Ilmuwan Temukan Bakteri Pemakan Logam

Vania Rossa Suara.Com
Jum'at, 17 Juli 2020 | 07:47 WIB
Ilmuwan Temukan Bakteri Pemakan Logam
Bakteri pemakan logam. (CNN)

Suara.com - Bakteri selama ini identik sebagai mikroorganisme yang memengaruhi kesehatan manusia. Tapi kali ini, ilmuwan menemukan bakteri pemakan logam, yang belum diketahui kaitannya dengan kesehatan manusia secara umum.

Setelah mencurigai adanya bakteri pemakan logam selama lebih dari 100 tahun namun belum bisa membuktikannya, akhirnya para ilmuwan menemukan jenis bakteri pemakan logam yang mendapatkan kalori dari logam tersebut.

Ahli mikrobiologi dari California Institute of Technology (atau Caltech) secara tidak sengaja menemukan bakteri tersebut setelah melakukan percobaan yang tidak berhubungan menggunakan sejenis mangan seperti kapur, unsur kimia yang umum ditemukan.

Jared Leadbetter, profesor mikrobiologi lingkungan di Caltech, Pasadena, meninggalkan tabung kaca yang ditutup dengan bahan untuk direndam dalam air keran di wastafel kantornya, dan meninggalkan laboratoriumnya selama beberapa bulan ketika ia pergi bekerja di luar kampus. Ketika dia kembali, Leadbetter menemukan tabung tersebut dilapisi dengan bahan gelap.

"Saya berpikir, 'Apa itu?'" Leadbetter menjelaskan dalam siaran pers, seperti dilansir dari CNN.

"Saya mulai bertanya-tanya apakah itu adalah mikroba yang lama dicari-cari, jadi kami secara sistematis melakukan tes untuk mengetahui hal itu," katanya.

Para peneliti menemukan bahwa lapisan hitam yang ditemukan di botol itu adalah mangan teroksidasi yang dihasilkan oleh bakteri yang baru ditemukan, kemungkinan besar ditemukan di air keran.

"Ada bukti bahwa kerabat makhluk ini berada di air tanah, dan sebagian dari air minum Pasadena dipompa dari akuifer lokal," katanya.

Dalam penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada hari Selasa lalu, para ilmuwan mencatat bahwa ini adalah bakteri pertama yang menggunakan mangan sebagai sumber energinya.

Baca Juga: Wabah Pes Kembali Ditemukan, WHO Bilang Tidak Usah Khawatir

"Ini adalah bakteri pertama yang ditemukan menggunakan mangan sebagai sumber energinya," kata Leadbetter.

"Aspek indah dari mikroba di alam adalah mereka dapat memetabolisme bahan yang tampaknya tidak mungkin, seperti logam, menghasilkan energi yang berguna bagi sel," jelasnya.

Penelitian baru ini juga mengungkapkan bahwa bakteri dapat menggunakan mangan untuk proses yang disebut kemosintesis, yang mengubah karbon dioksida menjadi biomassa.

Para ilmuwan percaya temuan ini akan membantu mereka lebih memahami air tanah, dan sistem air yang dapat tersumbat oleh oksida mangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI