Urine Berbusa Saat Buang Air Kecil, Waspadai Penyakit Ini

Bimo Aria Fundrika, Luthfi Khairul Fikri

Senin, 02 November 2020 | 16:45 WIB
Urine Berbusa Saat Buang Air Kecil, Waspadai Penyakit Ini
Ilustrasi buang air kecil. (Shutterstock)

Suara.com - Saat buang air kecil, banyak orang mungkin mengalami dan menyadari bahwa urine yang dikeluarkan berbusa. Mulai sekarang, Anda harus waspada. Terlebih jika disertai dengan keluhan lain seperti tubuh bengkak dan nyeri saat berkemih.

Seperti dikutip dari Alodokter, Senin (2/11/2020), umumnya kencing berbusa itu terjadi bila kurang minum atau mengalami dehidrasi.

Selain itu, obat-obatan tertentu untuk mengobati infeksi saluran kemih, contohnya phenazopyridine, juga bisa membuat air seni tampak berbusa.

Penyebab kencing berbusa lainnya adalah ejakulasi retrograde, yaitu suatu kondisi yang terjadi pada pria ketika air mani masuk ke dalam kandung kemih, bukannya dikeluarkan melalui penis ketika ejakulasi.

Sehingga, untuk memastikan penyebab kencing berbusa, Anda diperlukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter. Salah satu pemeriksaan yang akan dilakukan oleh dokter untuk menentukan penyebab kencing berbusa adalah urinalisis.

Ilustrasi urine (Pixabay/Frolecsomepl)
Ilustrasi urine (Pixabay/Frolecsomepl)

Kencing Berbusa Bisa Akibatkan Proteinuria, dan Gangguan Ginjal

Proteinuria atau albuminuria merupakan kondisi di mana jumlah kandungan protein dalam urine melebihi ambang batas normal. Salah satu penyebabnya adalah saat filter ginjal, yang disebut glomeruli, rusak hingga membuat protein dalam darah bocor keluar melalui air seni.

Normalnya, ginjal akan menyaring air dan limbah berlebih dari darah untuk dibuang melalui urine. Protein dan zat penting lain yang dibutuhkan oleh tubuh akan dibiarkan tinggal dalam aliran darah karena terlalu besar untuk melewati filter ginjal.

Namun bila ginjal rusak, filter tersebut tidak dapat melakukan penyaringan sebagaimana mestinya, sehingga protein dapat masuk ke dalam urine.

baca juga

Proteinuria sendiri merupakan salah satu tanda penyakit ginjal kronis yang bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau diabetes yang tidak terkontrol, endokarditis, sindrom nefrotik, dan radang ginjal.

Jika penyakit ginjal kronis terus berlanjut, maka nantinya dapat terjadi kerusakan dan kegagalan fungsi ginjal secara permanen. Kondisi ini disebut gagal ginjal stadium akhir (end-stage renal disease/ESRD).

Penderita gagal ginjal stadium akhir perlu menjalani cuci darah secara rutin seumur hidup, atau menjalani operasi transplantasi ginjal. Selain itu, penderita juga harus mengonsumsi obat-obatan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal berat, disarankan untuk menjalani hidup sehat, yang meliputi minum air putih yang cukup, mengurangi asupan garam berlebih, mengontrol tekanan darah dan gula darah agar tidak terlalu tinggi, serta, rutin menjalani pemeriksaan kesehatan ke dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Gejala Long Covid-19, Termasuk Rambut Rontok dan Kebingungan!

Kenali Gejala Long Covid-19, Termasuk Rambut Rontok dan Kebingungan!

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 14:00 WIB

Tanda Diabetes Tipe 2, Waspadai Bau Kencing Ini

Tanda Diabetes Tipe 2, Waspadai Bau Kencing Ini

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 15:17 WIB

Waspada, Keseringan Menahan Kencing Bisa Berbahaya bagi Kesehatan

Waspada, Keseringan Menahan Kencing Bisa Berbahaya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 30 September 2020 | 08:19 WIB

Terkini

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

×