Banyak Klaim Palsu, Dokter Bantah Pemakaian Masker Mengurangi Kadar Oksigen

Silfa Humairah Utami | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 16 Juli 2020 | 19:30 WIB
Banyak Klaim Palsu, Dokter Bantah Pemakaian Masker Mengurangi Kadar Oksigen
Ilustrasi lelaki memakai masker (Shutterstock)

Suara.com - Baik pakar kesehatan, kementerian kesehatan, hingga dokter telah menyarankan semua orang untuk mengenakan masker, terutama di tempat umum.

Hal ini juga berlaku untuk semua negara jika mereka ingin menekan kasus wabah virus corona yang hingga kini masih merebak secara global.

Berlaku juga untuk Inggris, yang pada 24 Juli mendatang mengharuskan masyarakatnya memakai masker ketika pergi ke supermarket dan ruang tertutup lainnya.

Sayangnya, ada klaim bahwa mulut dan hidung yang ditutup dalam waktu lama, bahkan memakai kain yang dapat 'bernapas' seperti katun, dapat membatasi aliran udara.

Bahkan, beberapa orang mengklaim di media sosial bahwa masker dapat menyebabkan keracunan karbon dioksida (CO2) .

Ilustrasi Masker. (Pixabay.com/Vesna_Pixi)
Ilustrasi Masker. (Pixabay.com/Vesna_Pixi)

Atas kondisi ini, seorang Dokter Anak dari Chester, Inggris, Ravi Jayaram, membantah semua klaim di media sosial. Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa memakai masker itu lebih penting daripada mengkhawatirkan wajah berkeringat saat memakainya.

Baik masker bedah dan kain itu berpori. Artinya, udara dapat secara mudah bergerak melalui bahan masker daripada tetesan pernapasan yang mengandung kuman, untuk masuk atau keluar (dari masker).

Di akun Twitter dan Facebook-nya, Jayaram menjelaskan tingkat oksigenasi sebelum dan sesudah memakai masker selama 10 menit.

Unggahan Ravi Jayaram di Twitter (Twitter/DrRaviJ)
Unggahan Ravi Jayaram di Twitter (Twitter/DrRaviJ)

"Aku memakai masker selama 10 menit dan tidak ada perbedaan saturasi oksigen sama sekali," tulisnya di Twitter, membuktikan bahwa kadar oksigen saat memakai dan tidak memakai masker tetap sama.

Di Facebook, ia menyarankan masyarakat untuk melupakan klaim palsu yang beredar di medai sosial dan mengatakan masker dapat mengurangi risiko penularan infeksi virus corona.

Hal yang sama dilakukan oleh dokter Daniel Menzies, Konsultan Kedokteran Pernafasan di Ysbyty Glan Clwyd di Wales. Ia mengaku ingin meyakinkan masyarakat bahwa memakai masker dan penutup wajah tidak berbahaya sama sekali.

"Masker wajah tentu tidak memengaruhi kadar oksigen atau membatasi pernapasan Anda. Saran saya adalah untuk terus memakai sesuai kebutuhan," tandas Menzies, dilansir Lancs Live.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Penelitian: Ini Bahan Terbaik untuk Masker Kain

Hasil Penelitian: Ini Bahan Terbaik untuk Masker Kain

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2020 | 17:45 WIB

Dihukum Tak Pakai Masker, Kakek Nyanyi Garuda Pancasila Malah Jadi Mars PNI

Dihukum Tak Pakai Masker, Kakek Nyanyi Garuda Pancasila Malah Jadi Mars PNI

Video | Kamis, 16 Juli 2020 | 16:20 WIB

Takut Sulit Bernapas? Ini 4 Langkah Nyaman dan Tenang saat Pakai Masker

Takut Sulit Bernapas? Ini 4 Langkah Nyaman dan Tenang saat Pakai Masker

Health | Kamis, 16 Juli 2020 | 15:45 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB