Jangan Kasar! 4 Penyebab Wanita Alami Pendarahan setelah Berhubungan Intim

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 02 November 2020 | 20:50 WIB
Jangan Kasar! 4 Penyebab Wanita Alami Pendarahan setelah Berhubungan Intim
Ilustras berhubungan intim (Shutterstock)

Suara.com - Kondisi berdarah setelah berhubungan intim pada wanita adalah kejadian umum, terlebih ketika mereka baru pertama kali melakukannya.

Namun, memang ada beberapa kondisi kesehatan yang dapat menjadi penyebabnya. Apa saja?

"Pendarahan setelah berhubungan intim dapat menjadi sinyal untuk beberapa masalah, jadi penting untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan terlebih dahulu," kata Dr Shree Datta, seorang konsultan kebidanan dan ginekolog, kepada The Sun.

Ia menambahkan bahwa kondisi kesehatan ini dapat terjadi pada wanita dari segala usia, dan bisa berasal dari rahim, leher rahim, saluran vagina atau kulit di sekitar vagina.

Dr Detta membagikan alasan paling umum mengapa wanita mengalami pendarahan setelah berhubungan intim:

Ilustrasi berhubungan intim. (Shutterstock)
Ilustrasi berhubungan intim. (Shutterstock)

1. Infeksi

Salah satunya adalah penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID), disebabkan oleh bakteri yang masuk ke saluran genital atas melalui leher rahim.

Cara paling umum untuk terinfeksi adalah melalui hubungan seks tanpa kondom dengan seseorang yang mengidap Infeksi Menular Seksual (IMS), seperti klamidia atau kencing nanah.

Namun, bisa juga terjadi ketika bakteri yang biasanya hidup di vagina menyebar ke organ 'atas'. Ini bisa terjadi setelah melahirkan atau keguguran.

2. Vagina kering

Ini umum terjadi pada wanita yang telah melalui masa menopause, yang terjadi akibat kadar estrogen rendah.

Kadar estrogen rendah juga mengurangi elastisitas vagina. Jaringan di dalamnya menjadi lebih tipis dan menyusut sehingga dapat menyebabkan ketidaknyamanan, nyeri, dan pendarahan saat berhubungan intim.

3. Seks yang kasar

Kerusakan pada vagina, seperti robekan saat melahirkan atau gesekan saat berhubungan seks, bisa menjadi penyebab pendarahan.

Ilustrasi pasangan harmonis sedang bercinta. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan bercinta. (Shutterstock)

Seks yang dilakukan secara kasar dapat menyebabkan luka kecil atau goresan pada vagina. Ini lebih mungkin terjadi jika mengalami kekeringan pada vagina karena menopause, menyusui, atau faktor lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sakit Kepala Saat Berhubungan Intim Berbahayakah? Ketahui Penyebabnya!

Sakit Kepala Saat Berhubungan Intim Berbahayakah? Ketahui Penyebabnya!

Health | Sabtu, 05 September 2020 | 16:00 WIB

Kehamilan Dapat Terjadi meski Tidak Berhubungan Intim Penetrasi, Caranya?

Kehamilan Dapat Terjadi meski Tidak Berhubungan Intim Penetrasi, Caranya?

Health | Senin, 08 Juni 2020 | 21:15 WIB

4 Mitos Penyebab Keguguran, Stres hingga Berhubungan Intim saat Hamil

4 Mitos Penyebab Keguguran, Stres hingga Berhubungan Intim saat Hamil

Health | Jum'at, 06 Desember 2019 | 18:34 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB