Studi: Ketahanan Antibodi Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh hanya Sementara

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Senin, 13 Juli 2020 | 10:46 WIB
Studi: Ketahanan Antibodi Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh hanya Sementara
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Pasien Covid-19 yang sudah sembuh bisa mengalami kehilangan kekebalan tubuh terhadap virus corona. Hal ini disebabkan karena virus bisa merekayasa ulang dirinya sendiri bagi orang yang pernah mengalaminya, mirip seperti flu biasa. 

Dilansir dari Independent, sebuah studi di Inggris menemukan bahwa 60 persen orang mempertahankan tingkat antibodi yang kuat untuk melawan infeksi di masa depan dalam dua minggu.

Tetapi menurut para peneliti dari King's College London, proporsi itu turun menjadi kurang dari 17 persen setelah tiga bulan.

Para ahli mengatakan temuan itu menempatkan kekebalan kawanan atau herd immunity menjadi bukan harapan yang tepat. Padahal banyak orang telah mengantisipasi masyarakat bisa membangun perlawanan melalui paparan yang luas terhadap Covid-19.

Studi ini juga dapat memiliki implikasi bagi efektivitas beberapa kandidat vaksin. "Satu hal yang kita ketahui tentang virus corona adalah bahwa orang dapat cukup sering terinfeksi ulang," kata Prof Stuart Neil, penulis utama penelitian.

"Ini bahwa kekebalan-kekebalan yang dihasilkan orang tidak bertahan lama," imbuhnya.

Sementara penelitian King's College London belum ditinjau oleh rekan sejawat, penelitian ini menggemakan temuan dalam penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Universitas Kedokteran Chongqing China.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]


Penelitian China mempelajari 37 pasien bergejala dan 37 pasien tanpa gejala, menemukan bahwa di antara mereka yang dites positif terhadap keberadaan antibodi IgG, salah satu jenis utama antibodi yang diinduksi setelah infeksi.

Lebih dari 90 persen menunjukkan penurunan tajam pada dua hingga tiga bulan. Persentase penurunan rata-rata adalah lebih dari 70 persen untuk pasien yang bergejala dan tidak bergejala.

baca juga

Prof Jonathan Heeney, seorang ahli virus di Universitas Cambridge juga mengatakan ada bukti yang berkembang bahwa kekebalan Covid-19 hanya bertahan sebentar. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Panjang Pandemi Covid-19: Lahirkan SDM Kurang Berkualitas?

Dampak Panjang Pandemi Covid-19: Lahirkan SDM Kurang Berkualitas?

Banten | Senin, 13 Juli 2020 | 10:27 WIB

Akibat Mutasi, Ahli Sebut Satu Pasien Covid-19 Bisa Menulari Empat Orang!

Akibat Mutasi, Ahli Sebut Satu Pasien Covid-19 Bisa Menulari Empat Orang!

Health | Senin, 13 Juli 2020 | 09:39 WIB

Update Covid-19 Global 13 Juli: Kasus Positif Tembus 13 Juta

Update Covid-19 Global 13 Juli: Kasus Positif Tembus 13 Juta

Health | Senin, 13 Juli 2020 | 09:21 WIB

Terkini

18 Lokasi Unjuk Rasa di Kota Makassar

18 Lokasi Unjuk Rasa di Kota Makassar

Sulsel | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:27 WIB

Perbedaan Rangkaian Listrik Seri dan Paralel, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Perbedaan Rangkaian Listrik Seri dan Paralel, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:24 WIB

Ada Aksi Demo, Rupiah Jadi Mata Uang Paling Lemah di Asia Hari Ini

Ada Aksi Demo, Rupiah Jadi Mata Uang Paling Lemah di Asia Hari Ini

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:22 WIB

Polisi Cegat Massa Aksi di Stasiun Kereta: Pelajar SMP-SMA Jadi Target

Polisi Cegat Massa Aksi di Stasiun Kereta: Pelajar SMP-SMA Jadi Target

Bekaci | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:21 WIB

IHSG Dibuka Sempat Jatuh ke 6.390, Tapi Langsung Menghijau ke 6.400

IHSG Dibuka Sempat Jatuh ke 6.390, Tapi Langsung Menghijau ke 6.400

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:17 WIB

Krisis Usia 25: Lepas dari Jebakan Timeline Media Sosial dan Temukan Rute Sendiri

Krisis Usia 25: Lepas dari Jebakan Timeline Media Sosial dan Temukan Rute Sendiri

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Demo 27 Agustus 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Link Live CCTV untuk Pantau Situasi

Demo 27 Agustus 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Link Live CCTV untuk Pantau Situasi

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Harga Minyak Turun Didorong Prospek Pembukaan Selat Hormuz

Harga Minyak Turun Didorong Prospek Pembukaan Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:09 WIB

Dentuman Keras Iringi Erupsi Lewotobi Laki-laki, Radius 5 Kilometer Disterilkan!

Dentuman Keras Iringi Erupsi Lewotobi Laki-laki, Radius 5 Kilometer Disterilkan!

Bali | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:09 WIB

Jelang Demo DPR, Harga Emas Antam Anjlok Lagi Jadi Rp2.723.000/Gram

Jelang Demo DPR, Harga Emas Antam Anjlok Lagi Jadi Rp2.723.000/Gram

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:05 WIB

×