Vaksin Moderna Tawarkan Kekebalan hingga 3 Bulan

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 05 Desember 2020 | 12:14 WIB
Vaksin Moderna Tawarkan Kekebalan hingga 3 Bulan
Ilustrasi vaksin (pixabay.com)

Suara.com - Perusahaan bioteknologi Moderna telah berbagi temuan bahwa vaksin Covid-19 buatannya bisa memberikan kekebalan selama 3 bulan setelah suntikan kedua.

Tapi, vaksin moderna ini masih menunggu persetujuan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), yang rencananya akan ada pertemuan 17 Desember 2020 untuk membahas aplikasi perusahaan.

Sebelumnya dilansir dari Fox News, FDA akan lebih dulu mengadakan pertemuan pada 10 Desember 2020 guna membahas vaksin Pfizer.

Sementara itu, para pemimpin negara bagian dan pejabat kesehatan mulai mengumumkan bahwa dosis awal vaksin Pfizer diharapkan bisa tersedia dalam beberapa minggu mendatang.

Tim dokter yang terlibat dalam uji klinis vaksin moderna menerbitkan korespodensi di New England Journal of Medicine, merinci temuan di antara 34 peserta dewasa yang sehat.

Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Suntikan vaksin moderna ini melibatkan rejimen 2 dosis yang diberikan dalam jarak 28 hari. Pada dosis 100 mikrogram, vaksin moderna menghasilkan antibodi pengikat dan penetral tingkat tinggi yang juga akan menurun dari waktu ke waktu.

Meski begitu, antibodi akan tetap meningkat pada semua peserta uji coba dalam 3 bulan setelah vaksinasi kedua. Bahkan tingkat antibodi di antara peserta uji coba jauh lebih tinggi dari 41 pasien virus corona Covid-19 yang pulih dalam kelompok kontrol.

Orang dewasa usia 18 hingga 55 tahun memiliki tingkat antibodi tertinggi, diikuti orang usia di atas 71 tahun dan mereka yang berusia 56 hingga 70 tahun.

Para peserta melaporkan tidak ada efek samping yang serius dan tidak ada efek samping yang dipertimbangkan oleh para peneliti setelah hari ke-57.

baca juga

Namun, para peneliti mengaku belum bisa menetapkan antibodi yang dihasilkan vaksin Moderna memberikan perlindungan terhadap virus corona Covid-19 atau tidak.

Meski begitu, hasil uji cobanya menyiratkan bahwa vaksin Moderna memiliki potensi untuk menawarkan kekebalan yang tahan lama terhadap penyakit.

Temuan ini memberikan dukungan penggunaan dosis mRNA-1273 100-μg dalam uji coba fase 3 yang sedang berlangsung. Baru-baru ini, vaksin Moderna juga menunjukkan bukti kemanjuran 94,5 persen dalam mencegah virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Vaksin Covid-19 Tersedia, Apakah Anak-Anak akan Mendapatkannya?

Saat Vaksin Covid-19 Tersedia, Apakah Anak-Anak akan Mendapatkannya?

Health | Sabtu, 05 Desember 2020 | 07:00 WIB

Jarang Disadari! Ini 5 Tanda Anda Pernah Terinfeksi Virus Corona

Jarang Disadari! Ini 5 Tanda Anda Pernah Terinfeksi Virus Corona

Sumsel | Jum'at, 04 Desember 2020 | 20:52 WIB

5 Hal Tentang Seks yang Mungkin Kamu Rasakan Selama Pandemi Covid-19

5 Hal Tentang Seks yang Mungkin Kamu Rasakan Selama Pandemi Covid-19

Lifestyle | Jum'at, 04 Desember 2020 | 21:10 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×