Bukan Jakarta, Ini Daerah Dengan Tingkat Kematian Covid-19 Tertinggi

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 11 September 2020 | 20:05 WIB
Bukan Jakarta, Ini Daerah Dengan Tingkat Kematian Covid-19 Tertinggi
Ilustrasi pemakaman pasien covid-19 (Antara)

Suara.com - Hingga kini kasus virus corona di Indonesia masih terus bertambah. Per 11 September 2020, terdapat penambahan 3.737 kasus baru sehingga total kasus menjadi 210.940.

Tingkat kematian di Indonesia hingga kini juga relatif tinggi. Peneliti Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Nuri Ikawati menilai, dengan standar global di kisaran 3 persen, angka CFR Indonesia yang berada diatas 4 persen harus dibaca sebagai tanda batas kapasitas sistem kesehatan.

Sementara tingkat kematian tertinggi ditemui di Jawa Tengah (7,2 persen), Jawa Timur (7,1 persen) dan Bengkulu (6,9 persen).

“Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah episentrum wabah selain DKI Jakarta, dengan kasus aktif yang tinggi. Bengkulu menjadi kasus mengkhawatirkan karena dengan keterisian tempat tidur di RS (bed occupancy ratio/BOR) yang rendah, hanya 14,5 persen, namun memiliki CFR yang tinggi,” ungkap dalam diskusi hasil riset #IDEASTalk yang bertajuk ‘New Normal dan Emergency Brake Policy’ di Jakarta, Jum’at (11/09/2020).

Pengubur jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. (Suara.com/Bagaskara)
Pengubur jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. (Suara.com/Bagaskara)

Nuri menjelaskan, untuk menilai kapasitas sistem kesehatan daerah, IDEAS mengkonstruksi indeks kapasitas RS Rujukan Covid-19 Daerah melalui dua variabel, yaitu jumlah tenaga kesehatan (nakes) dan keterisian tempat tidur (BOR).

"Terdapat korelasi antara indeks kapasitas RS dengan tingkat kesembuhan pasien. Provinsi dengan indeks kapasitas RS yang tinggi cenderung memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi, begitupun sebaliknya," ujar Nuri.

Sebelumnya, Nuri mengungkapkan, hingga 5 September, angka case fatality rate (CFR) mencapai 4,2 persen, atau 7.940 kematian. Di saat yang sama, kasus positif yang membutuhkan perawatan mencapai 24,3 persen, atau 46.324 pasien.

“Angka-angka ini menunjukkan pola akselerasi yang mencemaskan, seiring kasus positif harian yang juga terus menanjak. Angka kematian harian pada masa PSBB rata-rata 26 kasus (6 April-5 Juni), kemudian melonjak pasca PSBB menjadi 49 kasus (6 Juni-5 Juli), terus meningkat 73 kasus (6 Juli-5 Agustus), dan kini menembus 80 kasus (6 Agustus-5 September),” kata Nuri Ikawati.

Hasil simulasi IDEAS menunjukkan tidak ada provinsi yang memiliki indeks kapasitas RS yang tinggi. Provinsi dengan indeks kapasitas RS tertinggi termasuk kategori sedang yaitu Kepulauan Bangka Belitung (0,32), Kepulauan Riau (0,29), Kalimantan Utara (0,28), dan DI Yogyakarta (0,27).

baca juga

Sementara provinsi dengan skor indeks terendah adalah Gorontalo (0,101), Papua (0,09), Sumatera Utara (0,08) dan Banten (0,07).

“Terlihat bahwa provinsi dengan skor indeks kapasitas RS yang rendah memiliki peluang lebih besar untuk gagal dalam mengendalikan tingkat kematian, seperti Banten dan Sumatera Utara. Sebaliknya, provinsi dengan indeks kapasitas RS yang lebih tinggi cenderung lebih mampu mengendalikan tingkat kematian,” tutur Nuri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Semua Lampu RSD Wisma Atlet Menyala, Ini Klarifikasinya

Heboh Semua Lampu RSD Wisma Atlet Menyala, Ini Klarifikasinya

Video | Jum'at, 11 September 2020 | 18:40 WIB

Jumlah Meninggal Dunia Akibat Covid-19 di Indonesia Bertambah

Jumlah Meninggal Dunia Akibat Covid-19 di Indonesia Bertambah

Foto | Jum'at, 11 September 2020 | 18:17 WIB

CDC: Corona Beralih Menyerang Orang Muda, Tingkat Kematian Lebih Rendah?

CDC: Corona Beralih Menyerang Orang Muda, Tingkat Kematian Lebih Rendah?

Health | Jum'at, 26 Juni 2020 | 13:30 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×