Psikolog Bilang, Anak Masuk SD Gak Harus Bisa Baca Tulis!

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 17 November 2020 | 17:07 WIB
Psikolog Bilang, Anak Masuk SD Gak Harus Bisa Baca Tulis!
Ilustrasi [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Orangtua sebaiknya tidak memaksakan anak lancar membaca, menulis, dan berhitung saat akan masuk ke Sekolah Dasar atau SD. Menurut psikolog anak Dr. Rose Mini A.P. M. Psi., orangtua sebaiknya menyiapkan anak bisa menjalankan tugas perkembangan dengan baik.

"Sebetulnya anak masuk SD gak dilihat bisa baca atau menulis. Tapi motorik halusnya. Bisa buka kancing sendiri gak, nanti bisa pasang sendiri lagi atau tidak. Coba bisa gak sisir rambutnya sendiri," tutur psikolog yang akrab disapa Bunda Romi itu dalam webinar bersama Kodomo Challange, Selasa (17/11/2020).

Menurut Bunda Romi, anak bisa baca, tulis, dan berhitung sebelum masuk SD hanya bonus.  Orangtua diminta jangan terobsesi membuat anak bisa melakukan hal tersebut sebelum tugas perkembangan anak tercapai.

"Jadi kesiapan sekolah dasarnya adalah mencapai tugas perkembangannya. Bukan harus bisa menulis, baca, berhitung. Tapi kalau bisa itu bonus. Jadi ortu jangan obsesi bisa baca tulis berhitung. Setiap anak berbeda. Kalau sudah siap silakan simulasi. Kalau belum siap jangan dipaksa," ujarnya.

Namun diakui Romi, ada beberapa sekolah yang mensyaratkan siswa SD sudah mampu membaca dan menulis sejak awal. Ia menyarankan sebaiknya orangtua memilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan anak.

Terpenting menurutnya, orangtua memberikan simulasi kepada anak untuk mengasah kemampuan motoriknya. Daripada fokus dengan kemampuan baca dan menulis, Romi membagikan daftar aspek kesiapan anak untuk masum Sekolah Dasar di antaranya:

Motorik kasar
1. Bisa duduk tegak
2. Bisa berjalan lurus dan bervariasi
3. Berlari
4. Melompat

Motorik halus
1. Dapat memegang pensil dengan baik
2. Bisa menggambar orang dengan lebih rapi
3. Bisa makan sendiri
4. Bisa menulis angka
5. Mengenal warna dasar
6. Menggunting

Bahasa
1. Bisa menjelaskan nama, alamat, anggota keluarga dengan jelas
2. Bercerita mengenai keadaan di rumah, sekilah, permainan
3. Menjawab pertanyaan
4. Menyanyikan lagu

baca juga

Kognitif
1. Mengenal warna
2. Mampu menerangkan mengenai sesuatu
3. Bisa membedakan bentuk
4. Dapat mengelompokan benda

Sosial emosional
1. Bisa berkonsentrasi lebih dari 15 menit
2. Tidak terlalu bergantung orangtua
3. Menghargai perbedaan dengan orang lain
4. Bisa bermain secara interaktif
5. Bila diberitahu sesuatu bisa mengerti

Kemandirian
1. Bisa mandiri sendiri
2. Makan sendiri
3. Toilet learning
4. Mulai dapat teratur dengan rutinitas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ringankan Beban Orangtua, Coba Ajak Anak Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga

Ringankan Beban Orangtua, Coba Ajak Anak Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga

Jogja | Selasa, 17 November 2020 | 15:22 WIB

Hindari Parental Burnout, Yuk Ajak Anak Lakukan Kegiatan Bersih-Bersih Ini

Hindari Parental Burnout, Yuk Ajak Anak Lakukan Kegiatan Bersih-Bersih Ini

Health | Selasa, 17 November 2020 | 11:51 WIB

Mengalami Gangguan Pernapasan, Begini Kondisi Bayi Oki Setiana Dewi

Mengalami Gangguan Pernapasan, Begini Kondisi Bayi Oki Setiana Dewi

Entertainment | Selasa, 17 November 2020 | 10:19 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×