Studi: Covid-19 Berisiko Menyebabkan Masalah Metabolik di Banyak Organ

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Minggu, 23 Agustus 2020 | 09:32 WIB
Studi: Covid-19 Berisiko Menyebabkan Masalah Metabolik di Banyak Organ
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Suara.com - Pusat Phenome Nasional Australia (ANPC) Universitas Murdoch yang bekerja dengan para peneliti di Universitas Cambridge telah mengembangkan model metabolik prediktif untuk infeksi Covid-19. Prediksi ini menunjukkan adanya efek multiorgan pada pasien Covid-19.

"Agar gelombang Covid-19 mendatang bisa secara efektif diatasi dengan baik, kami harus dapat secara akurat mendiagnosis dan memprediksi tingkat keparahan penyakit untuk individu yang terinfeksi pada tahap awal sehingga mereka dapat dipantau dan dikelola secara lebih efektif," kata Profesor Jeremy Nicholson, direktur ANPC, seperti yang dikutip dari MedicalXpress.

Pada studi ini, para peneliti mengumpulkan spesimen plasma darah dari sekelompok pasien positif Covid-19 Australia Barat. Sampel dianalisis menggunakan teknologi fenotipe metabolik canggih di ANPC untuk mengungkapkan sidik jari biologis yang menampilkan penyakit elemen disfungsi hati, dislipidemia, diabetes, dan risiko penyakit jantung koroner. 

Pemindaian sidik jari ini memperlihakan perubahan sistemik dalam biokimia selama proses penyakit aktif yang tidak tergantung pada tingkat keparahan pasien Covid-19.

"Kami masih harus sepenuhnya memvalidasi pengujian sebelum  dapat menerapkannya di tingkat lapangan dan itulah mengapa kami bekerja sama dengan University of Cambridge untuk menganalisis sejumlah besar sampel plasma baru yang diperoleh dari pasien Covid-19 Inggris, "kata Profesor Nicholson.

Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

"Mungkin pengamatan yang paling penting adalah bahwa penyakit ini melibatkan banyak organ dan sebagian besar pasien menunjukkan tanda-tanda diabetes yang baru muncul dan kerusakan hati terlepas dari tingkat keparahan," imbuhnya.

"Apa yang tidak kami ketahui adalah seberapa kuat gejala-gejala ini atau apakah gejala ini mengubah risiko penyakit jangka panjang untuk pasien Covid-19 yang pulih," kata Profesor Nicholas. 

Profesor Nicholas menyatakan bahwa studi tindak lanjut yang terperinci tentang pasien yang pulih akan sangat penting untuk memahami risiko penyakit jangka panjang.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Plt Bupati Sidoarjo Wafat karena Corona, Istri Dipastikan Positif Covid-19

Plt Bupati Sidoarjo Wafat karena Corona, Istri Dipastikan Positif Covid-19

Jatim | Minggu, 23 Agustus 2020 | 08:34 WIB

Pandemi Diharapkan Berakhir Kurang dari 2 Tahun, Ini Kata WHO

Pandemi Diharapkan Berakhir Kurang dari 2 Tahun, Ini Kata WHO

Health | Minggu, 23 Agustus 2020 | 08:13 WIB

Canggih! Alat Ini Bisa Cepat Deteksi Covid-19, Lewat Hembusan Nafas

Canggih! Alat Ini Bisa Cepat Deteksi Covid-19, Lewat Hembusan Nafas

Tekno | Minggu, 23 Agustus 2020 | 08:30 WIB

Terkini

TNI Sempat Minta OPM Menyerah Sebelum Kontak Tembak 45 Menit di Yahukimo

TNI Sempat Minta OPM Menyerah Sebelum Kontak Tembak 45 Menit di Yahukimo

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:32 WIB

Dari Jurnal Hilang, Berakhir dengan Jatuh Hati: Dilema di Novel Obliviate

Dari Jurnal Hilang, Berakhir dengan Jatuh Hati: Dilema di Novel Obliviate

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:30 WIB

Don't Try This at Home! Dokter Hewan Ini Berhasil Hidupkan Anjing Henti Jantung

Don't Try This at Home! Dokter Hewan Ini Berhasil Hidupkan Anjing Henti Jantung

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 16:27 WIB

Pasar Otomotif China Diprediksi Minus pada 2027 Bos Geely Fokus Genjot Ekspor

Pasar Otomotif China Diprediksi Minus pada 2027 Bos Geely Fokus Genjot Ekspor

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 16:25 WIB

Tak Bela Gibran di Deklarasi Buruh, Said Iqbal: Masa Kami Bela yang Tak Diserang?

Tak Bela Gibran di Deklarasi Buruh, Said Iqbal: Masa Kami Bela yang Tak Diserang?

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:16 WIB

Sisi Gelap Tren Renting Generation: Hemat di Awal, Boncos di Akhir?

Sisi Gelap Tren Renting Generation: Hemat di Awal, Boncos di Akhir?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:15 WIB

Body Butter vs Body Lotion Mustika Ratu, Cek Manfaat dan Cara Pakai yang Benar

Body Butter vs Body Lotion Mustika Ratu, Cek Manfaat dan Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 16:10 WIB

Mendagri Tito Raih CNN Indonesia Awards 2026 atas Transformasi Tata Kelola Pemda

Mendagri Tito Raih CNN Indonesia Awards 2026 atas Transformasi Tata Kelola Pemda

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:07 WIB

Flyer Munaslub Golkar Usung Doli Beredar, Bahlil Murka: Kau Baru Mau Tulis, Kakak Sudah Baca!

Flyer Munaslub Golkar Usung Doli Beredar, Bahlil Murka: Kau Baru Mau Tulis, Kakak Sudah Baca!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:06 WIB

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Optimalkan Pembiayaan Lewat Pasar Modal

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Optimalkan Pembiayaan Lewat Pasar Modal

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 16:05 WIB

×