Akibat Pandemi Virus Corona, Sepertiga Pasien Fibrosis Paru Tunda Perawatan

Angga Roni Priambodo, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 16 Desember 2020 | 12:11 WIB
Akibat Pandemi Virus Corona, Sepertiga Pasien Fibrosis Paru Tunda Perawatan
Ilustrasi virus Corona Covid-19 - (Pixabay/geralt)

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 tidak hanya mempengaruhi kehidupan sehari-hari, tetapi juga pengobatan medis lainnya. Penelitian baru menemukan lebih dari sepertiga penderita fibrosis paru berhenti menjalani perawatan akibat pandemi.

Sebuah studi oleh Pulmonary Fibrosis Trust menemukan bahwa latihan dan program rehabilitasi pendidikan bagi orang yang didiagnosis menderita penyakit pernapasan telah dibatalkan. Hal ini berdampak pada 37,2 persen pasien.

Sebanyak 17,6 persen pasien yang disurvei mengaku tidak bisa menjalani program rehabilitasi online atau digital yang telah ditawarkan.

Sebanyak 83 persen telah membatalkan janji medis karena virus corona Covid-19 dan 49,3 persen mengaku kesehatannya memburuk akibat tak menjalani pengobatan.

Fibrosis paru adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan melumpuhkah paru-paru yang menjadi rusak dan semakin sulit bernapas. Kelangsungan hidup penderita fibrosis paru-paru rata-rata 3 sampai 5 tahun.

Ilustrasi paru-paru, pneumonia (Pixabay/oracast)
Ilustrasi paru-paru, pneumonia (Pixabay/oracast)

Sekitar 70 ribu orang di Inggris terkena fibrosis paru, dengan lebih dari 32.500 orang hidup dengan bentuk lebih umum dan progresif, idiopathic pulmonary fibrosis (IPF) yang tidak diketahui penyebabnya.

Data yang muncul menunjukkan fibrosis paru bisa menjadi konsekuensi pernapasan jangka panjang akibat virus corona Covid-19.

"Fibrosis paru adalah penyakit yang mengerikan, kejam dan tidak bisa disembuhkan dengan prognosis yang lebih buruk daripada jenis kanker lainnya," kata Peter Bryce, ketua PulmonaryFibrosis Trust dikutip dari Express.

Sayangnya, banyak orang dari segala usia yang membutuhkan rehabilitasi paru akibat pandemi virus corona Covid-19. Namun, orang dengan kondisi medis lain yang membutuhkan rehabilitasi paru justru tak bisa mendapatkannya.

baca juga

"Rehabilitasi paru adalah bagian penting dari penanganan fibrosis paru dan penyakit paru-paru lainnya. Dalam beberapa bentuk, ini mungkin terbukti bermanfaat bagi orang yang baru pulih dari dampak jangka panjang Covid-19," kata Kim Verry, seorang fisioterapis spesialis pernapasan klinis.

Program latihan dan pendidikan membantu pasien untuk meningkatkan penanganan sesak dan gejalanya. Tanpa semua itu, kualitas hidup mereka bisa menurun.

Meskipun banyak layanan medis telah beralih secara online, beberapa pasien tidak memiliki akses teknologi, kurang percaya diri dan pemahaman TI.

Hampir setengah atau 44 persen responden mengatakan mereka tidak merasa aman untuk meninggalkan rumah setelah nasihat perlindungan Pemerintah sebelumnya berakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Tahun Usai Kebakaran Maui di Hawaii, Abu Api Diduga Masih Ganggu Paru Penyintas

Tiga Tahun Usai Kebakaran Maui di Hawaii, Abu Api Diduga Masih Ganggu Paru Penyintas

Health | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:00 WIB

Partikel Abu Krakatau Bisa Masuk Alveolus Paru, Ini 5 Bahaya dan Cara Mencegahnya!

Partikel Abu Krakatau Bisa Masuk Alveolus Paru, Ini 5 Bahaya dan Cara Mencegahnya!

News | Senin, 07 September 2026 | 10:35 WIB

Paru-Paru Dunia Tak Sehat, Tanah Emas Tak Kaya: Ada Apa dengan Indonesia?

Paru-Paru Dunia Tak Sehat, Tanah Emas Tak Kaya: Ada Apa dengan Indonesia?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 11:00 WIB

Setelah Paru-Paru Dunia Dikepung Asap, Kapan Hutan Pulih?

Setelah Paru-Paru Dunia Dikepung Asap, Kapan Hutan Pulih?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 07:55 WIB

Paru-Paru Dunia dalam Kepungan Asap: Hak Bernapas di Tengah Krisis Karhutla

Paru-Paru Dunia dalam Kepungan Asap: Hak Bernapas di Tengah Krisis Karhutla

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:29 WIB

Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk

Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:27 WIB

Bahaya di Balik Keharuman: Mengapa Vape Tetap Menjadi Racun bagi Tubuh?

Bahaya di Balik Keharuman: Mengapa Vape Tetap Menjadi Racun bagi Tubuh?

Your Say | Kamis, 19 Februari 2026 | 18:50 WIB

Bukan Cuma Penyakit Orang Tua, Ini 5 'Jurus Sakti' Biar Gak Kena Pneumonia

Bukan Cuma Penyakit Orang Tua, Ini 5 'Jurus Sakti' Biar Gak Kena Pneumonia

Your Say | Senin, 17 November 2025 | 08:05 WIB

Dikira 'Lebih Aman', Dokter Paru Ungkap Vape Punya Bahaya yang Sama Ngerinya dengan Rokok

Dikira 'Lebih Aman', Dokter Paru Ungkap Vape Punya Bahaya yang Sama Ngerinya dengan Rokok

Your Say | Minggu, 16 November 2025 | 11:34 WIB

Terkini

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

×