Penambang China Alami Gejala Mirip Covid-19 Tahun 2012, Awal Mula Corona?

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 18 Agustus 2020 | 19:41 WIB
Penambang China Alami Gejala Mirip Covid-19 Tahun 2012, Awal Mula Corona?
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Pada tahun 2012, enam orang penambang yang bekerja di lubang Mojinanl, Provinsi Yunnan, China Barat Daya mengembangkan gejala seperti Covid-19. Dari enam orang tersebut tiga di antaranya meninggal dunia.

Melansir dari Daily Star, sampel dari keenam pekerja tersebut kemudian dikirim ke Institut Virologi Wuhan. Oleh karena itu, para peneliti mulai curiga bahwa virus corona sudah ada sejak 2012. 

Para pekerja tersebut dilaporkan mengalami pneumonia, demam tinggi, batuk kering, dan beberapa mengalami sakit kepala. Para penambang dilaporkan membuang kotoran kelelawar dari lubang Mojian tersebut. 

Dalam hal ini, ahli virologi, Jonathan Latham dan ahli biologi molekuler, Allison Wilson telah memeriksa tesis dari dokter China yang merawat para penambang dan mengirim sampel ke Institut Virologi Wuhan untuk diuji.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di situs web Independent Science News pada 15 Juli, kedua peneliti tersebut mulai mempertimbangkan temuan itu sebagai bagian dari asal usul virus corona

"Bukti yang dikandungnya telah membuat kami mempertimbangkan kembali semua yang kami pikir telah kami ketahui tentang asal-usul pandemi Covid-19," catat peneliti. 

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Virus corona secara luas diperkirakan muncul pada Desember tahun 2019 setelah sekelompok kasus di Pasar Makanan Laut Huanan di Wuhan. Latham dan Wilson mengatakan semua gejala yang diderita para penambang di tahun 2012 mirip dengan gejala Covid-19.

Mereka juga dirawat dengan metode yang mirip pasien Covid-19, yakni menggunakan ventilasi dan obat-obatan termasuk steroid atau obat pengencer darah.

Setelah melakukan beberapa tes, dokter tersebut berbicara dengan ahli virologi Zhong Nanshan, seorang ilmuwan terkenal yang membantu menangani wabah SARS tahun 2003.

baca juga

"Pertemuan jarak jauh dengan Zhong Nanshan sangatlah penting. Ini menyiratkan bahwa penyakit keenam penambang itu sangat memprihatinkan dan virus corona mirip SARS dianggap sebagai kemungkinan penyebabnya," kata Latham dan Wilson seperti yang dikutip dari Daily Star.

Para peneliti di laboratorium Wuhan menemukan sumber infeksi para penambang adalah virus corona yang mirip dengan penyebab SARS dari kelelawar tapal kuda di China.

Latham dan Wilson percaya bahwa virus bermutasi di dalam penambang dan sampel entah bagaimana lolos dari laboratorium yang memicu pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

85 Usaha Hiburan Malam Bandung Minta Dibuka, Tapi Belum Boleh

85 Usaha Hiburan Malam Bandung Minta Dibuka, Tapi Belum Boleh

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2020 | 19:03 WIB

Dokter Paru Ungkap Daftar Obat Untuk Pasien Covid-19 di Indonesia

Dokter Paru Ungkap Daftar Obat Untuk Pasien Covid-19 di Indonesia

Health | Selasa, 18 Agustus 2020 | 18:59 WIB

Dirut Pasar Jaya Arief Nasruddin Positif Covid-19, Wagub DKI Membenarkan

Dirut Pasar Jaya Arief Nasruddin Positif Covid-19, Wagub DKI Membenarkan

News | Selasa, 18 Agustus 2020 | 18:55 WIB

Terkini

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2, Keberanian Para Penyihir Muda

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2, Keberanian Para Penyihir Muda

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Lenovo Legion Y700 Infinite Meluncur, Tablet Gaming dengan OLED 165Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5

Lenovo Legion Y700 Infinite Meluncur, Tablet Gaming dengan OLED 165Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:59 WIB

Jelang Muktamar ke-35 NU Muncul Isu Pengondisian Peserta

Jelang Muktamar ke-35 NU Muncul Isu Pengondisian Peserta

Jatim | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Merpati Rp305 Juta di Tengah Bencana dan Efisiensi: Seberapa Penting Belanja Seremoni HUT RI?

Merpati Rp305 Juta di Tengah Bencana dan Efisiensi: Seberapa Penting Belanja Seremoni HUT RI?

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:54 WIB

Sulsel Tembus 100 Persen Penerapan Manajemen Talenta ASN, Kepala BKN: Gubernurnya Andi Sudirman

Sulsel Tembus 100 Persen Penerapan Manajemen Talenta ASN, Kepala BKN: Gubernurnya Andi Sudirman

Sulsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:51 WIB

DCF 2026 Jadi Mesin Ekonomi Dieng, Penginapan Nyaris Penuh

DCF 2026 Jadi Mesin Ekonomi Dieng, Penginapan Nyaris Penuh

Jawa Tengah | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:42 WIB

Pembiayaan Pindar ke UMKM Terus Meningkat, Nilainya Tembus Rp35,12 Triliun

Pembiayaan Pindar ke UMKM Terus Meningkat, Nilainya Tembus Rp35,12 Triliun

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:38 WIB

Geopolitik Memanas, Indonesia Diam-Diam Jadi Rute Kabel Laut Yang Disayang Raksasa Teknologi Dunia

Geopolitik Memanas, Indonesia Diam-Diam Jadi Rute Kabel Laut Yang Disayang Raksasa Teknologi Dunia

Bali | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:36 WIB

Cosmos Mini Digital Rice Cooker 0,3 L Cukup untuk Makan Berapa Orang?

Cosmos Mini Digital Rice Cooker 0,3 L Cukup untuk Makan Berapa Orang?

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Proses Pembentukan Hujan dan Jenis-jenis Hujan

Proses Pembentukan Hujan dan Jenis-jenis Hujan

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:35 WIB

×