Minum Urine 7 Liter Sehari, Lelaki Ini Mengaku Tak Pernah jatuh Sakit

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 09 September 2020 | 12:15 WIB
Minum Urine 7 Liter Sehari, Lelaki Ini Mengaku Tak Pernah jatuh Sakit
Ilustrasi lelaki minum urine. (Shutterstock)

Suara.com - Kebanyakan orang akan merasa jijik dan risih dengan air seni atau air kencing meskipun itu miliknya sendiri. Tapi tidak dengan Jan Schunemann (26), lelaki asal Jerman yang meminum urinenya dengan dalih untuk kesehatan mental dan fisiknya.

Mengutip Metro, Rabu (9/9/2020), lelaki yang berprofesi sebagai pelatih kebugaran ini tidak hanya meminum air seninya, tapi juga mengoleskan di kulitnya. Kebiasaan ini berawal dari dirinya yang selalu ingin mencoba teknik baru dan tidak biasa untuk meningkatkan kesehatannya.

Di usia 14 tahun, Jan mulai belajar kickboxing, lalu dilanjutkan dengan seni bela diri kuno Kalaripayattu atau yang dikenal dengan Kalari. Ia dituntut harus disiplin, punya rasa hormat, kuat fisik dan mental, sabar, rendah hati, dan mencari kedamaian.

Dalam perjalanan mempelajari bela diri ini, pada 2017, Jan menemukan terapi urine Shivambu Kalpa. Terapi ini menunjukkan bahwa mengonsumsi urine bermanfaat untuk kesehatan dan mendorong tubuh untuk memulihkan dirinya sendiri.

Gagasan itu ia terima sepenuh hati, dan sejak itulah ia mulai mengonsumsi urine 3 hingga 7 liter per hari. Bahkan tidak hanya lewat mulut, urine itu ia telan melalui mata, hidung, telinga hingga kulitnya, seolah air kencingnya adalah produk perawatan kulit.

Jan kemudian mengklaim bahwa melakukan terapi urine membuat dirinya tidak pernah jatuh sakit, punya banyak energi, dan mendapatkan bentuk terbaik dari fisiknya. Dalam sehari Jan mengaku hanya butuh tidur 4 jam sehari, karena merasa memiliki energi yang sangat besar. Meminum air seni juga membantunya sembuh dari depresi.

"Saya baru saja mencobanya dan langsung merasakan manfaat luar biasa sehingga saya ingin terus melanjutkannya," aku Jan. Melalui terapi ini, ia seolah mampu untuk menyelami setiap sudut jalan pikirannya, membuatnya menemukan realitas lebih dalam yang biasanya hanya bisa didapat dari terapi yoga.

"Shivambu Kalpa adalah obat yang sempurna karena mengandung semua hal yang dibutuhkan tubuh manusia. Ditambah terapi ini juga gratis dan mudah untuk mendapatkannya," sambung Jan.

Urine yang Jan minum biasanya bukanlah urin segar, tapi Jan akan membiarkan urin itu mengendap beberapa lama di dalam gelas. Melalui metode itue kata Jan, akan meningkatkan manfaat dari urine itu sendiri.

"Rasanya berubah setiap saat karena tubuh akan selalu menyeimbangkan diri dan menyaringnya setiap saat. Juga bergantung pada seberapa banyak Anda terhidrasi, seberapa bersih tubuh, apa yang dimakan, dipikirkan, dan emosi spiritual yang dimiliki," terang Jan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Urine Kemerahan, Waspadai Tanda Kanker Prostat

Urine Kemerahan, Waspadai Tanda Kanker Prostat

Health | Selasa, 08 September 2020 | 11:57 WIB

Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Urine, Awas Toilet Pria Paling Berisiko

Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Urine, Awas Toilet Pria Paling Berisiko

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 10:36 WIB

Pengakuan Orang yang Minum Air Kencing Untuk Turunkan BB dan Usir Jerawat

Pengakuan Orang yang Minum Air Kencing Untuk Turunkan BB dan Usir Jerawat

Health | Selasa, 18 Agustus 2020 | 13:39 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB