Perempuan Lajang Lebih Rentan Kena Hipertensi, Apa Sebab?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 11 November 2020 | 16:31 WIB
Perempuan Lajang Lebih Rentan Kena Hipertensi, Apa Sebab?
Ilustrasi hipertensi. (Shutterstock)

Suara.com - Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit menular yang jadi tantangan pemerintah Indonesia. Hipertensi meningkatkan risiko Anda terhadap masalah medis lain seperti stroke dan penyakit jantung, yang sekali lagi merupakan penyebab utama kematian baik pada perempuan maupun pria.  

Meski kita semua tahu bahwa kelebihan berat badan, kurang olahraga dan pola makan yang buruk adalah beberapa faktor fisik yang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, sebuah studi baru menemukan bahwa pengaruh sosial tertentu seperti status perkawinan juga terkait dengan kondisi tersebut.

Dilansir dari Times of India, dalam studi terbaru yang diterbitkan pada Journal of Hypertension, para peneliti menganalisis data dari 28.238 pria dan perempuan Kanada berusia 45 hingga 85 tahun. 

Ilustrasi hipertensi. (Shutterstock)

Orang-orang ini berpartisipasi dalam studi yang sedang berlangsung tentang penuaan.  Data tersebut digunakan untuk mengetahui hubungan antara status perkawinan, pengaturan tempat tinggal, ukuran jaringan sosial dan partisipasi sosial dan hipertensi menurut jenis kelamin.

Studi tersebut menemukan pengaruh status perkawinan terhadap risiko hipertensi pada perempuan.  Perempuan lajang memiliki risiko hipertensi 28 persen lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang sudah menikah.

Sementara itu,  perempuan yang bercerai memiliki risiko 21 persen lebih tinggi dan wanita janda memiliki risiko 33 persen lebih tinggi.

Diketahui bahwa, dalam hal hipertensi, pria tampaknya mendapat manfaat dari mereka yang lajang.  Pada laki-laki, pria yang yang hidup sendiri lebih rendah risiko hipertensi dibandingkan dengan laki-laki yang hidup bersama.

Memiliki lebih sedikit teman meningkatkan risiko hipertensi pada perempuan.  Selain itu perempuan yang juga memiliki lebih sedikit teman memiliki kemungkinan 15 persen lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi.

 Meskipun ditemukan bahwa ikatan sosial penting bagi perempuan, mereka memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap tingkat risiko bagi pria.  Bahkan ukuran jaringan sosial atau tingkat partisipasi dalam kegiatan sosial tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tekanan darah tinggi, demikian temuan studi tersebut.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dispnea Bisa Jadi Gejala Tekanan Darah Tinggi, Begini Cara Mengatasinya!

Dispnea Bisa Jadi Gejala Tekanan Darah Tinggi, Begini Cara Mengatasinya!

Health | Selasa, 10 November 2020 | 15:57 WIB

Berisiko Komplikasi, Wanita Hamil yang Obesitas Perlu Ubah Pola Makan!

Berisiko Komplikasi, Wanita Hamil yang Obesitas Perlu Ubah Pola Makan!

Health | Selasa, 10 November 2020 | 12:59 WIB

Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Berisiko Hipertensi Glukomal, Apa Itu?

Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Berisiko Hipertensi Glukomal, Apa Itu?

Batam | Minggu, 08 November 2020 | 19:05 WIB

Terkini

Cara Dapat Merchandise Eksklusif Pestapora 2026 dari BRI

Cara Dapat Merchandise Eksklusif Pestapora 2026 dari BRI

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 19:10 WIB

Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?

Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 19:10 WIB

Pemerintah Siapkan Teknologi Anyar Pemburu Truk ODOL di Jalan

Pemerintah Siapkan Teknologi Anyar Pemburu Truk ODOL di Jalan

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 19:10 WIB

Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Sahroni Desak Aparat Usut Tuntas

Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Sahroni Desak Aparat Usut Tuntas

News | Jum'at, 25 September 2026 | 19:08 WIB

Vonis Nadiem Makarim Didiskon Jadi 9 Tahun, Kejagung Bakal Ajukan Kasasi?

Vonis Nadiem Makarim Didiskon Jadi 9 Tahun, Kejagung Bakal Ajukan Kasasi?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 19:02 WIB

Kulit Durian Tak Lagi Jadi Sampah, Kini Bisa Menyala Jadi Bahan Bakar

Kulit Durian Tak Lagi Jadi Sampah, Kini Bisa Menyala Jadi Bahan Bakar

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 19:00 WIB

4 Masker Rambut Berbahan Mint yang Ampuh Usir Rambut Lepek dan Ketombe

4 Masker Rambut Berbahan Mint yang Ampuh Usir Rambut Lepek dan Ketombe

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 19:00 WIB

Pemerintah Dinilai Biayai Bencana, Anggaran Pemicu Deforestasi Jauh Melampaui Dana Mitigasi

Pemerintah Dinilai Biayai Bencana, Anggaran Pemicu Deforestasi Jauh Melampaui Dana Mitigasi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:53 WIB

Bupati Gowa Tersangka Pemerasan, Pernah Diperiksa Kasus Korupsi Seragam Sekolah

Bupati Gowa Tersangka Pemerasan, Pernah Diperiksa Kasus Korupsi Seragam Sekolah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:49 WIB

Gaya Hidup Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono Jadi Sorotan, Seberapa Hedonnya?

Gaya Hidup Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono Jadi Sorotan, Seberapa Hedonnya?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:47 WIB

×