Studi AS: Pasien Covid-19 yang Alami Serangan Jantung Susah Selamat

Rauhanda Riyantama, Fita Nofiana

Selasa, 29 September 2020 | 17:15 WIB
Studi AS: Pasien Covid-19 yang Alami Serangan Jantung Susah Selamat
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Pasien Covid-19 yang mengalami gagal jantung atau serangan jantung sangat sulit diselamatkan. Hal ini dinyatakan dalam sebuah studi dari Rumah Sakit William Beaumont di Royal Oak, Michigan, Amerika Serikat.

Melansir dari Medicalxpress, setidaknya dari 54 pasien Covid-19 di rumah sakit Michigan yang menderita serangan jantung, tidak ada satupun di antara mereka yang selamat. Bahkan ketika 29 pasien telah mendapatkan resusitasi jantung paru (CPR).

Penelitian ini telah dipublikasikan secara online pada 28 September di JAMA Internal Medicine. 

Meskipun begitu, Dr. J. Randall Curtis, seorang profesor pulmonologi dari University of Washington di Seattle menyatakan bahwa bukan hanya Covid-19 yang membuat serangan jantung sangat berbahaya bagi pasien. Menurutnya berbagai penyakit pernapasan kronis juga akan menimbulkan efek yang sama. 

"Saya rasa kita tidak bisa mengatakan serangan jantung selalu berakibat fatal jika Anda mengidap Covid-19," kata Dr. J. Randall Curtis. 

"Hal semacam ini biasa terjadi pada penyakit paru parah lainnya, dengan masalah yang bukan berasal dari jantung tetapi dari paru-paru," imbuahnya. 

Meurut Curtis, sebelumnya dokter telah menduga bahwa menyelamatkan pasien Covid-19 yang jantungnya berhenti akan sulit.

"Dari pasien yang mengidap Covid-19 dan berkembang menjadi serangan jantung, sebagian besar serangan jantung mereka terjadi karena penyakit paru-paru parah sehingga mereka tidak mendapatkan cukup oksigen," jelas Curtis.

Curtis mencatat bahwa dari 54 pasien, 52 di antaranya memiliki jenis serangan jantung yang disebut aktivitas listrik tanpa denyut atau PEA. Dalam PEA, jantung menghasilkan listrik yang cukup untuk membuat detak jantung tetapi otot jantung tidak akan berkontraksi.

baca juga

"PEA memiliki harapan hidup yang jauh lebih buruk daripada serangan jantung yang disebabkan oleh disfungsi jantung itu sendiri," kata Curtis

Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Para peneliti studi ini, Dr. Shrinjaya Thapa dan rekannya menyarankan agar dokter perlu berpikir dua kali sebelum melakukan CPR yang berkepanjangan pada pasien. Hal ini disebabkan karena proses resusitasi menghasilkan aerosol yang dapat menempatkan petugas kesehatan berrisiko lebih tinggi tertular virus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebanyak 17 Santri di Klaster Pesantren Banyumas Sembuh dari Covid-19

Sebanyak 17 Santri di Klaster Pesantren Banyumas Sembuh dari Covid-19

Jawa Tengah | Selasa, 29 September 2020 | 15:58 WIB

DPR ke Menkes Terawan: Benahi Komunikasi Publik Anda

DPR ke Menkes Terawan: Benahi Komunikasi Publik Anda

News | Selasa, 29 September 2020 | 15:53 WIB

Wajib Tahu, Ini Beda Sesak Napas Pasien Covid-19 dan Penyakit Jantung

Wajib Tahu, Ini Beda Sesak Napas Pasien Covid-19 dan Penyakit Jantung

Health | Selasa, 29 September 2020 | 15:43 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×