Saat Vaksin Covid-19 Tersedia, Apakah Anak-Anak akan Mendapatkannya?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 05 Desember 2020 | 07:00 WIB
Saat Vaksin Covid-19 Tersedia, Apakah Anak-Anak akan Mendapatkannya?
Sekolah di masa pandemi. (Shutterstock)

Suara.com - Vaksin Covid-19 yang ideal tidak hanya melindungi orang dari penyakit, tetapi juga akan menghentikan penyebaran virus corona. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mamvaksinasi orang sebanyak mungkin.

Tetapi, tidak ada vaksin virus corona yang dikembangkan khusus anak-anak. Jadi, mereka akan mendapatkan vaksin sama seperti orang dewasa.

Kemungkinan anak memerlukan jadwal pemberian dosis yang berbeda, namun ini belum jelas.

Menunda vaksinasi pun bukan pilihan karena hal ini dapat memengaruhi upaya 'perlawanan' terhadap pandemi virus corona. Pada akhirnya dapat memperpanjang dampak pandemi, baik dari aspek kesehatan maupun lainnya.

Apa yang diketahui dari vaksin Covid-19 saat ini?

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Berdasarkan The Conversation, uji coba vaksin untuk anak-anak umumnya dilakukan secara bertahap. Ilmuwan akan mulai dengan orang dewasa sehat, muda, kemudian paruh baya.

Setelah vaksin dipastikan aman, pengembang kemudian menguji vaksin tersebut pada kelompok usia yang lebih tua atau muda.

Pada Oktober 2020 lalu, Universitas Oxford mengatakan akan merekrut anak usia lima hingga 12 tahun ke uji coba fase 2/3.

Sedangkan vaksin Pfizer mengatakan mendaftarkan anak berusia 12 tahun ke atas dalam uji coba vaksin fase 2/3.

Beberapa pengembang vaksin lain dari China dan India pun memasukkan anak-anak dalam uji coba vaksin Covid-19 mereka, beberapa di antaranya berusia enam tahun.

Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Namun, dilansir Today, sejauh ini hanya Pfizer yang diketahui telah melakukan uji klinis vaksin pada anak-anak.

Mereka mandaftarkan 100 anak usia 12 hingga 15 tahun dan 200 remaja usia 16 hingga 17 tahun, menurut Robert Frenck, direktur Pusat Penelitian Vaksin di situs percobaan Anak-anak Cincinnati.

Dalam uji coba ini , setengah dari peserta menerima plasebo, dan setengah lainnya menerima vaksin yang sebenarnya.

“Jika respon imun pada anak-anak sama atau lebih baik daripada orang dewasa dan jika vaksin terbukti protektif pada orang dewasa, kami akan membuat ekstrapolasi bahwa vaksin harus protektif pada anak-anak,” jelas Frenck.

Sayangnya, belum ada keterangan tentang hasil uji coba tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hacker Incar Rantai Distribusi Vaksin Covid-19

Hacker Incar Rantai Distribusi Vaksin Covid-19

Tekno | Jum'at, 04 Desember 2020 | 18:39 WIB

Konspirasi Vaksin Covid-19, dari Mengandung Microchip hingga Mengubah DNA

Konspirasi Vaksin Covid-19, dari Mengandung Microchip hingga Mengubah DNA

Health | Jum'at, 04 Desember 2020 | 17:26 WIB

Sudah Sembuh, Perlukah Dapat Vaksin Covid-19?

Sudah Sembuh, Perlukah Dapat Vaksin Covid-19?

Health | Jum'at, 04 Desember 2020 | 17:50 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB