Ada Berbagai Merek, Bisakah Kita Memilih Vaksin Covid-19 yang Terbaik?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 25 November 2020 | 18:45 WIB
Ada Berbagai Merek, Bisakah Kita Memilih Vaksin Covid-19 yang Terbaik?
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Suara.com - Peneliti hingga saat ini masih terus berlomba menemukan vaksin yang paling efektif mencegah virus corona atau Covid-19.

Adapun beberapa merek yang terdepan antara lain, vaksin yang dikembangkan AstraZeneca dan Oxford, Pfizer, Moderna.

Dilansir dari Express UK, Tetapi tingkat keefektifan bervariasi di antara setiap vaksin, menimbulkan pertanyaan apakah orang dapat menerima lebih dari satu.

Vaksin, dengan nama sandi AZD1222, dikembangkan di Universitas Oxford dengan dukungan dari raksasa farmasi AstraZeneca.

Sebulan yang lalu, tidak ada vaksin yang diharapkan untuk diujicobakan dan disetujui pada akhir tahun. Sekarang sepertinya akan ada tiga vaksin berbeda yang akan didistribusikan pada akhir tahun 2020.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Saat ini, vaksin Moderna, yang diproduksi di Amerika, menawarkan 95 persen kekebalan terhadap virus corona.

Di tempat kedua, vaksin Pfizer yang semula menunjukkan keefektifan 90 persen tetapi kini telah ditingkatkan hingga 95 persen.

Vaksin ini datang dengan peringatan besar - keduanya harus disimpan pada suhu -70C, membuat distribusi lebih sulit.

Meski produksi vaksin merupakan kemenangan luar biasa bagi para ilmuwan di Oxford dan di seluruh dunia, vaksin Oxford telah terbukti menunjukkan perlindungan 70 persen terhadap gejala Covid-19.

baca juga

Namun, vaksin ini tidak perlu disimpan pada suhu sedingin itu, sehingga lebih mudah didistribusikan ke seluruh dunia.

Terlebih lagi, vaksin Oxford terbukti 90 persen efektif ketika sukarelawan dalam uji coba diberi setengah dosis diikuti dengan dosis penuh.

Lantas, bisakah masyarakat memilih vaksin mana yang akan didapatkan?

Saat ini hal itu masih belum jelas. Tampaknya tidak mungkin individu dapat memilih vaksin yang mereka miliki. Tetapi kebanyakan orang tidak mengetahui perbedaan antara berbagai vaksin.

Sekitar 40 juta dosis vaksin Pfizer telah dipesan, dan 100 juta vaksin Oxford, yang akan memvaksinasi 50 juta orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Ingin Pastikan Kesiapan Distribusi dan Vaksinasi

Pemerintah Ingin Pastikan Kesiapan Distribusi dan Vaksinasi

News | Rabu, 25 November 2020 | 14:18 WIB

Dokter Jawab Dua Mitos Umum Vaksin yang Beredar di Masyarakat

Dokter Jawab Dua Mitos Umum Vaksin yang Beredar di Masyarakat

Jogja | Rabu, 25 November 2020 | 14:14 WIB

Peneliti Sebut Tak Ada Efek Samping Vaksin Corona dari Turki

Peneliti Sebut Tak Ada Efek Samping Vaksin Corona dari Turki

Riau | Rabu, 25 November 2020 | 10:42 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×