Kecemasan dan Depresi Bisa Menandakan Seseorang Terinfeksi Covid-19?

Silfa Humairah Utami, Rosiana Chozanah

Kamis, 16 Juli 2020 | 18:00 WIB
Kecemasan dan Depresi Bisa Menandakan Seseorang Terinfeksi Covid-19?
Ilustrasi depresi (Shutterstock)

Suara.com - Infeksi virus corona memiliki gejala yang paling umum, seperti sakit tenggorokan, demam, dan masalah pernapasan. Tetapi para ahli melihat ada gejala baru yang terus muncul secara berkala.

Seperti beberapa waktu lalu, sebuah penelitian di Universitas Instanbul-Cerrahpasa menunjukkan hampir 50 persen dari semua pasien Covid-19, yang berada di unit perawatan intensif (ICU), mengalami kelainan otak pada pemindaian MRI.

Studi yang terbit dalam Radiologi ini membuktikan bahwa Covid-19 benar-benar memengaruhi sistem saraf pusat.

Penelitian lain, yang dilakukan oleh Universitas Cincinnati di AS menunjukkan suasana hati yang tertekan atau kecemasan pada pasien Covid-19 mungkin merupakan tanda bahwa virus tersebut mempengaruhi sistem saraf pusat.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal The Laryngoscope ini mengungkapkan dua gejala psikologis tersebut paling erat kaitannya dengan hilangnya bau dan rasa.

Ilustrasi depresi
Ilustrasi depresi (Shutterstock)

Tim peneliti melakukan studi prospektif, studi kuesioner telepon cross-sectional, yang meneliti karakteristik dan gejala dari 114 pasien Covid-19 selama enam minggu di Kantonsspital Aarau di Aarau, Swiss.

Tingkat keparahan dari gejala hilangnya bau atau rasa, penyumbatan hidung, produksi lendir yang berlebihan, demam, batuk dan sesak napas juga dinilai.

Pada saat pendaftaran, sebanyak 47,4 persen peserta melaporkan setidaknya beberapa hari suasana hati mereka tertekan, sementara 21,1 persen melaporkan suasana hati depresi hampir setiap hari.

Dalam hal tingkat keparahan, 44,7 persen peserta melaporkan kecemasan ringan, dan sebanyak 10,5 persen melaporkan kecemasan parah.

baca juga

Menurut para peneliti, yang dilansir The Health Site, kemungkinan tekanan psikologis dalam bentuk suasana hati atau kecemasan yang tertekan dapat mencerminkan penetrasi SARS-CoV-2 ke dalam sistem saraf pusat.

Ilustrasi cemas atau khawatir [Shutterstock]
Ilustrasi kecemasan  [Shutterstock]

Para peneliti telah lama berpikir saluran penciuman mungkin merupakan cara utama virus corona memasuki sistem saraf pusat.

Dalam studi menggunakan model tikus telah menunjukkan saluran penciuman, atau jalur untuk komunikasi bau dari hidung ke otak, adalah pintu gerbang ke sistem saraf pusat dan infeksi otak.

Peneliti juga memperkirakan bahwa virus menginfeksi neuron penciuman, mengurangi indra penciuman, dan kemudian menggunakan saluran penciuman untuk memasuki saraf pusat sehingga menimbulkan gejala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Segera Merespons usai Curhat Dipatuk Ular, Pria Ini Bikin Publik Cemas

Tak Segera Merespons usai Curhat Dipatuk Ular, Pria Ini Bikin Publik Cemas

News | Senin, 22 Juni 2020 | 21:34 WIB

Hindari Cemas Berlebihan Karena Pandemi, Simak Saran Psikiater Ini Ya!

Hindari Cemas Berlebihan Karena Pandemi, Simak Saran Psikiater Ini Ya!

Health | Minggu, 14 Juni 2020 | 22:35 WIB

Isyana Sarasvati Sempat Cemas Suami Bekerja di RS Rujukan Covid-19

Isyana Sarasvati Sempat Cemas Suami Bekerja di RS Rujukan Covid-19

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2020 | 08:53 WIB

Terkini

Bosan dengan Rutinitas? Festival Spesial Ini Ajak Kamu Bahagia Tanpa Perlu Tunggu Momen Besar

Bosan dengan Rutinitas? Festival Spesial Ini Ajak Kamu Bahagia Tanpa Perlu Tunggu Momen Besar

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:07 WIB

Ganasnya DNA Balap Honda CBR, Dari Masalah Teknis hingga Dominasi ART di Mandalika Racing Series

Ganasnya DNA Balap Honda CBR, Dari Masalah Teknis hingga Dominasi ART di Mandalika Racing Series

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 20:07 WIB

Kisah Sudarmono Datang ke Job Fair Carikan Kerja untuk Anak

Kisah Sudarmono Datang ke Job Fair Carikan Kerja untuk Anak

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:04 WIB

Tangkis Gugatan Denny Indrayana Cs, KPU Sebut PHPU Syarat Pendidikan Gibran Kedaluwarsa 905 Hari

Tangkis Gugatan Denny Indrayana Cs, KPU Sebut PHPU Syarat Pendidikan Gibran Kedaluwarsa 905 Hari

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:04 WIB

Kakak Surakman Tak Kuasa Menahan Tangis, Jenazah Akan Dimakamkan di Samping Makam Istri

Kakak Surakman Tak Kuasa Menahan Tangis, Jenazah Akan Dimakamkan di Samping Makam Istri

Banten | Rabu, 23 September 2026 | 20:02 WIB

Primaya Fair 2026 Jadi Langkah Primaya Dorong Medical Tourism dan Transformasi Healthcare Indonesia

Primaya Fair 2026 Jadi Langkah Primaya Dorong Medical Tourism dan Transformasi Healthcare Indonesia

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:01 WIB

Ilusi Kesantunan Pejabat: Di Balik Permintaan Maaf Wapres soal MBG

Ilusi Kesantunan Pejabat: Di Balik Permintaan Maaf Wapres soal MBG

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:55 WIB

Kholidin, Pemanah Para yang Tarik Tali Busur dengan Gigi, Bersiap ke Para Games 2026

Kholidin, Pemanah Para yang Tarik Tali Busur dengan Gigi, Bersiap ke Para Games 2026

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 19:54 WIB

Kepala BGN Ungkap Fakta Mengejutkan: Mayoritas Isu Medsos Digerakkan oleh Akun Bot!

Kepala BGN Ungkap Fakta Mengejutkan: Mayoritas Isu Medsos Digerakkan oleh Akun Bot!

Video | Rabu, 23 September 2026 | 19:54 WIB

Suahasil Siapkan Insentif Baru demi Terapkan Pajak Minimum Global

Suahasil Siapkan Insentif Baru demi Terapkan Pajak Minimum Global

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:53 WIB

×