Suntik Semangat Penyintas Autoimun, Sahabat Cempuk Bikin Acara Sharing

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Sabtu, 26 September 2020 | 14:27 WIB
Suntik Semangat Penyintas Autoimun, Sahabat Cempuk Bikin Acara Sharing
Penyakit autoimun. (Shutterstock)

Suara.com - Dalam memeringati Bulan Autoimun, Sahabat Cempluk mengadakan acara melalui zoom untuk mempertemukan orang-orang penderita autoimun, Sabtu (26/9/2020).

Autoimun yang membuat sistem imun menyerang sel sehat ini bisa muncul dalam berbagai jenis penyakit. 

Para pembicara berbagi cerita tentang pengalaman mereka menjadi penyintas Autoimun hingga akhirnya bisa berkarya dan bermanfaat bagi orang sekitar. 

Salah satunya adalah Siti Mardiyah, seorang guru dari Surakarta yang menderita lupus.  Selama menderita lupus, terkadang ia merasa mengalami brain fog atau tiba-tiba linglung dan kebingungan. 

Para pengurus komunitas Sahabat Cempluk. (Dok. Sahabat Cempluk)
Para pengurus komunitas Sahabat Cempluk. (Dok. Sahabat Cempluk)

"Tahu-tahu tidak tahu apa-apa, saya mau pulang ke rumah cuma saya pas mau belok ke rumah saya tu bingung" kata Mardiyah.

Lupus sendiri merupakan penyakit autoimun di mana kekebalan tubuh seseorang kehilangan kemampuan untuk membedakan substansi asing dengan sel dan jaringan tubuh sendiri. Kondisi ini membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat.

Berbeda dengan Mardiyah, Nugroho Wibowo mengalami penyakit autoimun Myasthenia Gravis. Penyakit ini menyebabkan kelemahan otot dan gangguan saraf. 

Hal ini yang sering kali membuat Wibowo mudah lelah, jatuh, hingga pandangan kabur. Apalagi ia juga tengah menderita kanker paru-paru stadium akhir. Namun, ia masih bisa bangkit mendirikan rumah makan bersama istrinya. 

Selain Mardiyah dan Wibowo, penyintas autoimun lainnya adalah Yayuk Sukardan yang menderita Guillain-Barre Syndrome (GBS) dan Evelyne Margarethe yang mengalami Rheumatoid Arthritis.

baca juga

Penyakit GBS merupakan gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang saraf. Lemah dan kesemutan pada kaki menjadi gejala yang paling awal. 

"Awalnya dokter enggak tahu penyakit saya, soalnya ini langka, 1 banding 100.000, bahkan kebanyakan yang kena laki-laki," ujar Yayuk yang sekarang masih aktif mengebangkan usaha perhiasan, Joglo Ayu Tenan. 

Sementara itu, Evelyne yang sudah berumur 76 tahun juga masih aktif memasak untuk dapur Odai meski menderita Rheumatoid Arthritis.

Menurut pendiri Sahabat Cempluk, Ian Sofyan, acara ini diharapkan dapat memberikan semangat bagi para penyintas autoimun.

"Kami berharap dengan adanya Talk Talk Cempluk juga menjadi wadah silaturahmi bagi para penyintas autoimun, saling memberikan support, dan ada perubahan perilaku serta mental dari para peserta," ungkap Ian Sofyan, founder Sahabat Cempluk dalam rilis yang diterima Suara.com.

Sahabat Cempluk sendiri merupakan komunitas yang mendukung para penyintas lupus di Yogyakarta. Selain Sahabat Cempluk, acara ini menggandeng Yayasan Tittari yang juga merupakan support group penyintas Lupus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Ini Jelaskan Mengapa Wanita Lebih Rentan Terkena Penyakit Autoimun

Studi Ini Jelaskan Mengapa Wanita Lebih Rentan Terkena Penyakit Autoimun

Health | Rabu, 16 September 2020 | 19:50 WIB

Dikonsumsi Sembarangan, Imunomodulator Justru Perparah Kondisi Autoimun

Dikonsumsi Sembarangan, Imunomodulator Justru Perparah Kondisi Autoimun

Jatim | Selasa, 08 September 2020 | 14:30 WIB

Bikin Penyakit Tambah Parah, Pasien Autoimun Tak Boleh Sembarang Minum Obat

Bikin Penyakit Tambah Parah, Pasien Autoimun Tak Boleh Sembarang Minum Obat

Health | Selasa, 08 September 2020 | 07:10 WIB

Terkini

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:43 WIB

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

×