Terlambat Menstruasi Tapi Tak Hamil, Mungkin 4 Kondisi ini Jadi Penyebabnya

Rauhanda Riyantama, Fita Nofiana

Minggu, 04 Oktober 2020 | 08:34 WIB
Terlambat Menstruasi Tapi Tak Hamil, Mungkin 4 Kondisi ini Jadi Penyebabnya
Ilustrasi perempuan sedang alami menstruasi. [shutterstock]

Suara.com - Bukan hanya kehamilan, namun keterlambatan menstruasi bisa disebabkan karena berbagai alasan. Sebab proses ovulasi dan menstruasi bergantung pada keseimbangan hormon yang rapuh.

Jika hormon-hormon ini dilepaskan sedikit saja, maka dapat menyebabkan keterlambatan menstruasi. Melansir dari Insider, berikut adalah beberapa hal yang dapat memengaruhi periode menstruasi Anda, antara lain:

1. Stres

Stres tidak hanya memengaruhi kesehatan mental namun juga hormon, sehingga bisa berpengaruh pula pada siklus menstruasi.

Menurut dokter G. Thomas Ruiz, MD, OB/GYN di Memorial Care Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, California mengatakan bahwa saat stres, Anda akan mengalami peningkatan hormon kortisol atau hormon stres.

Kortisol yang meningkat akan menekan sekresi LH yang kemudian akan memengaruhi ovulasi. Stres juga dapat menurunkan kadar hormon estrogen dan progesteron di mana akan membuat menstruasi tidak teratur.

2. Perubahan jam tidur

Jadwal tidur yang konsisten menjaga konsistensi jadwal menstruasi Anda. 

"Namun ketika jam tidur Anda berubah, sekresi hormon tidak sekonsisten dan seteratur biasanya yang dapat memengaruhi sekresi hormon reproduksi," kata Evelyn Mitchell, MD, dokter kandungan dan ginekolog dari Keck Medicine of USC.

baca juga

Jika tubuh Anda tidak melepaskan hormon yang berhubungan dengan menstruasi, Anda bisa mengalami menstruasi yang terlambat atau terlewat. Selain itu, kurang tidur dapat menyebabkan stres yang juga dapat memengaruhi jadwal menstruasi Anda.

3. Penurunan berat badan

Mitchell mengatakan saat berat badan menurun drastis, otak mungkin tidak mengeluarkan hormon pelepas gonadotropin (GnRH). GnRH adalah hormon yang mengontrol sekresi hormon lain yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari, termasuk hormon reproduksi seperti FSH dan prolaktin.

Hal ini yang membuat kelenjar pituitari tidak akan sinyal bahwa ia perlu mengeluarkan hormon reproduksi sehingga mengakibatkan telat menstruasi.

Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)
Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)

4. Penambahan berat badan
Sama seperti penurunan berat badan, kenaikan berat badan juga dapat menyebabkan telat menstruasi. Jaringan adiposa atau lemak tubuh, menghasilkan estrogen. 

Jadi ketika Anda memiliki berat badan berlebih, Anda memiliki kelebihan estrogen yang beredar di tubuh yang dapat mengganggu proses hormonal di otak Anda. "Estrogen dapat memberikan umpan balik negatif ke otak dan pada gilirannya menyebabkan kurangnya ovulasi dan telatnya menstruasi," kata Mitchell.

"Selain itu, jika Anda kelebihan berat badan dan memiliki tingkat estrogen yang sangat tinggi, otak Anda mungkin tidak merasakan peningkatan produksi estrogen dari ovarium ketika tiba saatnya untuk berovulasi, kemudian ovulasi dan menstruasi tidak akan terjadi," imbuh Ruiz.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menstruasi Tidak Teratur, Awas Risiko Kematian Dini

Menstruasi Tidak Teratur, Awas Risiko Kematian Dini

Health | Kamis, 01 Oktober 2020 | 19:35 WIB

Studi: Menstruasi Tak Teratur atau Lama Berisiko Alami Kematian Dini

Studi: Menstruasi Tak Teratur atau Lama Berisiko Alami Kematian Dini

Health | Kamis, 01 Oktober 2020 | 14:27 WIB

Perempuan Jadi Penyumbang Besar Sampah Lingkungan, Biyung Sodorkan Solusi

Perempuan Jadi Penyumbang Besar Sampah Lingkungan, Biyung Sodorkan Solusi

Video | Senin, 28 September 2020 | 10:33 WIB

Terkini

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Emana Wedari Ubud, Vila Privat untuk Menikmati Sisi Tenang Pulau Dewata

Emana Wedari Ubud, Vila Privat untuk Menikmati Sisi Tenang Pulau Dewata

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Belanja di Delipark Pakai BRI Berhadiah BMW 218i Gran Coupe

Belanja di Delipark Pakai BRI Berhadiah BMW 218i Gran Coupe

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:09 WIB

BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas  Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar

BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar

Bogor | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Indonesia Menang 9-2, Mitchell Baker Samai Rekor Dua Legenda Gareng dan Iswadi Idris

Indonesia Menang 9-2, Mitchell Baker Samai Rekor Dua Legenda Gareng dan Iswadi Idris

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06 WIB

FMLK Dukung Perampasan Aset, tapi Minta Kewenangan Negara Dibatasi dan Diawasi

FMLK Dukung Perampasan Aset, tapi Minta Kewenangan Negara Dibatasi dan Diawasi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Dukung Kewirausahaan, BRI Peduli Latih 90 Penyandang Disabilitas di Makassar

Dukung Kewirausahaan, BRI Peduli Latih 90 Penyandang Disabilitas di Makassar

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:03 WIB

RUU Perampasan Aset Dibahas, PERMAHI Dorong Penilaian Aset Objektif dan Proporsional

RUU Perampasan Aset Dibahas, PERMAHI Dorong Penilaian Aset Objektif dan Proporsional

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:00 WIB

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×