Bisa Fatal, Ini Sebab Komplikasi Pneumonia pada Pasien Covid-19

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 14 November 2020 | 19:10 WIB
Bisa Fatal, Ini Sebab Komplikasi Pneumonia pada Pasien Covid-19
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Meski 80 persen kasus Covid-19 ringan atau sedang, dalam kondisi yang parah hal itu dapat mempengaruhi fungsi vital tubuh. Salah satu komplikasi yang ditakuti adalah pneumonia.

Pneumonia adalah gangguan yang mengancam jiwa yang berdampak pada paru-paru. Pakar kesehatan mengatakan bahwa pneumonia dapat menjadi kematian yang terkait dengan kasus Covid-19 jadi parah.

Hal yang yang lebih mengejutkan adalah bahwa komplikasi mirip pneumonia tampaknya lebih sering terjadi pada laki-laki yang menderita Covid-19 daripada perempuan.

Dilansir dari Times of India, pneumonia adalah komplikasi yang disebabkan karena peradangan pada kantung udara yang ada di dalam paru-paru. Komplikasi tersebut dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam rongga, yang dapat membuat seseorang lebih sulit bernapas.

Ilustrasi pneumonia [shutterstock]
Ilustrasi pneumonia [shutterstock]

Sesak napas, batuk, nyeri dada, kelelahan, dan demam umumnya dapat dialami dengan komplikasi mirip pneumonia. Lantas, bagaimana pneumonia bisa bermanifestiasi pad aCovid-19.

Semua tahu bahwa COVID adalah penyakit pernafasan. Ini memiliki salah satu dampak utama pada saluran pernapasan dan paru-paru.

Pneumonia adalah salah satu komplikasi yang dapat terjadi dengan Covid-19 dan jika tidak ditangani tepat waktu, berakibat fatal.

Telah diamati bahwa virus SARS-COV-2 mengendap di saluran pernapasan dan merusak alveoli, yaitu kantung udara kecil yang ada di sepanjang lapisan untuk mentransfer oksigen ke pembuluh darah, dan kemudian ke organ lain di tubuh.

Ketika seseorang terinfeksi oleh virus, itu merusak dan menyumbat dinding paru-paru dan menurunkan suplai darah ke organ-organ.

baca juga

Dalam situasi seperti itu, tubuh terpaksa mengimbangi defisit dan meningkatkan asupan oksigen. Saat kantung udara rusak, ada masuknya cairan yang sebagian besar merupakan sel dan protein yang meradang dan penumpukan cairan ini menyebabkan pneumonia.

Ini dikenal sebagai Sindrom Gangguan Pernafasan Akut (ARDS), yang kemudian menyebabkan pneumonia ketika fungsi paru-paru terganggu.

Pneumonia terjadi ketika kekebalan tubuh tidak cukup kuat untuk menghindari virus. Untuk seseorang yang telah memiliki kekebalan yang lemah, atau memiliki masalah pernapasan yang sudah ada sebelumnya, pertempuran melawan virus semakin sulit dan pneumonia yang fatal mulai terjadi.

Bagi seseorang yang terdiagnosis Covid-19, tanda-tandanya bisa lebih sulit ditentukan. Pemindaian CT dan pemeriksaan parameter kunci adalah satu-satunya indikator utama memburuknya kerusakan paru-paru.

Pneumonia dan gangguan pernapasan akut terjadi pada gelombang kedua infeksi, yaitu pasca hari ke-5 dalam banyak kasus. Ini adalah waktu ketika gejala bisa mulai memburuk juga. Itu sebabnya, pemeriksaan konstan pada parameter seperti kadar oksigen darah, suhunya disarankan.

Dalam beberapa kasus, para ilmuwan telah mengungkapkan bahwa komplikasi mirip pneumonia dapat dipicu oleh sistem kekebalan tubuh sendiri, terutama pada kasus Covid-19 yang parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Libur Panjang Bikin Kasus Covid-19 Melonjak dan Berita Terpopuler Lainnya

Libur Panjang Bikin Kasus Covid-19 Melonjak dan Berita Terpopuler Lainnya

Health | Sabtu, 14 November 2020 | 19:05 WIB

Ketua Satgas Covid-19 Sebut Ada Lonjakan Kasus Akibat Libur Panjang

Ketua Satgas Covid-19 Sebut Ada Lonjakan Kasus Akibat Libur Panjang

Health | Sabtu, 14 November 2020 | 18:09 WIB

Edukasi Menerapkan Protokol Kesehatan dengan Dongeng

Edukasi Menerapkan Protokol Kesehatan dengan Dongeng

Foto | Sabtu, 14 November 2020 | 17:10 WIB

Terkini

Pamit Cari Rumput Berujung Maut: Warga Probolinggo Ditemukan Tewas Penuh Luka di Hutan Sumber

Pamit Cari Rumput Berujung Maut: Warga Probolinggo Ditemukan Tewas Penuh Luka di Hutan Sumber

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 11:02 WIB

Review Drama The Early Spring, Hubungan Toxic Antara Bos Dan Bawahan

Review Drama The Early Spring, Hubungan Toxic Antara Bos Dan Bawahan

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:58 WIB

Anime One Piece Episode 1180 Jadi Penutup 2026, Umumkan Kembali pada 2027

Anime One Piece Episode 1180 Jadi Penutup 2026, Umumkan Kembali pada 2027

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:54 WIB

Buka Sidang Paripurna RUU APBN 2027, Puan Sebut 291 Anggota DPR Hadir dan Sisanya Izin

Buka Sidang Paripurna RUU APBN 2027, Puan Sebut 291 Anggota DPR Hadir dan Sisanya Izin

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:51 WIB

VinFast Resmi Buka Dealer di Jogja, Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik dan Targetkan 40 Persen Pasar

VinFast Resmi Buka Dealer di Jogja, Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik dan Targetkan 40 Persen Pasar

Otomotif | Selasa, 29 September 2026 | 10:51 WIB

John Herdman Minta Suporter Penuhi SUGBK Saat Timnas Indonesia Menjamu Bangladesh

John Herdman Minta Suporter Penuhi SUGBK Saat Timnas Indonesia Menjamu Bangladesh

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 10:51 WIB

Disepakati, APBD Perubahan Riau 2026 Diklaim Berpihak pada Rakyat

Disepakati, APBD Perubahan Riau 2026 Diklaim Berpihak pada Rakyat

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 10:49 WIB

CMTG Upgrade Private Cloud, Laporan SQL yang Dulu Menit Kini Jadi Hitungan Detik

CMTG Upgrade Private Cloud, Laporan SQL yang Dulu Menit Kini Jadi Hitungan Detik

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 10:48 WIB

Bakar Duit Nyaris Rp10.000 Triliun, Startup AI Anthropic Incar Dana IPO Rp35 Kuadriliun

Bakar Duit Nyaris Rp10.000 Triliun, Startup AI Anthropic Incar Dana IPO Rp35 Kuadriliun

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 10:48 WIB

Dobrak Batasan! Allday Project Tak Mau Terikat Aturan di Lagu Baru, Crash

Dobrak Batasan! Allday Project Tak Mau Terikat Aturan di Lagu Baru, Crash

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:45 WIB

×