Sering Dialami, Ternyata Ini Alasan Kita Merasa Bosan Menurut Psikologi

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Rabu, 22 Juli 2020 | 12:05 WIB
Sering Dialami, Ternyata Ini Alasan Kita Merasa Bosan Menurut Psikologi
Ilustrasi bosan di rumah aja. (Shutterstock)

Suara.com - Semua orang tentu pernah merasa bosan, yang umumnya terjadi saat kita merasa tidak bergairah untuk melakukan rutinitas yang biasanya membuat semangat.

Ilmuwan psikolog John Eastwood dari York University di Ontario, Kanada, mendefinisikan kebosanan sebagai "suatu kondisi keengganan untuk menginginkan, tetapi tidak mampu, untuk terlibat dalam aktivitas yang memuaskan", ini muncul dari kegagalan di salah satu jaringan perhatian otak.

Dilansir Live Science, meski nampaknya tidak berbahaya, dan sedikit dipahami, kebosanan bisa menjadi kondisi kronis yang dapat menyebabkan masalah seperti penyalahgunaan obat terlarang, konsumsi alkohol, judi, dan berpesta.

Bahkan, kebosanan di tempat kerja dapat menyebabkan kecelakaan serius bagi pengemudi truk, pekerja rumah sakit, dan karyawan lain yang perlu kewaspadaannya tinggi.

Berdasarkan Psychology Today, kebosanan dapat disebabkan oleh:

Ilustrasi bosan di rumah aja. (Shutterstock)
Ilustrasi bosan di rumah aja. (Shutterstock)

1. Pikiran yang monoton

Kebosanan mirip dengan kelelahan mental dan disebabkan oleh pengulangan dan kurangnya minat pada detail tugas. Seperti tugas yang membutuhkan perhatian terus menerus dan menunggu.

Secara umum, terlalu banyak hal yang sama dan terlalu sedikit stimulasi dapat menyebabkan seseorang tidak memiliki keinginan dan merasa terperangkap.

2. Kebutuhan akan sesuatu yang baru

baca juga

Beberapa orang lebih cenderung mudah bosan daripada yang lain. Orang-orang dengan kebutuhan yang kuat akan sesuatu yang baru, kegembiraan, dan variasi, berisiko mudah bosan.

Kebutuhan stimulasi atau pemicu eksternal dapat menjelaskan mengapa orang ekstrovert cenderung rentan terhadap kebosanan.

Mencari hal baru dan mengambil risiko adalah cara orang-orang ini 'mengobati diri' sendiri untuk menyembuhkan kebosanan mereka.

Ilustrasi macet mudik. (Shutterstock)
Ilustrasi bosan menunggu (Shutterstock)

3. Masalah perhatian

Kebosanan terkait dengan masalah dengan perhatian. Apa yang membuat kita bosan tidak pernah sepenuhnya menarik perhatian kita.

Orang dengan masalah perhatian kronis, seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), memiliki kecenderungan tinggi untuk bosan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serunya Jelajah Dunia ala Anak 14 Tahun, Bisa Ditiru Untuk Usir Bosan

Serunya Jelajah Dunia ala Anak 14 Tahun, Bisa Ditiru Untuk Usir Bosan

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2020 | 12:24 WIB

5 Rekomendasi Kegiatan Produktif untuk Kamu yang Bosan di Rumah

5 Rekomendasi Kegiatan Produktif untuk Kamu yang Bosan di Rumah

Your Say | Rabu, 15 Juli 2020 | 16:05 WIB

7 Sebab Pria Mendadak Bosan dalam Hubungan Asmara, Cintanya Cuma Pura-Pura?

7 Sebab Pria Mendadak Bosan dalam Hubungan Asmara, Cintanya Cuma Pura-Pura?

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2020 | 14:43 WIB

Terkini

Profil dan Karier Amaluddin Syarif, Ikon Cover MP3 yang Meninggal Dunia

Profil dan Karier Amaluddin Syarif, Ikon Cover MP3 yang Meninggal Dunia

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:02 WIB

Nonton Synchronize Fest 2026 Makin Praktis, ShopeeFood Hadirkan Layanan Pesan Makanan Tanpa Antre

Nonton Synchronize Fest 2026 Makin Praktis, ShopeeFood Hadirkan Layanan Pesan Makanan Tanpa Antre

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Katalog Promo Superindo Weekend 16-18 Oktober 2026, Migor dan Daging Diskon Besar!

Katalog Promo Superindo Weekend 16-18 Oktober 2026, Migor dan Daging Diskon Besar!

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Urutan Skincare Malam SKIN1004 yang Tepat, Kulit Auto Glowing Keesokannya

Urutan Skincare Malam SKIN1004 yang Tepat, Kulit Auto Glowing Keesokannya

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:51 WIB

7 Perbedaan Sepatu New Balance Ori dan KW Super, Jangan Sampai Tertipu!

7 Perbedaan Sepatu New Balance Ori dan KW Super, Jangan Sampai Tertipu!

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Buku Cemong: Menemukan Makna di Balik Kenangan dan Ketimpangan Hidup

Buku Cemong: Menemukan Makna di Balik Kenangan dan Ketimpangan Hidup

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Kemhan Ungkap Tugas Dua Wamenhan Baru: Strategi Militer hingga Modernisasi Alutsista

Kemhan Ungkap Tugas Dua Wamenhan Baru: Strategi Militer hingga Modernisasi Alutsista

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:44 WIB

Tragedi Karhutla Bromo Terparah: Terjebak Kepungan Api, 4 Relawan Gugur dan 2 Kritis

Tragedi Karhutla Bromo Terparah: Terjebak Kepungan Api, 4 Relawan Gugur dan 2 Kritis

Jatim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Haji Isam Mau Caplok Saham BCA, Ini Kata OJK

Haji Isam Mau Caplok Saham BCA, Ini Kata OJK

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:33 WIB

Manhwa Aksi Populer Teenage Mercenary Diadaptasi Anime TV, Tayang 2027

Manhwa Aksi Populer Teenage Mercenary Diadaptasi Anime TV, Tayang 2027

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:30 WIB

×