Anak Stunting Berisiko Alami Gangguan Jantung Saat Dewasa, Kok Bisa?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 27 Juli 2020 | 17:22 WIB
Anak Stunting Berisiko Alami Gangguan Jantung Saat Dewasa, Kok Bisa?
Ilustrasi stunting. (Shutterstock)

Suara.com - Masalah stunting menjadi tantangan yang akan dihadapi oleh generasi Indonesia di masa depan. Selain mempengaruhi pertumbuhan dan kognitif, stunting disebut juga berisiko berdampak pada jantung.

Dikutip dari Antara, Senin, (27/7/2020), pakar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof dr Endang L Achadi, M.PH, Dr. PH mengatakan anak yang mengalami stunting berisiko lebih tinggi mengalami gangguan fungsi organ, seperti jantung, ginjal, otak, dan lainnya saat ia dewasa.

Ilustrasi stunting
Ilustrasi stunting

Ia memaparkan,, kekurangan gizi yang dialami anak saat masa 1.000 hari pertama kehidupan, sangat berpengaruh pada perkembangan berbagai fungsi organ di dalam tubuh, mulai dari jantung, ginjal, otak, dan lainnya yang terhambat saat masa pertumbuhan.

Kondisi tersebut yang membuat anak stunting memiliki risiko tinggi memiliki penyakit yang berkaitan dengan gangguan kesehatan pada organ tubuh, seperti hipertensi, gagal ginjal, jantung koroner, dan juga diabetes melitus.

"Artinya seorang anak yang menderita stunting kemungkinan besar juga berisiko mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan organ lainnya," kata Endang.

Sebelumnyam, lanjut dia, penelitian yang dilakukan di Inggris menyatakan bahwa kelompok bayi yang terlahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung koroner dibandingkan bayi yang lahir di atas 2.500 gram.

Bahkan hal itu terus terjadi seiring dewasa. Kondisi itu diakibatkan terhambatnya fungsi organ tubuh sehingga tidak berkembang sempurna hingga dewasa.

"Penyakit kronis tersebut berasal dari respons tubuh terhadap kekurangan gizi pada masa awal kehidupan, yaitu penyakit yang berakar dari periode saat terjadinya perkembangan organ tubuh," kata dia.

Endang menerangkan kondisi stunting yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan organ-organ tubuh pada anak, termasuk otak, bisa menyebabkan anak tersebut memiliki kemampuan berpikir di bawah anak-anak yang tidak stunting.

baca juga

Dengan begitu, kata dia, kondisi stunting pada anak tidak hanya berdampak pada individu yang bersangkutan, namun juga pada kondisi SDM suatu negara. Bahkan endang menyebut kondisi stunting akan berdampak pada kehidupan tiga generasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Cegah Stunting Berbasis Keluarga di Wonosobo, Seperti Apa?

Program Cegah Stunting Berbasis Keluarga di Wonosobo, Seperti Apa?

Press Release | Kamis, 16 Juli 2020 | 19:59 WIB

Tingkatkan SDM Indonesia, Pemerintah - Mayora Kerja Sama Cegah Stunting

Tingkatkan SDM Indonesia, Pemerintah - Mayora Kerja Sama Cegah Stunting

Bisnis | Senin, 29 Juni 2020 | 16:34 WIB

Miris! Ada Kementerian Pakai Anggaran Stunting untuk Bangun Pagar Puskesmas

Miris! Ada Kementerian Pakai Anggaran Stunting untuk Bangun Pagar Puskesmas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2020 | 16:19 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×