Dirjen WHO Minta Masyarakat Tak Puas Diri Dengan Situasi Pandemi Covid-19

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 17 November 2020 | 18:10 WIB
Dirjen WHO Minta Masyarakat Tak Puas Diri Dengan Situasi Pandemi Covid-19
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)

Suara.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa sekarang 'bukan waktunya untuk berpuas diri'. Hal itu disampaikan di tengah perkembangan positif baru-baru ini dalam vaksin virus corona.

Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus berpidato di konferensi pers dan mengatakan bahwa meskipun ada 'berita menggembirakan' yang keluar, dia 'sangat prihatin' tentang lonjakan kasus di Eropa dan AS.

"Ini bukan waktunya untuk berpuas diri. Sementara kami terus menerima berita menggembirakan tentang vaksin Covid-19 dan tetap optimis dengan hati-hati tentang potensi alat baru yang akan tiba dalam beberapa bulan mendatang," kata Tedros.

"Saat ini kami sangat prihatin dengan lonjakan kasus yang kami lihat di beberapa negara, terutama di Eropa dan Amerika."

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Tedros mengatakan, bahwa petugas kesehatan dan sistem mereka didorong hingga mencapai titik puncaknya. WHO telah mengeluarkan panduan dan alat untuk meningkatkan kapasitas tenaga medis dan kesehatan masyarakat serta persediaan dan fasilitas untuk mengelola pasien Covid-19.

"Saat ini WHO memiliki 150 tim medis darurat yang membantu negara-negara dalam perencanaan pelaksanaan tanggap darurat mereka," ujar Tedros.

Ia melanjutkan bahwa WHO dan mitranya bekerja dengan pemerintah dan pemimpin kesehatan untuk memastikan bahwa ada perlindungan untuk tenaga kesehatan yang sakit.

"Ada cukup tempat tidur untuk pasien COVID-19 dan untuk layanan penting agar tetap aman. 'Bahwa ada cukup masker, sarung tangan, dan peralatan pelindung lainnya, sehingga pemerintah memiliki akses ke tes, terapi, dan persediaan yang cukup untuk mengatasi permintaan sekarang.

Ia melanjutkan, sistem kesehatan itu akan siap ketika vaksin yang aman dan efektif diluncurkan. Inggris telah membawa lima juta vaksin virus coronayang dibuat oleh perusahaan bioteknologi pimpinan AS Moderna hanya beberapa jam setelah perusahaan melaporkan efektivitas 94,5 persen.

baca juga

Tetapi karena vaksin harus diambil dalam dua suntikan, dosis itu hanya akan memvaksinasi dua setengah juta orang Inggris. Negara ini juga telah mendapatkan 40 juta dosis vaksin Pfizer yang melaporkan efektivitas 90 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Setelah Sembuh Orang Bisa Kembali Terinfeksi Covid-19?

Apakah Setelah Sembuh Orang Bisa Kembali Terinfeksi Covid-19?

News | Selasa, 17 November 2020 | 14:40 WIB

Sebanyak 1.034 Tenaga Medis Kota Malang Diprioritaskan Dapat Vaksin Covid

Sebanyak 1.034 Tenaga Medis Kota Malang Diprioritaskan Dapat Vaksin Covid

Jatim | Selasa, 17 November 2020 | 14:38 WIB

Vaksin Siap Diluncurkan, Pfizer Mulai Program Percontohan Imunisasi di AS

Vaksin Siap Diluncurkan, Pfizer Mulai Program Percontohan Imunisasi di AS

Health | Selasa, 17 November 2020 | 14:33 WIB

Terkini

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

×