Raja Salman Alami Radang Kantong Empedu, Seperti Apa Gejala dan Penyebabnya

Vania Rossa Suara.Com
Jum'at, 31 Juli 2020 | 06:57 WIB
Raja Salman Alami Radang Kantong Empedu, Seperti Apa Gejala dan Penyebabnya
Mual jadi salah satu gejala radang kantong empedu. (Shutterstock)

Suara.com - Penguasa Arab Saudi Raja Salman bin Abdulaziz diberitakan mengalami radang kantong empedu dan harus menjalani operasi pengangkatan kantong empedu beberapa hari lalu.

Kini, pemimpin berusia 84 tahun itu dilaporkan telah meninggalkan Rumah Sakit King Faisal di ibu kota Riyadh usai dinyatakan pulih, seperti dilaporkan Kantor Berita SPA pada Kamis (30/7).

Lalu, apa itu penyakit radang kantong empedu?

Dikutip dari laman Alodokter, radang kantong empedu secara medis disebut sebagai kolesistitis. Penyakit ini biasanya terjadi ketika aliran cairan empedu dari kantong empedu menuju usus terhalang oleh batu empedu.

Radang kantong empedu juga dapat disebabkan oleh penyakit atau kondisi lain, seperti tumor di pankreas atau hati atau infeksi bakteri pada sistem saluran empedu.

Meskipun jarang, infeksi empedu juga bisa terjadi akibat komplikasi penyakit penyerta lain, seperti diabetes atau HIV.

Kantong empedu sendiri merupakan organ kecil berbentuk seperti buah pir yang terletak di sisi kanan area abdomen, tepatnya berada di balik organ hati.

Fungsi kantong empedu adalah menyimpan cairan pencernaan yang dialirkan ke usus halus, yang disebut sebagai zat empedu.

Terbentuknya batu empedu berpotensi menghambat aliran zat empedu, sehingga menyebabkan penumpukan zat di kantong empedu.

Baca Juga: 10 Hari Setelah Operasi Batu Empedu, Begini Kondisi Miing Bagito

Kolesistitis yang tidak mendapatkan penanganan bisa memicu kerusakan kantong empedu secara permanen.

Lalu, apa saja gejala yang dialami oleh penderita radang kantong empedu?

Gejala utama yang dirasakan adalah nyeri hebat di perut bagian kanan atas dan bisa menjalar hingga ke punggung atau bahu kanan. Rasa nyeri ini bisa berlangsung selama beberapa jam dan terasa semakin parah saat menarik napas atau ketika perut ditekan.

Penderita juga akan merasakan nyeri pada kantong empedu saat makan dalam porsi besar atau mengonsumsi makanan berminyak.

Selain itu, radang kantong empedu juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti demam, mual dan muntah, keringat dingin, nafsu makan hilang, kulit dan mata tampak kuning, perut kembung, serta muncul tonjolan di perut.

Tindakan operasi pengangkatan kantong empedu atau kolesistektomi biasanya akan dilakukan pada kasus yang parah. Operasi yang disebut kolesistektomi ini juga dilakukan untuk mencegah semakin meluasnya infeksi empedu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI