Ketahui Faktor Henti Jantung Mendadak Seperti yang Dialami Diego Maradona

Risna Halidi | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Kamis, 26 November 2020 | 08:54 WIB
Ketahui Faktor Henti Jantung Mendadak Seperti yang Dialami Diego Maradona
Diego Maradona semasa hidup. [AFP]

Suara.com - Kabar duka datang dari dunia sepakbola. Pesepakbola legendaris asal Argentina Diego Maradona meninggal dunia di usia 60 tahun.

Dilansir dari BBC, Maradona wafat akibat henti jantung mendadak (HJM). Mantan pemain Napoli itu  menghembuskan napas terakhir di rumahnya, Rabu (25/11/2020) malam WIB.

Perlu diketahui juga, henti jantung ini merupakan kondisi ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba. Kondisi itu biasa disebut sebagai cardiac arrest atau sudden cardiac arrest (SCA).

Umunya hal ini terjadi saat penderita kesulitan menerima pasokan darah cukup pada organ vital seperti otak. Akibatnya, seseorang susah bernapas dan kehilangan kesadaran. Dalam kondisi parah, keadaan ini bisa menimbulkan risiko kematian tinggi jika tidak ditangani secara cepat.

Henti jantung mendadak ini juga bisa disebabkan karena gangguan irama jantung, yakni penyakit ventrikel fibrilasi. Kondisi ini tentunya berbeda dengan serangan jantung yang biasanya disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah.

Dilansir dari Alodokter, ventrikel fibrilasi merupakan gangguan irama jantung yang membuat ventrikel jantung hanya bergetar dan bukan berdenyut untuk memompa darah.

Sehingga keadaan inilah yang menyebabkan jantung bisa berhenti secara mendadak. Kondisi jantung berhenti mendadak ini bisa terjadi pada siapa saja. Seseorang juga bisa mengalami kondisi cardiac arrest akibat penyakit jantung yang belum terdiagnosis.

Adapun, umumnya faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko henti jantung, di antaranya adalah:

  1. Memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluar
  2. Sering merokok
  3. Tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi
  4. Mengalami obesitas
  5. Gaya hidup tidak sehat seperti jarang olahraga dan jarang bergerak, serta ketidakseimbangan nutrisi
  6. Penyakit gagal ginjal kronis
  7. Mengonsumsi obat-obatan terlarang atau penyalahgunaan NAPZA
  8. Mengalami kondisi sleep apnea
  9. Faktor usia. Sudden cardiac arrestatau henti jantung mendadak juga biasanya akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Kondisi henti jantung biasanya terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan. Meski demikian, berikut merupakan tanda atau gejala yang biasanya dirasakan sebelum mengalami kondisi tersebut, yakni:

  1. Sesak napas
  2. Merasa tidak nyaman pada bagian dada
  3. Cepat merasa lemas
  4. Jantung berdebar dengan cepat
  5. Kehilangan kesadaran tiba-tiba

Henti jantung memang merupakan kondisi gawat darurat yang perlu ditangani segera. Oleh karena itu, jika sudah mengalami beberapa gejala awal yang sudah disebutkan, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter.

Segera lakukan tindakan pertolongan pertama jika Anda melihat seseorang yang mengalami tanda henti jantung seperti kesulitan bernapas dan tidak sadarkan diri. Beberapa upaya pertolongan yang bisa dilakukan adalah:

Hubungi paramedis
Periksa denyut nadi di leher. Saat denyut tidak terasa, lakukan pertolongan cardiopulmonary resuscitation (CPR). Apabila tidak bisa melakukan CPR, cari seseorang yang mampu melakukannya.

Jika tersedia, gunakan alat defibrillator atau alat kejut jantung otomatis sesuai petunjuk.

Henti jantung mendadak ini kerap disebut juga sebagai silent killer. Pasalnya, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung maupun tidak. Meski demikian, bukan berarti kondisi ini tidak dapat dicegah. Berikut cara mencegahnya, yakni:

  1. Biasakan rutin olahraga dan menggerakkan tubuh. Minimal, jalan-jalan atau pun jogging di sekitar rumah pada pagi hari.
  2. Mengonsumsi makanan bernutrisi dan pastikan gizi tubuh seimban
  3. Hindari rokok, minumam beralkohol, dan obat-obatan terlarang
  4. Batasi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.
  5. Jaga berat badan
  6. Terapkan upaya mengelola stres dengan baik

Jangan lupa, lakukan juga pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter agar kondisi kesehatan Anda bisa selalu terjaga dengan baik dan membuat Anda kini lebih waspada dengan kondisi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tangis Rakyat Argentina Usai Diego Maradona Pergi untuk Selamanya

Tangis Rakyat Argentina Usai Diego Maradona Pergi untuk Selamanya

Foto | Kamis, 26 November 2020 | 08:27 WIB

5 Hits Bola : Serangan Jantung, Diego Maradona Meninggal Dunia

5 Hits Bola : Serangan Jantung, Diego Maradona Meninggal Dunia

Bola | Kamis, 26 November 2020 | 08:01 WIB

Diego Maradona Tutup Usia, Presiden Argentina Umumkan 3 Hari Berkabung

Diego Maradona Tutup Usia, Presiden Argentina Umumkan 3 Hari Berkabung

News | Kamis, 26 November 2020 | 08:37 WIB

Terkini

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB