Menristek Ungkap Keunggulan Vaksin Merah Putih Dibanding Vaksin Negara Lain

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 10 November 2020 | 21:39 WIB
Menristek Ungkap Keunggulan Vaksin Merah Putih Dibanding Vaksin Negara Lain
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Vaksin merah putih untuk menangkal Covid-19 yang diprediksi akan memulai uji klinis pada 2021, disebut bakal lebih unggul dan aman daripada vaksin buatan luar negeri.

Dijelaskan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro, salah satu keunggulan vaksin merah putih ada pada sampel virus corona baru atau SARS CoV 2 yang digunakan adalah sampel virus yang beredar di Indonesia.

"Tingkat keamanan serta kemanjuran vaksin merah putih yang diharapkan jauh lebih tinggi daripada vaksin luar negeri, dikarenakan pengembangan vaksin merah putih diambil dari virus yang bersirkulasi di Indonesia," ujar Menristek Bambang dalam acara pembukaan Kalbe Science Awards (RSKA) 2021, Selasa (10/11/2020).

Vaksin merah putih juga diprediksi lebih unggul dibanding vaksin Covid-19 buatan negara lain, karena dengan vaksin ini akan menolong perekonomian dalam negeri. Di mana Indonesia tidak harus mengeluarkan biaya lebih untuk membeli vaksin buatan negara lain.

"Mempercepat pemulihan perekonomian Indonesia, juga menghemat pembelian vaksin luar negeri yang tentunya harganya jauh lebih mahal dibanding vaksin produksi bangsa kita sendiri," terang Menristek Bambang.

Ditambah, melalui vaksin merah putih, Indonesia bisa tampil lebih mandiri dalam pembuatan vaksin, yang juga mencerminkan kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi yang berhasil ditelurkan para peneliti tanah air.

"Mandiri menjadi sangat penting, karena negara kita bukan negara kecil. Negara dengan penduduk 260 juta jiwa tidak bisa begitu saja menggantungkan kebutuhannya akan vaksin dengan membeli dari luar negeri," jelas Bambang.

Meski para peneliti sedang didorong untuk bekerja cepat, bukan berarti mereka boleh mengabaikan prinsip keamanan. Peneliti harus bisa memastikan vaksin efektif melindungi dari Covid-19 dan tidak memberikan efek samping yang berbahaya.

"Di atas semua itu, masalah keamanan tetap diperhatikan, di mana agar vaksin tidak memberikan side effect atau dampak yang dapat membahayakan manusia," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Harga Vaksin Pfizer Dibandingkan Sinovac, Manakah Lebih Terjangkau?

Berapa Harga Vaksin Pfizer Dibandingkan Sinovac, Manakah Lebih Terjangkau?

Sumsel | Selasa, 10 November 2020 | 19:44 WIB

Alasan Brasil Tunda Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac Masih Misterius

Alasan Brasil Tunda Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac Masih Misterius

Health | Selasa, 10 November 2020 | 18:17 WIB

Perkiraan Harga Vaksin Pfizer VS Sinovac, Mana yang Lebih Murah?

Perkiraan Harga Vaksin Pfizer VS Sinovac, Mana yang Lebih Murah?

Jogja | Selasa, 10 November 2020 | 18:01 WIB

Terkini

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:49 WIB

×