6 Perilaku Ibu Hamil yang Berisiko Melahirkan Anak Stunting

Risna Halidi

Kamis, 30 Juli 2020 | 15:48 WIB
6 Perilaku Ibu Hamil yang Berisiko Melahirkan Anak Stunting

Suara.com - Ada beberapa perilaku yang dapat menyebabkan seorang ibu hamil melahirkan anak stunting.

Hal tersebut dipaparkan pakar dan ahli nutrisi, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes dalam acara diskusi daring bersama Tanoto Foundation terkait stunting beberapa waktu lalu.

"Stunting adalah kondisi yang terjadi akibat kekurangan gizi kronis secara akumulatif. Bukanlah kasus akut, melainkan keadaan yang terjadi sedikit demi sedikit, secara akumulatif," kata Rita.

Stunting, kata Rita, adalah gagal tumbuh dan gagal kembang. Anak pendek belum tentu stunting, tapi dapat menjadi salah satu indikator stunting.

"Stunting bukan melulu soal tinggi badan yang tidak tercapai. Lebih jauh lagi, kondisi ini akan menentukan kualitas-kualitas anak di kemudian hari," lanjut Rita.

Lalu, perilaku apa saja yang bisa membuat ibu berisiko melahirkan anak stunting? Berikut paparan Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes.

Pertama, ibu hamil tidak memahami stunting dan tidak meyakini bahwa stunting bisa terjadi ketika hamil.

Dengan begitu ibu dan orang sekitar ibu tidak melakukan pengaturan gizi. Pada akhirnya, ibu dan keluarga tidak melakukan upaya pencegahan stunting.

Ia memaparkan, stunting berkembang selama 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

baca juga

Kondisi pada ibu hamil akan ikut memengaruhi kondisi ibu saat melahirkan nanti, yang akan memengaruhi kondisi bayi usia 0-6 bulan, 7-11 bulan, lalu 12-24 bulan.

"Perjalanan inilah yang terjadinya stunting. Kita tidak boleh absen memerhatikan gizi dalam lima kelompok tadi," ujarnya.

Kedua, adanya persepsi bahwa ketika hamil, ibu akan makan untuk dua orang yaitu ibu dan anak, tapi hanya menambah asupan karbohidrat bukan lauk dan sayuran.

"Sebagian lain menganggap bahwa makan saat hamil diperuntukkan bagi dua orang. Akibatnya, hanya porsi nasi yang ditambah, agar kenyang," tambah Rita.

Ketiga, kecenderungan ibu hamil menghindari makanan tertentu karena beberapa alasan seperti pantangan atau takut keguguran. Misalnya menghindari mengonsumsi nanas, pepaya, daging merah hingga kacang-kacangan.

"Belum lagi mitos untuk menghindari daging merah, makanan laut, dan kacang-kacangan, yang akhirnya membuat ibu hamil kekurangan protein,” paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19, Kasus Stunting di Kabupaten Dharmasraya Meningkat

Pandemi Covid-19, Kasus Stunting di Kabupaten Dharmasraya Meningkat

Health | Senin, 27 Juli 2020 | 20:20 WIB

Studi: Konsumsi Obat Maag saat Hamil Mungkin Tingkatkan Risiko Asma Anak

Studi: Konsumsi Obat Maag saat Hamil Mungkin Tingkatkan Risiko Asma Anak

Health | Senin, 27 Juli 2020 | 19:15 WIB

Anak Stunting Berisiko Alami Gangguan Jantung Saat Dewasa, Kok Bisa?

Anak Stunting Berisiko Alami Gangguan Jantung Saat Dewasa, Kok Bisa?

Health | Senin, 27 Juli 2020 | 17:22 WIB

Terkini

500 Dapur MBG Kena Suspend, Ada yang Masak di Bawah Sarang Burung Walet

500 Dapur MBG Kena Suspend, Ada yang Masak di Bawah Sarang Burung Walet

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:46 WIB

OJK Terima 35.438 Pengaduan Keuangan Ilegal, Terbanyak dari Pinjol Nakal

OJK Terima 35.438 Pengaduan Keuangan Ilegal, Terbanyak dari Pinjol Nakal

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:45 WIB

Kabut Asap Karhutla, Pemkab Kuansing Kembali Minta Siswa Belajar dari Rumah

Kabut Asap Karhutla, Pemkab Kuansing Kembali Minta Siswa Belajar dari Rumah

Riau | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:36 WIB

AI, Kripto, dan Kejahatan Siber Jadi Ancaman Nyata Perbankan Global

AI, Kripto, dan Kejahatan Siber Jadi Ancaman Nyata Perbankan Global

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:33 WIB

Drishyam: The Conclusion, Ketika Hukum Berbenturan dengan Hati Nurani

Drishyam: The Conclusion, Ketika Hukum Berbenturan dengan Hati Nurani

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Anggota DPRD Bekasi Dituntut 10 Bulan, Keluarga Korban Pengeroyokan: Tidak Masuk Akal!

Anggota DPRD Bekasi Dituntut 10 Bulan, Keluarga Korban Pengeroyokan: Tidak Masuk Akal!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:27 WIB

OJK Ungkap Dugaan Penggelapan Dana di Asuransi Bintang, Libatkan Oknum Internal dan Eksternal

OJK Ungkap Dugaan Penggelapan Dana di Asuransi Bintang, Libatkan Oknum Internal dan Eksternal

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Banjir Rob Mengintai Pesisir Jateng, BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Banjir Rob Mengintai Pesisir Jateng, BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?

Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:13 WIB

Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring untuk Kesekian Kali, Dampak Kabut Asap!

Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring untuk Kesekian Kali, Dampak Kabut Asap!

Riau | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:13 WIB

×