Awas, Kebanyakan Junk Food Bisa Picu Depresi

Vania Rossa

Jum'at, 28 Agustus 2020 | 05:34 WIB
Awas, Kebanyakan Junk Food Bisa Picu Depresi
Ilustrasi junk food. (shutterstock)

Suara.com - Satu lagi alasan untuk tidak mengonsumsi junk food. Selain karena makanan tersebut rendah gizi, junk food juga dapat membuat seseorang rentan mengalami depresi.

Hal ini terungkap lewat sebuah penelitian yang terbit dalam jurnal Molecular Psychiatry tahun 2018, setelah para peneliti dari Inggris, Spanyol, dan Australia meneliti 41 studi tentang hubungan diet dan depresi. Disebutkan dalam banyak penelitian, junk food mengandung banyak zat yang pro-inflamasi atau pemicu peradangan.

Dilansir dari The Guardian, junk food bisa memicu peradangan sistemik dan dapat secara langsung meningkatkan risiko depresi. Demikian dikatakan Dr. Camille Lassale, penulis utama penelitian ini.

Peneliti dari University College London itu juga menambahkan bahwa pola makan yang buruk bisa meningkatkan risiko depresi secara signifikan. Disebutkan juga bahwa makanan yang mengandung banyak lemak, gula, atau terlalu lama dimasak bisa menyebabkan peradangan bukan hanya di usus tetapi juga di seluruh tubuh.

"Sifat kimia dalam usus sangat mirip dengan kimia di otak. Jadi tidak mengherankan bahwa hal-hal yang mempengaruhi usus dapat mempengaruhi otak juga," kata Dr. Cosmo Hallstrom, ahli depresi dari Royal College of Psychiatrists.

Selain akibat junk food, peradangan seperti ini juga bisa dipicu oleh pola hidup buruk seperti merokok, polusi, kegemukan, dan kurang olahraga.

"Peradangan kronis bisa mempengaruhi kesehatan mental dengan mengangkut molekul pro-inflamasi ke otak, yang kemudian mempengaruhi molekul neurotransmitter yang bertanggung jawab untuk regulasi suasana hati," jelas Lassale.

Meski begitu, para peneliti mengatakan bahwa penelitian mengenai pola makan yang buruk bisa meningkatkan risiko depresi ini merupakan hasil penelitian longitudinal yang tidak melibatkan orang dengan depresi pada awal penelitian.

"Oleh karena itu, penelitian ini melihat bagaimana pola makan pada dasarnya berhubungan dengan kasus depresi baru," tambahnya.

baca juga

Temuan yang sama juga dipublikasikan oleh peneliti dari Menchester Metropolitan's Bioscience Research Center, di mana ditemukan bahwa makanan yang mengandung tinggi kolesterol, lemak jenuh, dan karbohidrat membuat kita lebih mungkin mengembangkan depresi sebesar 40 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bingung sedang Depresi atau Hanya Sedih Biasa? Begini Cara Membedakannya

Bingung sedang Depresi atau Hanya Sedih Biasa? Begini Cara Membedakannya

Health | Kamis, 27 Agustus 2020 | 15:44 WIB

Jangan Anggap Remeh! Ketahui Apa Itu Gangguan Psikologis

Jangan Anggap Remeh! Ketahui Apa Itu Gangguan Psikologis

Health | Selasa, 25 Agustus 2020 | 21:40 WIB

Termasuk Bipolar, Kenali Empat Jenis Depresi Paling Umum

Termasuk Bipolar, Kenali Empat Jenis Depresi Paling Umum

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 15:15 WIB

Terkini

ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Tipis yang Mengubah AI Menjadi Teman Bisnis

ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Tipis yang Mengubah AI Menjadi Teman Bisnis

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30 WIB

3 Shio yang Menarik Kekayaan Mulai 17 Agustus 2026, Banjir Keberuntungan Selama Sepekan

3 Shio yang Menarik Kekayaan Mulai 17 Agustus 2026, Banjir Keberuntungan Selama Sepekan

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Daftar Harga HP Vivo Agustus 2026, Lengkap dengan Seri iQOO

Daftar Harga HP Vivo Agustus 2026, Lengkap dengan Seri iQOO

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Warga Makassar Bersihkan Masjid dan Gereja Sambut HUT RI

Warga Makassar Bersihkan Masjid dan Gereja Sambut HUT RI

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:04 WIB

Ulasan Perumahan Laddaland: Sajian Horor Spesial Awi Suryadi yang Kelam!

Ulasan Perumahan Laddaland: Sajian Horor Spesial Awi Suryadi yang Kelam!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2

Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:36 WIB

5 Merek Pengharum Ruangan Terbaik 2026, Cocok Buat Rumah dan Kantor

5 Merek Pengharum Ruangan Terbaik 2026, Cocok Buat Rumah dan Kantor

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Bola | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?

Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:15 WIB

OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis   Otoritas Jasa Keu

OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keu

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:05 WIB

×