Bio Farma Ungkap Alasan Indonesia Jadi Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19

Risna Halidi

Rabu, 29 Juli 2020 | 15:03 WIB
Bio Farma Ungkap Alasan Indonesia Jadi Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Suara.com - Kepala Divisi Surveilans dan Uji Klinik Bio Farma Novilia Sjafri Bachtiar mengatakan uji klinis kandidat vaksin Covid-19 di Indonesia bertujuan untuk mempercepat ditemukannya vaksin.

Dengan begitu, vaksin bisa segera diberikan dan digunakan oleh masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Kenapa uji klinis di Indonesia? Karena ini untuk mempercepat akses kita ke vaksin," kata Kepala Divisi Surveilans dan Uji Klinik Bio Farma Novilia Sjafri Bachtiar dalam seminar virtual seperti yang Suara.com kutip di Antara, Rabu (29/7/2020).

Novilia menuturkan, dengan melakukan uji klinis di Indonesia, maka diharapkan dapat diperoleh vaksin yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Bio Farma bekerja sama dengan perusahaan farmasi Sinovac asal China akan melakukan uji klinis kandidat vaksin tahap III. Vaksin tersebut berbasis virus yang di-inaktifkan (inactovated) atau dimatikan.

Kandidat vaksin Covid-19 buatan Sinovac tersebut sudah masuk tahap uji klinis III di Brasil dan Bangladesh, dan akan segera dilakukan di Indonesia yang rencananya mulai Agustus 2020.

Novilia mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Sinovac karena sejumlah alasan antara lain Sinovac dinilai sudah memiliki pengalaman dalam pengembangan vaksin SARS dan H1N1, sudah memiliki produk "inactivated", dan sudah memiliki produk yang mendapat kualifikasi dari WHO.

Novilia menuturkan vaksin dibuat untuk mencegah penyakit infeksi yang menimbulkan penyakit yang fatal yang mengakibatkan kematian atau cacat, yang sangat cepat menular, dan dengan beban penyakit yang tinggi.

Imunisasi dengan memberikan vaksin kepada masyarakat bermanfaat untuk menciptakan kekebalan global atau herd immunity.

baca juga

Sementara itu, Novilia juga mengatakan bahwa tantangan dalam pengembangan vaksin diantaranya adalah teknologi, biaya yang mahal, proses produksi yang membutuhkan pendanaan dan kapasitas yang besar dan penerimaan vaksin karena dikaitkan dengan isu keamanan dan halal.

"Uji klinis pada umumnya bertujuan untuk evaluasi aspek keamanan, respon imun dan efikasi dari vaksin," katanya.

Sediaan vaksin mengandung komponen yakni antigen, ajuvan, stabilizer, dan eksipien atau bahan pembantu lain.

Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia, hingga 28 Juli 2020 ada sebanyak 25 kandidat vaksin yang masuk tahap uji klinis, dan 139 kandidat vaksin dalam tahap praklinis.

Vaksin yang masuk uji klinis tahap III saat ini adalah buatan Universitas Oxford/AstraZeneca, Sinovac, Wuhan Institute of Biological Products/Sinopharm, Beijing Institute of Biological Products/Sinopharm, Moderna/NIAID, BioNTech/Fosun Pharma/Pfizer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Kasus Corona di Disdik DKI, Orang Tua Murid Tetap Boleh Datang

Ada Kasus Corona di Disdik DKI, Orang Tua Murid Tetap Boleh Datang

News | Rabu, 29 Juli 2020 | 14:48 WIB

Kurang Vitamin D Lebih Berisiko Terkena Covid-19 Benarkah?

Kurang Vitamin D Lebih Berisiko Terkena Covid-19 Benarkah?

Health | Rabu, 29 Juli 2020 | 14:30 WIB

Anjing Dilatih untuk Mendeteksi Covid-19 pada Manusia, Hasilnya Akurat!

Anjing Dilatih untuk Mendeteksi Covid-19 pada Manusia, Hasilnya Akurat!

Health | Rabu, 29 Juli 2020 | 14:49 WIB

Terkini

Heboh Napi Bisa Pakai HP, Lapas Ujungtanjung Angkat Bicara

Heboh Napi Bisa Pakai HP, Lapas Ujungtanjung Angkat Bicara

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 19:02 WIB

Review Serial American Classic: Kisah Kehidupan Teater Kecil yang Unik

Review Serial American Classic: Kisah Kehidupan Teater Kecil yang Unik

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 19:00 WIB

Cerita Inspiratif: Desa Sungai Rasau Bangun Kemandirian dari Potensi Alam

Cerita Inspiratif: Desa Sungai Rasau Bangun Kemandirian dari Potensi Alam

Video | Selasa, 29 September 2026 | 19:00 WIB

Kevin Diks 'Baper' Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Kevin Diks 'Baper' Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Video | Selasa, 29 September 2026 | 19:00 WIB

ASII, BBCA dan BUMI Sudah Bisa Jadi Amunisi Short Selling

ASII, BBCA dan BUMI Sudah Bisa Jadi Amunisi Short Selling

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 18:59 WIB

Penuh Ambisi! BoyNextDoor Siap Raih Masa Depan Cerah di Lagu Animal

Penuh Ambisi! BoyNextDoor Siap Raih Masa Depan Cerah di Lagu Animal

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 18:56 WIB

Banpres Karhutla Rp100 Miliar Sudah Turun, Apa yang Sudah Berubah di Sumsel?

Banpres Karhutla Rp100 Miliar Sudah Turun, Apa yang Sudah Berubah di Sumsel?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 18:56 WIB

Kades di Bogor Ditangkap, Polisi Bongkar Modus Jual Tanah 4 Hektare Pakai Pemilik Jadi-jadian

Kades di Bogor Ditangkap, Polisi Bongkar Modus Jual Tanah 4 Hektare Pakai Pemilik Jadi-jadian

Bogor | Selasa, 29 September 2026 | 18:49 WIB

Perkiraan Gaji Yoseph Jhon Ferry, Kasi Binadik Lapas Cibinong yang Dinonaktifkan

Perkiraan Gaji Yoseph Jhon Ferry, Kasi Binadik Lapas Cibinong yang Dinonaktifkan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 18:46 WIB

Pemerintah & DPR Sepakat Anggaran Sekolah Gratis SD-SMA Rp5 Triliun di APBN 2027

Pemerintah & DPR Sepakat Anggaran Sekolah Gratis SD-SMA Rp5 Triliun di APBN 2027

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 18:46 WIB

×