Stres Selama Pandemi Covid-19 Bisa Buat Anak Susah Makan

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 30 September 2020 | 17:24 WIB
Stres Selama Pandemi Covid-19 Bisa Buat Anak Susah Makan
Ilustrasi anak susah makan [Shutterstock]

Suara.com - Siapa bilang anak-anak gak bisa stres? Setiap orang -- meski masih balita --  bisa juga merasakan gangguan emosional seperti mengalami stres. Hanya saja anak-anak belum bisa mengekspresikan stres yang dirasakan seperti orang dewasa.

Terutama di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang yang dapat membuat anak stres. Bahkan efek pandemi bisa lebih berat terhadap anak-anak dibanding orang dewasa.

"Kenapa jadi lebih berat di anak-anak? Karena kemampuan mereka mengolah stres, mereka masih dalam tahap tumbuh kembang bukan cuma fisik tapi juga mental. Makanya ada perubahan seperti gak mau makan," kata psikolog anak Putu Andani M.PSi dalam webinar Bicara Gizi, Rabu (30/8/2020). 

Jika tidak dikelola dengan baik, stres yang berkepanjangan bisa menimbulkan efek buruk bagi anak seperti mudah marah, mudah tersinggung, sampai sulit diajak bekerjasama. Stres juga bisa memengaruhi nafsu makan anak.

Kata Putu, malas makan bisa menjadi salah satu dampak stres paling berbahaya bagi anak. Itu terjadi karena makan merupakan sumber utama bagi tubuh untuk mempertahankan imunitas.

"Perilaku makan adalah bagian penting dalam kehidupan anak. Tiga tahun pertama bagi anak ada difase oral. Kepuasan hidup diperngaruhi dari apa yang dirasakan dan masuk ke mulut," jelasnya.

Putu menyarankan, untuk membuat anak mau makan sebaiknya berikan aktivitas baru yang belum pernah dicoba seperti mengajak anak ikut serta dalam proses membuat makanan. Biarkan anak memilih sendiri makanan yang diinginkannya dan turut membantu mengolah makanan.

"Anak yang masih balita, biarkan dia ikut membantu mencuci-cuci sayuran atau buah, meletakan bahan makanan kembali ke kulkas. Kalau sudah agak besar, usia 8 tahun itu kemampuan motoriknya sudah bagus jadi bisa diajarkan untuk memotong-motong sayuran," paparnya.

Sementara itu, menurut ahli gizi dr. Juwalita Surapsari M. Gizi Sp.GK., masa pandemi sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai momen memperbaiki pola makan anak. Kata Juwalita, pola makan yang dibentuk sejak kecil akan memengaruhi ketika ia beranjak dewasa. 

baca juga

"Jangan putus asa menawarkan makanan sehat pada anak. Ikuti jadwal makan yang teratur. Berikan makan tiga kali sehari. Kan lagi di rumah aja bisa pola makan yang ketat," katanya.

Diakui Juwalita, ada kemungkinan anak makan tidak habis. Karena itu ia menyarankan untuk memberikan makanan selingan dua atau tiga kali kepada anak. Tujuannya, agar asupan nutrisi anak tetap tercukupi. 

"Contohnya bisa buah-buahan, kacang-kacangan, atau agar-agar. Sumber protein nabati bisa jadi pilihan," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Percakapan Biasa di Ruang Tertutup Efektif Tularkan Covid-19

Studi: Percakapan Biasa di Ruang Tertutup Efektif Tularkan Covid-19

Health | Rabu, 30 September 2020 | 14:57 WIB

Kasus Inses, Gadis ABG Dirudapaksa Ayah Sejak Tinggal Bareng Ibu Tiri

Kasus Inses, Gadis ABG Dirudapaksa Ayah Sejak Tinggal Bareng Ibu Tiri

Jabar | Rabu, 30 September 2020 | 13:24 WIB

Bantu Anak Nakes Korban Covid-19, Isyana Sarasvati Lelang Sweater

Bantu Anak Nakes Korban Covid-19, Isyana Sarasvati Lelang Sweater

Lifestyle | Rabu, 30 September 2020 | 11:37 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB