Brasil Tangguhkan Vaksin Sinovac, Bagaimana Nasib Uji Klinis di Indonesia?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 11 November 2020 | 17:17 WIB
Brasil Tangguhkan Vaksin Sinovac, Bagaimana Nasib Uji Klinis di Indonesia?
Kandidat vaksin Covid-19, Sinovac. [Noel Celis/AFP]

Suara.com - Kabar Brasil yang menangguhkan uji klinis vaksin Covid-19, yang dikembangkan perusahaan China, Sinovac, menimbulkan keresahan di masyarakat Indonesia. Pasalnya saat ini perusahaan farmasi Indonesia Bio Farma juga sedang melakukan uji klinis vaksin Sinovac di Bandung, Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Bio Farma mengeluarkan keterangan pers yang diterima suara.com, Rabu (11/11/2020), yang menyatakan bahwa dari 1.620 relawan yang disuntik vaksin Sinovac, belum ada satupun laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius atau Serious Adverse Event (SAE), atau kejadian serius yang tidak diinginkan berhubungan dengan vaksin atau kegiatan vaksinasi.

"SAE yang dialami oleh seseorang, bisa terjadi baik untuk vaksin yang sudah dipasarkan, maupun vaksin yang sedang dalam tahap uji klinis seperti vaksin Covid-19 ini. Untuk produk yang sedalam uji klinis, SAE akan dilaporkan ke Komite Etik, BPOM dan DSMB (Data Safety Monitoring Board)," ujar salah satu tim ahli farmakovigilan Bio Farma, Novilia.

"Sedangkan untuk produk yang sudah dipasarkan akan dilakukan investigasi atau penyelidikan, dan analisis oleh lembaga yang independen seperti KOMNAS KIPI, dan dilaporkan ke BPOM, untuk memastikan penyebab utama dari peristiwa ini apakah berhubungan langsung dengan vaksin (associated to vaccine), atau ada faktor lainnya (co-incident)," sambung Novilia.

Sekedar informasi, SAE adalah salah satu dari KIPI yang serius dan dialami oleh penerima obat atau vaksin, tanpa memandang hubungannya dengan obat atau vaksin tersebut.

Sedangkan KIPI non serius atau KIPI ringan adalah kejadian medis yang terjadi setelah imunisasi dan tidak menimbulkan risiko potensial pada kesehatan si penerima, seperti terjadi demam, bengkak di lokasi suntikan, merah di lokasi suntikan.

Sebanyak 1.620 relawan sudah menerima suntikan vaksin pertama, dan 1.603 relawan sudah mendapatkan suntikan kedua. Ditambah sebanyak 1.335 relawan sudah masuk tahap monitoring untuk dilihat imunogenicity atau respon imunnya, dan efikasi atau dilihat khasiat keamanannya saat melawan Covid-19.

Bio Farma memastikan jika relawan yang mendapat suntikan pertama dan kedua, hingga uji klinis selesai, akan diawasi dan dimonitor kesehatannya oleh tim uji klinis, sehingga apapun kejadian yang menimpa relawan akan terawasi.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Disetujui FDA, Dokter Top AS Ini Akan Ambil Vaksin Covid-19 Pfizer

Jika Disetujui FDA, Dokter Top AS Ini Akan Ambil Vaksin Covid-19 Pfizer

Health | Rabu, 11 November 2020 | 12:55 WIB

Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer dan Ereksi Pagi Hari Pertanda Apa?

Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer dan Ereksi Pagi Hari Pertanda Apa?

Health | Rabu, 11 November 2020 | 11:03 WIB

Vaksin Covid-19 Pfizer, Relawan Pertama Ungkap Efek Sampingnya!

Vaksin Covid-19 Pfizer, Relawan Pertama Ungkap Efek Sampingnya!

Health | Rabu, 11 November 2020 | 08:52 WIB

Terkini

Ekonomi Digital RI Makin Menggiurkan, Hampir 90% Pasar Iklan Bakal Beralih

Ekonomi Digital RI Makin Menggiurkan, Hampir 90% Pasar Iklan Bakal Beralih

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 14:18 WIB

Gus Ipul Tak Masalah Jika Ikut Disadap, tetapi Sebut Penyadapan Presiden Serius

Gus Ipul Tak Masalah Jika Ikut Disadap, tetapi Sebut Penyadapan Presiden Serius

News | Kamis, 05 November 2026 | 14:18 WIB

Jelang Nataru, Gubernur Jateng Minta Polisi dan Jaksa Awasi Permainan Harga Pangan

Jelang Nataru, Gubernur Jateng Minta Polisi dan Jaksa Awasi Permainan Harga Pangan

Jawa Tengah | Kamis, 05 November 2026 | 14:15 WIB

3 Sneakers Unerd Terpopuler untuk Gaya Harian, Brand Lokal dengan Review Bagus

3 Sneakers Unerd Terpopuler untuk Gaya Harian, Brand Lokal dengan Review Bagus

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 14:14 WIB

Ikut Ditahan Bersama Listyo Sigit, Inilah Profil Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso

Ikut Ditahan Bersama Listyo Sigit, Inilah Profil Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso

Video | Kamis, 05 November 2026 | 14:10 WIB

Jadwal Pekan 9 Super League 2026/2027: Persija Jamu Persebaya, Persib Ditantang Java United

Jadwal Pekan 9 Super League 2026/2027: Persija Jamu Persebaya, Persib Ditantang Java United

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 14:10 WIB

IHSG Terancam Ambruk ke Level 3.700 Jika Skenario Buruk Ini Terjadi

IHSG Terancam Ambruk ke Level 3.700 Jika Skenario Buruk Ini Terjadi

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 14:08 WIB

Cara Pindah Data HP Lama ke HP Baru 2026, Lengkap dan Aman

Cara Pindah Data HP Lama ke HP Baru 2026, Lengkap dan Aman

Sumut | Kamis, 05 November 2026 | 14:05 WIB

Generasi Muda Makin Lirik Mobil Listrik, Delapan Merek Ini Jadi Pilihan Utama Milenial dan Gen Z

Generasi Muda Makin Lirik Mobil Listrik, Delapan Merek Ini Jadi Pilihan Utama Milenial dan Gen Z

Otomotif | Kamis, 05 November 2026 | 14:05 WIB

2 Orang Meninggal Tiap 5 Menit, Kemenkes Temukan 3 Varian Baru TBC di Indonesia

2 Orang Meninggal Tiap 5 Menit, Kemenkes Temukan 3 Varian Baru TBC di Indonesia

Bali | Kamis, 05 November 2026 | 14:04 WIB

×