasien yang bergejala dan tidak bergejala.

Baca Juga: Ilmuwan Sebut Matikan AC Bisa Mengurangi Risiko Penyebaran Covid-19

Prof Jonathan Heeney, seorang ahli virus di Universitas Cambridge juga mengatakan ada bukti yang berkembang bahwa kekebalan Covid-19 hanya bertahan sebentar. 

Komentar